Dropbox Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $637,3 Juta

Gotrade News - Dropbox (DBX) melaporkan pendapatan kuartal III 2026 sebesar $637,3 juta, naik 0,5% dari periode yang sama tahun lalu, menurut rilis resmi Dropbox yang terbit Jumat (06/11/2026) dini hari WIB. Laba bersih GAAP tercatat $116,1 juta, dibandingkan $123,8 juta pada kuartal III 2025.
Data Pasar DBX
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
| DBX | $35,76 | -0,94% |
Data penutupan sesi reguler 5 November 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.
Rincian Laporan Keuangan Dropbox
Menurut rilis tersebut, pendapatan kuartal yang berakhir 30 September 2026 mencapai $637,3 juta, dibandingkan $634,4 juta setahun sebelumnya. Tanpa FormSwift, pendapatan tumbuh 1,0%. Total annual recurring revenue (ARR) tercatat $2,555 miliar, naik 0,8%, dan jumlah pengguna berbayar mencapai 18,20 juta, dibandingkan 18,07 juta.
Laba bersih non-GAAP sebesar $197,8 juta, dibandingkan $196,7 juta. Laba per saham terdilusi GAAP tercatat $0,52, dibandingkan $0,47, sedangkan versi non-GAAP $0,88, dibandingkan $0,74. Perhitungan laba per saham kuartal ini memakai 225,1 juta saham terdilusi rata-rata tertimbang, dibandingkan 265,1 juta pada kuartal III 2025. Margin operasi GAAP tetap di 27,5%, sementara margin operasi non-GAAP 42,2%, dibandingkan 41,1%.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat $259,2 juta, dibandingkan $302,1 juta, dan unlevered free cash flow $303,9 juta, dibandingkan $314,2 juta. Kas, setara kas, dan investasi jangka pendek per akhir kuartal sebesar $1,142 miliar. Dropbox tidak mencantumkan panduan kinerja di dalam rilis; menurut perusahaan, panduan disampaikan melalui conference call yang dijadwalkan Jumat (06/11/2026) pukul 05.00 WIB.
Kenapa Ini Penting bagi Saham DBX?
Rilis yang sama memuat rencana Dropbox mengakuisisi Tigris Data Inc., platform object storage yang terdistribusi secara global, senilai sekitar $350,0 juta tunai. Menurut perusahaan, akuisisi ini diharapkan rampung pada kuartal IV 2026, dengan syarat penutupan yang lazim. Dropbox juga memperkenalkan DBX Agent Cloud, bisnis infrastruktur baru bagi perusahaan dan pengembang yang membangun aplikasi AI, yang dimulai dengan object storage kompatibel S3.
Co-CEO Ashraf Alkarmi mengatakan pertumbuhan pendapatan tanpa FormSwift dan margin operasi non-GAAP kuartal ini sama-sama melampaui panduan perusahaan, sekaligus menandai kuartal kelima berturut-turut dengan pertumbuhan pendapatan tahunan tanpa FormSwift. Menurut Alkarmi, DBX Agent Cloud dan akuisisi Tigris membuka jalur pertumbuhan baru. Perusahaan juga menyebut penghentian bertahap FormSwift telah selesai per akhir kuartal III 2026.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











