Gotrade News - Saham teknologi mencatat pergerakan beragam pada perdagangan Rabu, 28 Mei 2026, dengan Micron mendekati level psikologis $1.000. Nvidia justru terkoreksi sekitar 6 persen sepekan terakhir, sementara AppLovin melonjak 10,4 persen setelah rekomendasi bullish dari Morgan Stanley.
Dinamika ketiga emiten ini menggambarkan rotasi pasar di sektor semikonduktor dan periklanan digital berbasis kecerdasan buatan. Investor global menimbang prospek pertumbuhan pendapatan, konsentrasi pelanggan, serta valuasi yang sudah menanjak tinggi sepanjang tahun berjalan.
Key Takeaways
Saham Micron Technology (MU) ditutup di $927,22 atau naik 3,50 persen, dengan kapitalisasi pasar menembus $1 triliun dan kenaikan 214 persen sejak awal tahun.
Saham Nvidia (NVDA) turun sekitar 6 persen sepekan ke $213, meski pendapatan kuartal I melonjak 85 persen menjadi $81,6 miliar secara tahunan.
AppLovin (APP) melonjak 10,42 persen ke $567,83 setelah Morgan Stanley menegaskan target harga $720 dengan potensi kenaikan 27 persen.
Menurut The Motley Fool, saham Micron Technology (MU) sempat mendekati ambang $1.000 per lembar pada sesi pra-pembukaan. Penutupan reguler tercatat di $927,22 setelah saham menguat 3,50 persen pada perdagangan hari terakhir.
Lonjakan harga ini mendorong kapitalisasi pasar Micron menembus $1 triliun, dengan apresiasi 214 persen sejak awal tahun berjalan. UBS bahkan menaikkan target harga ke $1.650, memberikan ruang potensi penggandaan dari level harga sebelumnya.
Konsensus analis memproyeksikan pendapatan fiskal 2026 sebesar $110 miliar, mencerminkan pertumbuhan 194 persen secara tahunan. Untuk fiskal 2027, pertumbuhan pendapatan diperkirakan masih kuat di kisaran 58 persen secara tahunan.
CEO Sanjay Mehrotra menyebutkan perusahaan baru memenuhi sekitar 60 persen permintaan pasar memori saat ini. Harga saham yang tinggi memicu spekulasi pasar tentang stock split, meski manajemen belum membuat pengumuman resmi.
Micron terakhir kali melakukan stock split pada tahun 2000 dengan rasio dua banding satu pembagian. Aksi serupa pernah dilakukan pada 1995 dengan rasio 2 banding 1 dan pada 1994 dengan rasio 5 banding 2.
Nvidia Tertekan dan Aksi AppLovin
Dilansir The Motley Fool, saham Nvidia (NVDA) ditutup pada level $213 pada perdagangan Rabu. Harga ini turun sekitar 6 persen dalam sepekan dan terkoreksi 10 persen dari puncak bulan Mei di $236,54.
Pelemahan ini terjadi meski Nvidia membukukan pendapatan kuartal I fiskal sebesar $81,6 miliar atau melonjak 85 persen secara tahunan. Pendapatan dari segmen data center bahkan melesat 92 persen menjadi $75,2 miliar yang diumumkan pada 20 Mei.
Manajemen menaikkan dividen kuartalan dari $0,01 menjadi $0,25 per saham bagi pemegang saham. Selain itu, otorisasi pembelian kembali saham tambahan sebesar $80 miliar turut diumumkan perusahaan kepada pelaku pasar.
Untuk kuartal II fiskal, panduan pendapatan dipatok pada angka $91 miliar atau tumbuh sekitar 95 persen secara tahunan. Namun, kekhawatiran investor saat ini berputar pada isu konsentrasi pelanggan dan tekanan inventaris di neraca perusahaan.
Tiga pelanggan terbesar Nvidia menyumbang sekitar 64 persen dari total piutang usaha perusahaan dalam pelaporan terakhir. Komitmen inventaris dan pasokan tercatat mencapai $145 miliar, dengan pendapatan data center Tiongkok daratan turun ke nol dari $4,6 miliar.
Melansir Insider Monkey, saham AppLovin (APP) ditutup naik 10,42 persen ke level $567,83 pada Rabu. Morgan Stanley menegaskan rating overweight serta target harga $720, mencerminkan potensi kenaikan 27 persen dari harga penutupan terakhir.
Morgan Stanley menyoroti ruang pertumbuhan besar berkat selisih tingkat konversi sepuluh kali lipat dibanding pemimpin pasar saat ini. Sebanyak 99 persen iklan AppLovin masih belum terkonversi, menawarkan peluang ekspansi yang sangat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Laba bersih AppLovin pada kuartal I 2026 lebih dari berlipat ganda menjadi $1,206 miliar dari $576 juta pada periode setahun sebelumnya. Pendapatan turut melompat 59 persen menjadi $1,842 miliar dari $1,159 miliar pada periode pembanding tahun lalu.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.