Harga Emas Dunia Naik, Dolar AS Melemah ke Level Sesi
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Harga emas dunia naik 0,56% ke USD 4.566,16 per ons troi pada Senin (18/5/2026) saat dolar AS melemah. Indeks dolar AS turun 0,3% terhadap mata uang utama, membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang non-dolar.
Pelemahan dolar menjadi katalis utama yang mendorong reli logam mulia ini. Namun yield obligasi Treasury yang tinggi dan harga minyak yang naik tetap membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.
Key Takeaways
Emas spot naik ke USD 4.566 per ons, sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret sebelum rebound.
Indeks dolar AS melemah 0,3%, mendukung minat beli investor global terhadap emas.
Yield Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Februari 2025, membatasi reli emas.
Menurut IDX Channel, emas spot sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret sebelum berbalik arah. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juli tercatat di USD 4.558 per ons.
Pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama kenaikan harga emas global pada sesi perdagangan tersebut. Jim Wyckoff, analis American Gold Exchange, menyebut penurunan indeks dolar ke level terendah sesi menjadi faktor positif bagi pasar emas.
Faktor Pembatas Reli Emas
Yield obligasi Treasury 10 tahun AS mencapai level tertinggi sejak Februari 2025 pada sesi yang sama. Yield tinggi biasanya menekan emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Dilansir Kabar Bursa, harga minyak juga naik 2% akibat kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Lonjakan minyak memicu kembali kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
JP Morgan menurunkan proyeksi harga emas 2026 menjadi USD 5.243 per ons dari sebelumnya USD 5.708 per ons. Revisi ini mencerminkan tekanan jangka pendek dari yield obligasi yang elevated.
Sejak konflik AS-Iran pada 28 Februari 2026, harga minyak melonjak 55% sementara emas justru turun 13,8%. Divergensi ini menunjukkan tekanan inflasi belum sepenuhnya tercermin pada permintaan safe haven emas.
Sinyal Teknikal Dan Posisi Pasar
Melansir Bloomberg Technoz, emas spot tercatat di USD 4.577,6 per ons troi pada Selasa pagi (19/5/2026). Kenaikan ini menjadi reli dua hari beruntun setelah empat hari pelemahan berturut-turut.
Selama periode koreksi empat hari sebelumnya, harga emas turun hampir 4% dari puncaknya. Pola pemulihan ini mengindikasikan potensi pembalikan arah meski sentimen pasar masih terbelah.
Investor yang ingin mengambil eksposur terhadap reli emas dapat melirik VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang melacak saham produsen emas. ETF ini menjadi proksi populer ketika harga emas spot bergerak naik.
Alternatif diversifikasi logam mulia tersedia melalui iShares Silver Trust (SLV) yang melacak harga perak fisik. Perak sering bergerak searah emas namun dengan volatilitas lebih tinggi.
Implikasi Pergerakan Dolar
Pelemahan dolar AS menjadi katalis kunci bagi seluruh kompleks komoditas pada sesi perdagangan tersebut. Pergerakan indeks dolar tetap menjadi indikator utama yang dipantau pelaku pasar emas global.
Investor yang ingin memantau pergerakan dolar AS secara langsung dapat melirik Invesco DB US Dollar Index (UUP). ETF ini menjadi instrumen yang mencerminkan kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia.
Arah pergerakan emas selanjutnya akan sangat ditentukan oleh lintasan yield Treasury dan stabilitas dolar AS. Pelaku pasar menunggu data inflasi AS untuk konfirmasi sinyal kebijakan The Fed berikutnya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.