OpenAI Komit $234 Juta untuk Lab AI Pertama di Singapura

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
OpenAI Komit $234 Juta untuk Lab AI Pertama di Singapura

Share this article

Gotrade News - OpenAI mengumumkan komitmen senilai 234 juta dolar AS untuk membangun lab AI terapan pertamanya di luar Amerika Serikat. Lab tersebut akan didirikan di Singapura melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi setempat.

Pengumuman tersebut datang bersamaan dengan peluncuran program Guaranteed Capacity bagi pelanggan korporat. Langkah ini menegaskan strategi ekspansi global OpenAI sekaligus mendorong permintaan chip dan infrastruktur cloud milik mitranya.

Key Takeaways

  • OpenAI menggelontorkan $234 juta untuk lab AI terapan pertama di luar AS, berlokasi di Singapura.
  • Tim teknis di Singapura akan diperluas menjadi lebih dari 200 posisi dalam beberapa tahun ke depan.
  • Program Guaranteed Capacity menawarkan kontrak compute satu hingga tiga tahun dengan diskon berjenjang.

Lab Singapura dan Ambisi Asia Tenggara

Menurut Quartz, dana lebih dari S$300 juta itu akan menopang riset terapan di bidang pendidikan, layanan publik, keuangan, dan kesehatan. Lab ini juga akan menjalankan program pelatihan bagi insinyur mid-career di kawasan tersebut.

Singapura terpilih sebagai basis lantaran ekosistem talenta dan regulasi yang dinilai matang untuk pengembangan AI. OpenAI sebelumnya telah membuka kantor di Singapura pada 2024 sebelum memperluas komitmen tahun ini.

Dilansir Quartz, kesepakatan ini berbarengan dengan kemitraan AI terpisah antara Singapura dan Google. Hal tersebut menempatkan Singapura sebagai hub regional bagi raksasa teknologi AS yang berlomba memperluas pengaruhnya.

Bagi Alphabet (GOOG), kehadiran paralel di acara yang sama memperkuat narasi persaingan AI dua kutub. Sementara Microsoft (MSFT) sebagai investor utama OpenAI mendapat eksposur tidak langsung ke pasar Asia Tenggara.

Kontrak Compute dan Permintaan Chip

Pada hari yang sama, OpenAI meluncurkan program Guaranteed Capacity untuk pelanggan bisnis. Menurut Quartz, program tersebut mengunci akses compute selama satu hingga tiga tahun dengan diskon yang naik sesuai komitmen tahunan.

CEO Sam Altman menyatakan pelanggan semakin meminta kepastian kapasitas seiring model AI yang makin canggih. Ia memperkirakan dunia akan berada dalam kondisi capacity-constrained untuk waktu yang cukup lama.

Skema multi-tahun ini secara struktural meningkatkan visibilitas pendapatan OpenAI dan mitra cloud-nya. Pelanggan dapat menebus kapasitas tersebut lintas keluarga model OpenAI dan lintas penyedia cloud yang didukung.

Permintaan compute yang terkunci dalam kontrak panjang menguntungkan rantai pasok chip data center. Saham Nvidia (NVDA) menjadi proxy paling langsung atas tema belanja modal AI yang berkelanjutan.

Analis menilai program Guaranteed Capacity menyerupai pola kontrak telekomunikasi era 4G. Pendapatan berulang yang terikat kontrak biasanya dihargai lebih tinggi oleh pasar dibandingkan pendapatan transaksional.

Investor ritel disarankan memantau seberapa cepat pesaing seperti Anthropic dan Google merespons dengan skema kapasitas serupa. Kompetisi tarif dapat memengaruhi margin penyedia cloud dalam jangka menengah.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade