Investasi Growth vs Value vs Income: Perbedaan dan Contoh Strateginya
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Saat mulai berinvestasi, kamu akan sering menemukan tiga gaya utama: investasi growth vs value vs income. Ketiga pendekatan ini punya perbedaan yang signifikan, plus dampak yang berbeda pula.
Meski begitu, masih banyak pemula bingung memilih mana yang paling cocok untuk tujuan mereka.
Makanya, artikel ini akan membahas perbedaan mendasar antara growth, value dan income investing, termasuk ciri-ciri, tujuan, risiko dan cara memilih strateginya.
Investasi growth berfokus pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang sangat cepat. Biasanya perusahaan ini sedang ekspansi agresif, punya inovasi kuat, dan bergerak di sektor teknologi atau industri masa depan.
Melansir Investopedia, growth investing cenderung memilih saham dengan valuasi tinggi karena pasar memperkirakan pertumbuhan besar di masa depan. Strategi ini cocok bagi investor yang siap menghadapi volatilitas demi potensi hasil yang lebih besar.
Ciri-ciri investasi growth
Perusahaan bertumbuh cepat
Valuasi sering lebih mahal
Volatilitas tinggi
Retur potensial besar dalam jangka panjang
Jarang membayar dividen karena laba dipakai ekspansi
Contoh sektor growth
Teknologi
AI
Bioteknologi
E-commerce
Energi terbarukan
Risiko
Valuasi tinggi bisa jatuh cepat saat pasar pesimis. Cocok untuk investor yang tahan fluktuasi.
Investasi value berfokus pada menemukan saham yang dihargai lebih rendah dari nilai wajarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh Benjamin Graham dan Warren Buffett.
Dikutip dari Corporate Finance Institute, value investors mencari perusahaan undervalued berdasarkan fundamental kuat, profit stabil, dan neraca sehat. Pendekatan ini lebih fokus pada “harga murah dibanding nilai intrinsik”.
Ciri-ciri investasi value
Harga relatif murah dibanding fundamental
Bisnis stabil, cash flow kuat
Risiko volatilitas lebih rendah
Cocok untuk strategi defensif panjang
Contoh sektor value
Finansial
Industri
Kesehatan
Consumer staples
Risiko
Perusahaan bisa “murah karena memang prospeknya buruk” sehingga butuh analisis mendalam agar tidak masuk value trap.
Apa Itu Investasi Income
Investasi income fokus pada perusahaan yang rutin membagikan dividen. Tujuannya adalah memperoleh penghasilan pasif yang stabil, bukan mengejar kenaikan harga. Menurut laporan Corporate Finance Institute, income investing cocok bagi investor yang menginginkan stabilitas atau ingin menambah arus kas jangka panjang.
Ciri-ciri investasi income
Dividen rutin dan stabil
Bisnis mapan
Volatilitas cenderung rendah
Cocok untuk pensiunan atau investor konservatif
Contoh sektor income
Utilities
Telekomunikasi
REIT
Consumer staples
Risiko
Pertumbuhan harga saham cenderung lebih lambat. Selain itu, dividen dapat dipotong jika bisnis mengalami penurunan.
Investasi Growth vs Value vs Income: Apa Bedanya?
Aspek
Growth
Value
Income
Tujuan utama
Mengejar pertumbuhan cepat
Mencari saham murah berdasarkan fundamental
Mencari pendapatan rutin dari dividen
Profil risiko
Risiko tinggi, reward tinggi
Risiko moderat, lebih defensif
Risiko rendah hingga moderat
Sumber keuntungan
Kenaikan harga besar
Kenaikan harga setelah pasar menyadari undervalue
Dividen tunai yang stabil
Cocok untuk siapa
Investor agresif yang tahan volatilitas
Investor jangka panjang yang suka analisis fundamental
Investor yang butuh stabilitas dan cash flow
Cara Menentukan Mana yang Cocok untuk Kamu
Tentukan tujuan investasi
Jika kamu ingin pertumbuhan agresif, pilih growth. Jika ingin stabil, pilih income. Jika ingin “beli murah, sabar sampai naik”, pilih value.
Lihat toleransi risiko
Growth bisa turun 20 persen dalam seminggu. Income cenderung stabil. Pastikan strateginya sesuai psikologimu.
Kombinasikan ketiganya
Pemula tidak harus memilih satu. Portofolio dapat terdiri dari:
50 persen growth
30 persen value
20 persen income
Atau sesuaikan kebutuhan.
Gunakan ETF untuk mempermudah
Pemula bisa memilih ETF bertema growth, value atau high-dividend untuk menghindari analisis saham individual.
Memahami perbedaan investasi growth vs value vs income membantu kamu menentukan strategi yang paling cocok dengan tujuan dan profil risiko. Growth menawarkan potensi tinggi, value menawarkan kestabilan undervalued, sementara income menawarkan pendapatan rutin.
Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkan semuanya agar portofolio lebih seimbang.
Jika kamu ingin mulai membangun portofolio global dengan pendekatan growth, value atau income, Gotrade Indonesia memungkinkan kamu membeli saham dan ETF mulai dari Rp15.000 secara mudah dan praktis. Tap tombol untuk download, instal, dan mulai trading!