Apa Itu Spread Trading? Kenali Jenis, Contoh, dan Strateginya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Spread Trading? Kenali Jenis, Contoh, dan Strateginya

Ringkasan

  • Spread trading merupakan strategi trading yang memanfaatkan perbedaan harga antara dua instrumen untuk mencari peluang keuntungan.
  • Semakin likuid sebuah aset, spread umumnya semakin sempit, sementara aset dengan volume perdagangan rendah cenderung memiliki spread lebih lebar.
  • Spread tidak tercatat sebagai potongan biaya terpisah, tetapi tetap memengaruhi titik impas (break-even) dan hasil akhir transaksi.

Spread trading menjadi salah satu strategi trader untuk mencari peluang dari perubahan selisih harga. Istilah ini ada di hampir semua instrumen keuangan, mulai dari saham, forex, ETF hingga kripto tapi jarang dijelaskan secara utuh.

Selain itu, banyak trader pemula fokus ke arah harga saat membuka posisi (padahal ada biaya yang bekerja diam-diam sejak detik pertama transaksi dilakukan). Maka dari itu, artikel ini membahas seputar apa itu spread trading, jenis-jenisnya sampai strategi mengelolanya.

Arti Spread Trading

Spread trading bisa merujuk pada selisih harga antara harga beli dan jual, maupun strategi yang memanfaatkan perbedaan harga dua instrumen. Bagi investor saham dan ETF, makna spread sebagai biaya bid-ask. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Status Quo Bias: Arti, Contoh, dan Efek pada Investor

1. Spread sebagai biaya transaksi (bid-ask spread)

Spread mernjadi selisih antara harga ask (beli) dan bid (jual). Ketika membuka posisi, spread menjadi biaya transaksi karena kamu membeli di harga ask dan menjual di harga bid.

2. Spread sebagai strategi trading (relative value trade)

Spread trading merupakan strategi dengan membeli satu instrumen dan menjual instrumen terkait secara bersamaan. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan perubahan selisih harga (spread) di antara keduanya.

Setiap kali kamu membuka posisi, kamu otomatis "membayar" spread ini karena membeli di harga ask yang lebih tinggi dan baru bisa menjual kembali di harga bid yang lebih rendah. Artinya, posisi baru dimulai dalam kondisi minus setipis spread tersebut, sebelum harga bergerak menguntungkan.

Baca juga: Unearned Revenue Adalah: Pengertian, Contoh & Dampak

Jenis-jenis Spread Trading

Tidak semua spread bekerja dengan cara yang sama. Berikut adalah beberapa jenis spread trading secara umum:

Jenis Spread

Definisi

Karakteristik

Umum Ditemukan Pada

Bid-Ask Spread

Selisih harga beli tertinggi (bid) dan harga jual terendah (ask) yang terbentuk dari order book pasar

Berubah real-time mengikuti permintaan-penawaran

Saham, ETF, kripto

Fixed Spread

Nilai spread tetap, tidak berubah meski kondisi pasar berfluktuasi

Biaya lebih mudah diprediksi. Biasanya sedikit lebih lebar sebagai kompensasi risiko broker

Broker forex model market maker

Floating (Variable) Spread

Spread yang melebar-menyempit mengikuti likuiditas dan volatilitas pasar

Bisa sangat tipis saat pasar tenang, melebar drastis saat rilis data ekonomi

Broker forex model ECN/STP

Zero Spread

Spread mendekati atau sama dengan 0 pip pada kondisi tertentu

Broker biasanya mengganti pendapatan dari spread dengan komisi per transaksi

Akun ECN/raw spread

Spread Trade (Strategi)

Membeli dan menjual dua instrumen terkait secara bersamaan (vertical, calendar, diagonal spread)

Fokus pada perubahan selisih harga antar dua posisi, bukan arah pasar tunggal

Opsi dan futures

Spread rendah artinya selisih bid-ask yang tipis. Hal ini umumnya terjadi pada aset dengan likuiditas tinggi dan volume transaksi besar, seperti saham blue-chip atau pasangan mata uang mayor (EUR/USD).

Dalam Studi klasik Amihud dan Mendelson (1986) di Journal of Financial Economics menemukan bahwa imbal hasil yang diharapkan sebuah aset adalah fungsi yang meningkat terhadap selisih harga beli dan jual (bid-ask spread), sehingga spread yang lebih rendah berarti biaya transaksi yang lebih kecil dan beban yang lebih ringan terhadap imbal hasil, dan bahwa investor dengan horizon kepemilikan lebih panjang cenderung memegang aset ber-spread lebih tinggi.

Sementara, untuk spread lebar umumnya muncul pada aset bervolume kecil atau saat volatilitas pasar meningkat tajam. Contohnya saat menjelang rilis data ekonomi penting.

Untuk zero spread bukan berarti trader sama sekali bebas biaya. Dalam konteks ini, broker yang menawarkan zero spread atau spread mendekati 0 pip biasanya memindahkan sumber pendapatannya ke komisi per lot yang dibayar terpisah.

Jadi, total biaya tetap perlu dibandingkan secara keseluruhan (bukan hanya dari angka spread semata).

Contoh Spread Trading

Agar lebih jelas, simak simulasi cara menghitung spread pada dua instrumen berbeda.

Contoh Saham/ETF

Komponen

Nilai

Harga Bid

US$150,00

Harga Ask

US$150,05

Spread

US$150,05 − US$150,00 = US$0,05

Spread dalam persentase

(0,05 / 150,05) × 100% ≈ 0,033%

Dalam hal ini, begitu kamu membeli di harga ask US$150,05, posisi tersebut baru mencapai titik impas ketika harga bergerak naik minimal US$0,05 per lembar saham.

Contoh Forex

Komponen

Nilai

Harga Bid (EUR/USD)

1,1000

Harga Ask (EUR/USD)

1,1003

Spread

1,1003 − 1,1000 = 3 pip

Biaya per lot

3 pip x nilai pip per lot

Banyak orang juga bertanya tentang spread 0.3, ini adalah angka yang biasanya muncul di instrumen dengan satuan pip desimal (misalnya indeks atau CFD tertentu). Hal ini merujuk ke selisih bid-ask hanya 0,3 satuan poin harga. Semakin kecil angkanya, semakin tipis biaya implisit yang ditanggung trader per transaksi.

Alur terbentuknya spread di transaksi:

  1. Pasar menampilkan dua harga secara simultan, yakni harga bid dan harga ask.

  2. Trader membuka posisi beli di harga ask yang lebih tinggi.

  3. Posisi otomatis ada dalam kondisi belum untung, karena kalau langsung dijual, harga jual mengikuti bid yang lebih rendah.

  4. Harga pasar harus bergerak naik minimal sebesar nilai spread agar posisi mencapai titik impas (break-even).

  5. Setelah melewati titik impas, barulah posisi mulai mencatatkan potensi profit riil.

Kelebihan dan Kekurangan Spread Trading

Aspek

Kelebihan

Kekurangan

Transparansi biaya

Pada broker/aplikasi dengan harga real-time tanpa markup.

Spread mencerminkan kondisi pasar apa adanya.

Pada broker kurang transparan, spread bisa "digemukkan" sebagai sumber margin tersembunyi.

Struktur biaya

Sering menggantikan komisi eksplisit, sehingga terasa lebih sederhana bagi pemula

Karena tidak terpisah dari harga, trader pemula kerap tidak sadar sudah membayar biaya ini.

Indikator pasar

Spread bisa digunakan membaca likuiditas (makin sempit, makin ramai pasar)

Spread yang tiba-tiba melebar bisa jadi sinyal risiko likuiditas rendah.

Untuk strategi jangka pendek

Spread tipis mendukung scalping dan day trading dengan biaya minim.

Spread lebar bisa membuat strategi jangka pendek sulit profitabel meskipun analisis arah sudah benar.

Risiko Spread Trading

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai, secara umum di antaranya:

1. Spread Bisa Melebar

Menjelang rilis data ekonomi penting atau ketika volume transaksi rendah, misalnya sesi Asia untuk pasangan mata uang non-Asia, spread bisa melebar. Bahkan bisa signifikan sehingga biaya trading naik drastis.

2. Kombinasi dengan Slippage

Ketika pasar bergerak cepat, harga eksekusi aktual bisa berbeda dari harga yang diharapkan (slippage). Apabila digabung dengan spread lebar akan menambah beban biaya total.

3. Spread Tersembunyi pada Broker Non-transparan

Beberapa broker menambahkan markup pada harga pasar asli. Hal ini membuat spread yang tertera bukan cerminan murni kondisi pasar.

4. Dampak Berlipat

Semakin sering membuka menutup posisi (seperti scalping) bisa menyebabkan dampak berlipat. Jadi, semakin besar akumulasi biaya spread terhadap total modal.

5. Aset dengan Likuiditas Rendah

Saham lapis dua/tiga atau instrumen kurang populer cenderung punya spread lebar. Hal ini meningkatkan risiko sulit keluar posisi di harga wajar.

Strategi Menerapkan Spread Trading

Lalu, spread apa yang bagus untuk trading? Pada dasarnya, tidak ada angka pasti yang berlaku universal, karena spread bergantung pada instrumen, likuiditas, dan waktu transaksi.

Namun, beberapa aset paling likuid seperti saham blue-chip AS atau ETF indeks besar biasanya memiliki spread yang sangat tipis. Tapi, kadang hanya beberapa sen atau pecahan persen dari harga aset.

Berikut strategi praktis mengelola spread trading secara umum:

  • Prioritaskan aset dan instrumen yang likuid → Saham blue-chip, ETF indeks populer, atau pasangan mata uang mayor umumnya bisa spread lebih sempit dibanding aset bervolume kecil.

  • Perhatikan jam trading aktif → Spread cenderung lebih tipis ketika sesi pasar utama sedang ramai (overlap sesi bursa AS), dan melebar saat volume sepi.

  • Bandingkan struktur harga antar platform → Cek apakah harga yang ditampilkan sudah real-time tanpa markup, atau ada spread tambahan yang disisipkan platform.

  • Hindari entry tepat sebelum rilis berita besar → Kalau strategi kamu sensitif terhadap biaya kecil. Pasalnya, spread rawan melebar tajam dalam hitungan detik.

  • Gunakan order limit jika tersedia → Supaya investor punya kendali lebih jelas atas harga eksekusi dibanding order pasar yang otomatis mengikuti harga ask/bid saat itu.

  • Masukkan spread ke dalam kalkulasi target profit → Khususnya untuk strategi jangka pendek. Ini dilakukan supaya target keuntungan yang ditetapkan sudah realistis setelah memperhitungkan biaya ini.

Spread Jadi Pertimbangan Penting saat Memilih Aplikasi Trading Saham & ETF AS

Spread menjadi biaya yang otomatis "menempel" di setiap transaksi. Di mana, platform dengan harga transparan dan tanpa markup tersembunyi jelas lebih menguntungkan bagi investor. Apalagi untuk investor pemula yang baru belajar mengelola biaya trading.

Lewat aplikasi Gotrade, harga saham dan ETF AS ditampilkan real-time berbasis data TradingView tanpa manipulasi spread tambahan dari sisi platform. Hal ini membuat apa apa yang kamu lihat mendekati kondisi pasar sesungguhnya. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.

Kesimpulan

Spread trading artinya biaya implisit yang melekat pada hampir setiap transaksi trading. Ini terbentuk dari selisih harga beli (ask) dan harga jual (bid) suatu aset.

Memahami jenis-jenisnya dari bid-ask spread, fixed, floating, hingga zero spread akan membantu kamu membaca kondisi pasar. Hal ini juga sekaligus membandingkan biaya riil antar platform trading. Spread bukan sekadar angka teknis, ia juga memengaruhi titik impas, strategi jangka pendek, hingga konsistensi hasil trading jangka panjang.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku