Gotrade News - KTT Trump-Xi di Beijing memunculkan ekspektasi pembelian produk pertanian senilai dua digit miliar dolar per tahun. Namun pembahasan kontrol ekspor chip semikonduktor justru tidak menjadi topik utama dalam pertemuan bilateral itu.
Minimnya detail konkret memicu aksi jual di pasar kedelai, dengan kontrak berjangka Juli 2026 anjlok 36,5 sen ke USD 11,92. Pelaku pasar kini menimbang dampak kesepakatan terhadap rantai pasok pertanian dan saham terkait di Bursa AS.
Key Takeaways
USTR Jamieson Greer memproyeksikan pembelian pertanian China senilai dua digit miliar dolar per tahun selama tiga tahun.
Kontrol ekspor chip ke China bukan topik utama dalam pertemuan Trump dan Xi di Beijing.
Harga kontrak berjangka kedelai Juli 2026 turun 36,5 sen ke USD 11,92 per gantang pasca pertemuan.
Menurut Investing.com, USTR Jamieson Greer menyebut kesepakatan mencakup pembelian dua digit miliar dolar setiap tahun. Skema tersebut akan berjalan tiga tahun dan melampaui kedelai, mencakup produk pertanian lain seperti gandum dan sorgum AS.
Komitmen 25 juta metrik ton kedelai per tahun senilai lebih dari USD 10 miliar tetap berlaku, sesuai kesepakatan Oktober lalu. Greer juga menyebut tambahan pembelian dari sisi swasta diperkirakan baru terealisasi pada paruh kedua tahun ini.
Reaksi Pasar Kedelai dan Saham Pertanian
Dilansir Barchart, harga rata-rata kedelai nasional turun 36 sen ke USD 11,28 per gantang setelah pertemuan. Kontrak berjangka Agustus 2026 juga melemah 33,75 sen ke USD 11,89, mencerminkan kekecewaan terhadap minimnya detail teknis.
USDA melaporkan penjualan ekspor swasta sebesar 252.000 metrik ton kedelai, dengan 68.600 ton di antaranya dialihkan ke tujuan China. Volume mingguan kontrak lama hanya 102.059 metrik ton, level terendah tahun pemasaran ini dan 28% di bawah pekan sebelumnya.
Sentimen ini berpotensi membayangi kinerja jangka pendek emiten pengolah hasil pertanian seperti Archer-Daniels-Midland (ADM) yang sangat bergantung pada volume kedelai. Investor juga memantau saham pemasok pupuk Nutrien (NTR) di tengah ekspektasi pemulihan permintaan dari China.
Saham produsen alat berat pertanian Deere & Company (DE) juga sensitif terhadap arah ekspor pertanian AS. Menteri Keuangan Bessent menyatakan urusan kedelai sudah teratasi, meskipun pasar menilai detail eksekusi masih kabur.
Pembahasan Chip Semikonduktor Tetap Terbatas
Melansir Investing.com, Greer menegaskan kontrol ekspor chip bukan topik utama dalam pertemuan bilateral di Beijing. Pemerintah AS sebelumnya menyetujui ekspor chip Nvidia H200 ke China pada Desember dengan syarat tambahan di Januari.
Sekitar sepuluh perusahaan China termasuk Alibaba, Tencent, dan Bytedance mendapat izin membeli chip H200 namun belum ada pengiriman. Greer menggambarkan keputusan impor H200 sebagai keputusan berdaulat China di tengah pertimbangan keamanan nasional.
CEO Nvidia Jensen Huang sempat mendapat undangan menit-menit terakhir ke Beijing namun terobosan signifikan belum tercapai. Pelaku pasar menyimpulkan akses chip AI canggih ke China masih jauh dari resolusi konkret.
Bagi investor saham AS, fokus kini bergeser ke realisasi pembelian pertanian China yang konkret pada kuartal mendatang. Volatilitas saham agribisnis dan semikonduktor diperkirakan tetap tinggi sambil menunggu kepastian detail teknis pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.