Investasi Saham vs Properti: Mana yang Lebih Untung?

Share this article

Setiap investor pasti pernah menghadapi dilema klasik: lebih baik investasi saham atau properti?

Keduanya sama-sama populer sebagai aset jangka panjang, tapi punya karakter dan potensi keuntungan yang sangat berbeda.

Makanya, Gotrade akan membantumu membandingkan saham vs properti secara objektif, mulai dari likuiditas, modal awal, hingga potensi imbal hasil (ROI), agar kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih data-driven.

Likuiditas: Saham Lebih Fleksibel, Properti Butuh Waktu

Likuiditas mengukur seberapa cepat kamu bisa mengubah aset menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai besar.

Saham

Saham bisa dijual kapan pun selama pasar buka. Lewat aplikasi seperti Gotrade, kamu bahkan bisa menjual sebagian (fraksi) saham dengan sekali klik.

Ini membuat saham cocok bagi investor yang butuh fleksibilitas dan ingin mengatur arus kas secara dinamis.

Properti

Menjual properti membutuhkan waktu, mulai dari mencari pembeli, proses notaris, hingga biaya pajak dan administrasi.

Menurut laporan Colliers, rata-rata waktu penjualan properti residensial di kota besar bisa mencapai 3–6 bulan.

Dari sisi likuiditas, saham jelas unggul karena kamu bisa mencairkan dana kapan saja, tanpa proses panjang.

Modal awal sering menjadi alasan banyak orang menunda investasi. Tapi perbedaan antara saham dan properti di sini sangat signifikan.

Investasi Saham

Dengan Gotrade, kamu bisa mulai berinvestasi saham dan ETF Amerika Serikat mulai dari Rp15.000 saja. Tidak perlu modal besar, tidak perlu pinjaman, dan tidak perlu biaya tambahan seperti perawatan atau pajak tahunan.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari 15 ribuan saja? Yuk, dapatkan Gotrade apps!

Investasi Properti

Untuk membeli properti, kamu perlu modal ratusan juta hingga miliaran rupiah. Bahkan untuk rumah subsidi pun, uang muka dan biaya notaris bisa mencapai Rp100 juta.

Dengan kata lain, saham memberi akses lebih inklusif bagi siapa pun untuk mulai menumbuhkan aset sejak dini.

ROI (Return on Investment): Saham Lebih Dinamis, Properti Lebih Stabil

ROI atau tingkat pengembalian adalah faktor penting dalam menilai kinerja investasi.

Saham

Berdasarkan data historis dari Investopedia, indeks S&P 500 mencatat return rata-rata sekitar 9–10% per tahun dalam jangka panjang.

Saham seperti Apple, Microsoft, dan Nvidia bahkan tumbuh jauh di atas angka itu selama dekade terakhir.

Namun, saham juga lebih volatil. Nilainya bisa naik turun dalam jangka pendek, sehingga perlu strategi jangka panjang dan disiplin mental.

Properti

Kenaikan harga properti di Indonesia dalam 10 tahun terakhir rata-rata hanya 3–5% per tahun, berdasarkan data Bank Indonesia. Tambahan pemasukan bisa datang dari sewa, tapi itu pun tergantung lokasi dan tingkat hunian.

Secara ROI, saham menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, sedangkan properti menawarkan stabilitas nilai dan potensi cash flow dari sewa.

Fleksibilitas dan Diversifikasi

Saham memberi fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan portofolio. Kamu bisa membeli saham dari berbagai sektor, seperti teknologi, energi, kesehatan, atau ETF yang mencakup ratusan perusahaan sekaligus.

Properti, di sisi lain, bersifat low flexibility. Jika kamu membeli satu unit apartemen, modalmu terikat di sana. Untuk diversifikasi, kamu harus membeli properti lain, yang tentu butuh dana besar.

Dengan saham, kamu bisa diversifikasi global bahkan dengan modal kecil, contohnya membeli ETF seperti SPY (S&P 500) atau QQQ (Nasdaq 100) di Gotrade.

Risiko dan Maintenance

Semua investasi punya risiko, tapi bentuknya berbeda.

Saham

Risiko utamanya berasal dari volatilitas pasar. Harga bisa naik-turun akibat faktor ekonomi global, suku bunga, atau kinerja perusahaan.

Tetapi dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), kamu bisa mengurangi efek fluktuasi dan membangun portofolio yang stabil.

Properti

Selain risiko harga stagnan, properti juga butuh biaya perawatan, pajak tahunan, dan risiko kosong tanpa penyewa. Kalau lokasi kurang strategis, potensi kenaikan nilainya bisa sangat terbatas.

Saham tidak membutuhkan biaya pemeliharaan, sementara properti menuntut komitmen waktu dan dana tambahan untuk menjaga nilainya.

Contoh Perbandingan Data

Faktor Saham Properti
Modal Awal Mulai Rp15.000 (fraksional di Gotrade) Rp100 juta–Rp1 miliar
Likuiditas Sangat tinggi Rendah (butuh waktu jual)
ROI Rata-rata 9–10% per tahun (S&P 500) 3–5% per tahun (harga properti)
Fleksibilitas Mudah diversifikasi Sulit, butuh modal besar
Maintenance Tidak ada Ada (perawatan, pajak, biaya sewa)

Hal yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Memilih

Tujuan investasi berbeda, hasil pun berbeda. Kalau kamu mencari pertumbuhan cepat dan fleksibilitas, saham bisa jadi pilihan utama. Tapi kalau kamu ingin aset yang bisa digunakan atau diwariskan, properti tetap relevan.

Kombinasikan keduanya jika memungkinkan. Tidak ada aturan bahwa kamu hanya boleh memilih satu. Banyak investor sukses menggunakan strategi campuran, seperti cash flow dari properti untuk membeli saham, dan return saham untuk memperbesar aset fisik.

Gunakan platform yang transparan dan teregulasi, contohnya Gotrade yang berizin dan diawasi OJK.

Kesimpulan

Baik saham maupun properti sama-sama bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial. Namun, bagi investor modern yang menginginkan kemudahan akses, fleksibilitas tinggi, dan potensi imbal hasil optimal, saham menjadi pilihan yang lebih efisien, terutama lewat platform seperti Gotrade.

Kamu bisa mulai berinvestasi di saham dan ETF global mulai Rp15.000 saja, tanpa harus menunggu modal besar seperti properti.

Mulai perjalanan investasimu sekarang bersama Gotrade, cara modern membangun aset jangka panjang yang tumbuh seiring kariermu.

FAQ

1. Apakah saham lebih menguntungkan daripada properti?

Secara rata-rata historis, saham menawarkan ROI lebih tinggi (9–10% per tahun) dibanding properti (3–5% per tahun), tetapi juga lebih volatil.

2. Apakah investasi saham cocok untuk jangka panjang?

Ya. Dalam jangka panjang, saham dan ETF AS terbukti memberikan pertumbuhan stabil, terutama jika dilakukan secara rutin.

3. Apakah bisa mulai investasi saham dengan modal kecil?

Bisa. Di Gotrade, kamu bisa membeli saham dan ETF Amerika Serikat mulai Rp15.000 saja.

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures adalah Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade