Krisis Chip Memori Berlanjut, Lisa Su Kembali ke Korea

Ringkasan
- CEO AMD Lisa Su kembali ke Korea Selatan pekan ini saat AMD mengejar pasokan memori HBM untuk akselerator AI, menurut Aju Press.
- Analis memperkirakan Samsung Electronics mencetak pendapatan di atas 200 triliun won dan laba operasional di atas 110 triliun won pada kuartal III 2026.
- Micron membukukan rekor pendapatan kuartal IV US$54,23 miliar dan menyatakan belum melihat kapan kelangkaan memori berakhir.
Gotrade News - Krisis pasokan chip memori untuk kecerdasan buatan (AI) belum mereda. CEO AMD (AMD) Lisa Su kembali ke Korea Selatan pekan ini, tujuh bulan setelah kunjungan Maret 2026, saat perusahaan mengejar kemitraan memori dan manufaktur canggih untuk bersaing dengan Nvidia (NVDA) di segmen akselerator AI, menurut Aju Press.
Kunjungan itu bertepatan dengan musim laporan keuangan produsen memori. Samsung Electronics dijadwalkan merilis kinerja awal kuartal III pada 8 Oktober, sementara Micron sudah lebih dulu melaporkan rekor pendapatan dan menyatakan belum melihat kapan kelangkaan memori berakhir.
Lisa Su Kejar Pasokan HBM Samsung
Menurut Aju Press, Su akan hadir di AMD Gamer Day 2026 di Seoul bersama Jack Huynh, senior vice president AMD, dengan jadwal yang mencakup sesi tanya jawab media serta pertemuan dengan perusahaan chip AI dan pejabat pemerintah Korea. Akses ke high-bandwidth memory (HBM) kini makin menentukan seberapa cepat perancang chip bisa mengomersialkan akselerator AI generasi baru.
Pada kunjungan Maret, Su menandatangani nota kesepahaman dengan Vice Chairman dan CEO Samsung Jun Young-hyun di kompleks semikonduktor Pyeongtaek. Kesepakatan itu mencakup pasokan utama HBM4 untuk akselerator Instinct MI455X, memori DDR5 untuk prosesor server EPYC generasi keenam, serta sistem berbasis platform rak Helios milik AMD.
Daya tawar produsen memori pun bergeser. Samsung dan SK hynix menguasai lebih dari 80 persen pendapatan HBM global pada kuartal II, mengutip data Counterpoint Research yang dilansir Aju Press.
"Hubungan antara pembeli dan pemasok telah berubah secara signifikan. Perusahaan memori kini yang memegang kendali." Kim Deok-kee, profesor teknik elektro Sejong University, seperti dikutip Aju Press.
Samsung Diperkirakan Cetak Laba Rekor Kuartal III
Dilansir Seoul Economic Daily, analis memperkirakan pendapatan Samsung Electronics pada kuartal III 2026 menembus 200 triliun won dengan laba operasional di atas 110 triliun won. Jika tercapai, keduanya akan menjadi rekor kuartalan perusahaan.
Sebagai pembanding, Samsung membukukan pendapatan 171,4 triliun won dan laba operasional 89,4 triliun won pada kuartal II. Seoul Economic Daily mencatat akumulasi laba operasional hingga kuartal III berpotensi melampaui 250 triliun won apabila estimasi tersebut terpenuhi.
Pendapatan Micron Naik Hampir Lima Kali Lipat
Menurut rilis resmi kinerja Micron Technology (MU) yang dilaporkan ke SEC, pendapatan kuartal IV tahun fiskal 2026 mencapai rekor US$54,23 miliar, naik dari US$11,32 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sepanjang tahun fiskal 2026, pendapatan Micron mencapai US$133,19 miliar dibandingkan US$37,38 miliar setahun sebelumnya, dengan laba per saham non-GAAP kuartal IV sebesar US$33,42.
| Indikator Micron | Angka |
| Pendapatan Q4 FY2026 | US$54,23 miliar |
| Pendapatan Q4 FY2025 | US$11,32 miliar |
| Pendapatan FY2026 | US$133,19 miliar |
| Laba per saham non-GAAP Q4 FY2026 | US$33,42 |
| Panduan pendapatan Q1 FY2027 | US$61,5 miliar (plus minus US$1,5 miliar) |
| Panduan margin kotor non-GAAP Q1 FY2027 | Sekitar 86,25% |
Untuk kuartal I tahun fiskal 2027, Micron memproyeksikan pendapatan sekitar US$61,5 miliar dan laba per saham non-GAAP US$38,15, masing-masing dengan rentang plus minus US$1,5 miliar dan US$1,00. Menurut CEO Sanjay Mehrotra dalam rilis tersebut, perusahaan memperkirakan tahun fiskal 2027 akan lebih kuat lagi.
Hasil tersebut melampaui konsensus analis sebesar US$50,97 miliar untuk pendapatan dan US$31,35 untuk laba per saham, melansir 24/7 Wall St. Laporan yang sama menyebut lebih dari 75 persen produksi Micron untuk 2027 sudah terikat kontrak dan pasokan HBM sebagian besar sudah habis terjual untuk tahun itu.
"Kami belum melihat kapan pasokan dan permintaan akan kembali seimbang," kata Mehrotra, seperti dikutip 24/7 Wall St. Pernyataan itu menegaskan bahwa ketatnya pasokan memori masih menjadi faktor utama bagi perancang chip seperti AMD dan Nvidia dalam menyalurkan akselerator AI ke pelanggan.
Sumber
- Micron Technology, Inc. Reports Record Fiscal Fourth-Quarter and Full-Year 2026 Results (SEC EDGAR)
- Once the buyer, now the suitor: AMD's Lisa Su due back in Korea (Aju Press)
- Samsung Electronics Reports Q3 Earnings as Fed Releases September Minutes (Seoul Economic Daily)
- Micron Blew Past Estimates and Says It Can't See When the Memory Shortage Ends (24/7 Wall St.)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














