FedEx Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $22,9 Miliar

Gotrade News - FedEx Corp. (FDX) melaporkan pendapatan $22,9 miliar untuk kuartal III 2026 yang berakhir 30 September, dari $20,4 miliar setahun sebelumnya, menurut rilis resmi FedEx pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB. Perusahaan juga menaikkan proyeksi EPS terdilusi disesuaikan tahun 2026 menjadi $18,00 hingga $18,60.
Data Pasar FDX
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
| FDX | $304,58 | -0,82% |
Data penutupan sesi reguler 28 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.
Rincian Laporan Keuangan FedEx
Menurut rilis tersebut, laba bersih FedEx dari operasi berkelanjutan secara GAAP tercatat $0,29 miliar dengan EPS terdilusi $1,21, dibandingkan $0,65 miliar dan $2,73 pada kuartal yang sama tahun 2025. Secara disesuaikan (non-GAAP), laba bersih mencapai $0,90 miliar dan EPS terdilusi $3,74, dari $0,69 miliar dan $2,93 setahun sebelumnya. Laba operasional GAAP sebesar $1,07 miliar dengan margin 4,7%, dibandingkan $0,97 miliar dan 4,8%.
Selisih angka GAAP dan disesuaikan antara lain berasal dari kerugian atas investasi jangka pendek, yang berdampak $5,18 per saham terdilusi. FedEx mencatat kerugian $1,2 miliar pada kuartal ini atas 19,9% kepemilikannya di FedEx Freight, yang dipisahkan melalui spin-off pada 1 Juni 2026.
Menurut perusahaan, kinerja operasional didorong oleh kenaikan yield dasar paket, volume paket yang lebih tinggi, dan pengurangan biaya struktural, yang sebagian diimbangi kenaikan tarif transportasi pihak ketiga, upah yang lebih tinggi, serta dampak perubahan kebijakan perdagangan global. Untuk tahun kalender 2026, FedEx kini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 12% (sebelumnya sekitar 11%) dan EPS terdilusi disesuaikan $18,00 hingga $18,60, dari proyeksi sebelumnya $16,90 hingga $18,10.
Kenapa Ini Penting bagi Saham FDX?
Mulai 1 Juni 2026, FedEx mengubah akhir tahun fiskalnya dari 31 Mei menjadi 31 Desember, dan FedEx Freight kini disajikan sebagai operasi yang dihentikan, termasuk pada angka pembanding tahun lalu, menurut dokumen 8-K FedEx. Pada 1 Oktober 2026, FedEx juga menuntaskan penjualan FedEx Supply Chain kepada CMA CGM Group senilai sekitar $1,4 miliar. CEO Raj Subramaniam mengatakan hasil operasional dan arus kas bebas disesuaikan menunjukkan FedEx unggul di segmen pasar bernilai tinggi sambil mengoptimalkan jaringannya.
Dari sisi pengembalian modal, FedEx membeli kembali saham senilai $2,0 miliar, atau sekitar 6,3 juta saham, pada Juni hingga September, dan masih memiliki sisa otorisasi $4,3 miliar per 30 September 2026. Kas perusahaan tercatat $8 miliar, termasuk sekitar $2,7 miliar pengembalian tarif IEEPA yang disimpan untuk dikembalikan kepada pelanggan. Menurut CFO interim Claude Russ, hasil kuartal ini dan proyeksi yang lebih tinggi menunjukkan momentum menuju target keuangan perusahaan untuk 2029.
Selanjutnya dipantau: Menurut perusahaan, tarif pengiriman paket FedEx akan naik rata-rata 5,9% mulai Senin (4/1/2027).
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











