Konflik Iran dan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Naik

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Konflik Iran dan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Naik

Share this article

Gotrade News - Konflik Iran memicu lonjakan harga minyak global seiring kapal tanker raksasa berupaya keluar dari Selat Hormuz. Selat strategis ini mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia setiap hari.

Risiko geopolitik mendorong yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007 akibat kekhawatiran inflasi. Pelaku pasar mengalihkan perhatian ke saham energi dan pertahanan AS yang berpotensi diuntungkan dari eskalasi konflik ini.

Key Takeaways

  • Kapal tanker Korea Selatan dan Tiongkok berupaya keluar dari Selat Hormuz akibat eskalasi konflik Iran.
  • Yield Treasury AS 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 akibat kekhawatiran inflasi.
  • Penjualan kendaraan listrik di Eropa naik tajam seiring harga bensin terus meningkat.

Pemicu Lonjakan Harga Minyak

Menurut Bloomberg, kapal tanker raksasa asal Korea Selatan dan Tiongkok berupaya meninggalkan Selat Hormuz. Upaya ini terjadi di tengah lingkungan risiko geopolitik yang meningkat tajam akibat konflik Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG global. Gangguan pada jalur ini langsung menekan pasokan energi dunia dan mendorong harga minyak mentah naik signifikan.

Eskalasi konflik membuat premi risiko di pasar minyak melonjak dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Para trader minyak memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan yang lebih besar bila konflik meluas ke negara tetangga.

Kondisi ini memberikan keuntungan langsung bagi produsen minyak besar AS yang menjual minyak mentah dengan harga lebih tinggi. Saham seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) menjadi sorotan utama pelaku pasar saham AS.

Dampak ke Saham AS

Dilansir Quartz, yield obligasi Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007. Konflik Iran disebut sebagai katalis utama pemicu kekhawatiran inflasi di pasar obligasi AS.

Lonjakan yield mencerminkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi akibat kenaikan harga energi global. Investor obligasi memperhitungkan biaya energi yang lebih mahal akan menyebar ke harga barang dan jasa lainnya.

Selain saham energi, saham pertahanan AS turut mendapat dorongan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Lockheed Martin (LMT) menjadi salah satu nama yang aktif diperdagangkan investor yang mencari eksposur risiko geopolitik.

Sektor refiner juga berpotensi diuntungkan dari pelebaran crack spread saat harga minyak mentah dan produk olahan bergerak naik. Permintaan produk olahan tetap tinggi sementara pasokan menghadapi tekanan dari gangguan logistik regional.

Melansir Investing.com, penjualan kendaraan listrik di Eropa melonjak seiring kenaikan harga bensin. Tren ini menjadi efek samping konflik Iran yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar Eropa.

Kenaikan harga bensin di pompa membuat konsumen Eropa beralih ke kendaraan listrik dengan biaya operasional lebih rendah. Pergeseran ini berpotensi menekan permintaan jangka panjang untuk bahan bakar fosil di pasar maju.

Namun dalam jangka pendek, ketegangan di Selat Hormuz tetap menjadi katalis utama pergerakan harga minyak global. Pelaku pasar mengamati setiap perkembangan diplomatik dan militer yang dapat mengubah arah pasokan energi dunia.

Volatilitas tinggi diperkirakan terus mewarnai sektor energi, pertahanan, dan obligasi AS dalam beberapa pekan mendatang. Investor perlu mencermati perkembangan konflik Iran dan respons negara-negara konsumen minyak utama dunia.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade