PCE AS Naik 3,8%, GDP Direvisi, Klaim Pengangguran Naik

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
PCE AS Naik 3,8%, GDP Direvisi, Klaim Pengangguran Naik

Share this article

Gotrade News - Data makro AS pada 28 Mei 2026 menunjukkan PCE inti naik 3,3% dan belanja konsumen hanya 0,1%. Klaim pengangguran awal juga naik ke 215.000, level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Kombinasi inflasi panas dan pelemahan konsumsi menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Investor langsung merespons dengan rotasi defensif menuju obligasi Treasury jangka panjang.

Key Takeaways

  • Indeks harga PCE headline naik 3,8% YoY pada April, tertinggi sejak 2023, menurut Bureau of Economic Analysis.
  • Belanja konsumen riil hanya tumbuh 0,1% dan tingkat tabungan pribadi turun ke level terendah hampir empat tahun.
  • Klaim pengangguran awal naik 5.000 menjadi 215.000 untuk pekan yang berakhir 23 Mei 2026.

Menurut Bloomberg, indeks harga PCE headline naik 3,8% secara tahunan pada April. Angka tersebut menjadi laju inflasi tertinggi sejak 2023 dan kembali menjauh dari target 2% Fed.

Baca juga: Gotrade Daily: Intel Di-upgrade Ganda BofA, Target $135

Inti PCE, ukuran inflasi favorit Fed, naik 3,3% YoY. Sementara belanja konsumen riil hanya tumbuh 0,1%, jauh di bawah ekspektasi pasar untuk kuartal kedua.

Tekanan Ganda Pada Konsumen

Tingkat tabungan pribadi turun ke level terendah hampir empat tahun. Lonjakan harga bensin dan makanan terus menggerus daya beli rumah tangga AS sepanjang April.

Bagi investor, kombinasi ini berarti margin perusahaan ritel berpotensi tertekan pada laporan Q2 mendatang. Saham indeks acuan seperti SPDR S&P 500 ETF (SPY) menjadi barometer reaksi pasar terhadap data ini.

Baca juga: Gotrade Daily: Kejutan Capex Oracle Guncang Wall Street

Revisi GDP Q1 yang turun memperkuat narasi stagflasi ringan. Pertumbuhan melambat sementara harga tetap tinggi, kondisi yang historis menekan valuasi saham pertumbuhan.

Melansir Bloomberg, klaim pengangguran awal naik 5.000 menjadi 215.000 untuk pekan yang berakhir 23 Mei. Level itu menjadi yang tertinggi sejak pertengahan April 2026.

Klaim berkelanjutan juga naik menjadi 1,79 juta pada pekan sebelumnya. Departemen Tenaga Kerja AS tetap menyebut level ini konsisten dengan pasar tenaga kerja yang stabil.

Implikasi Pasar Dan Suku Bunga

Pasar obligasi merespons dengan penurunan imbal hasil Treasury jangka panjang. Instrumen seperti iShares 20+ Year Treasury (TLT) menjadi pilihan utama investor lindung nilai inflasi versus pertumbuhan.

Saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga seperti Invesco QQQ Trust (QQQ) berpotensi volatile menjelang rapat FOMC berikutnya. Peluang pemotongan suku bunga Juni kini diperkirakan menurun.

Strategi defensif dengan eksposur durasi pendek dan sektor konsumer staples mulai dilirik manajer aset. Rotasi keluar dari saham pertumbuhan beta tinggi sudah terlihat pada perdagangan Kamis sore.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade