Pfizer Incar Fenomena 'Viagra Baru' Lewat Obat Obesitas
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Jakarta, Gotrade News - Pfizer Inc. tengah menyiapkan strategi besar untuk menguasai pasar obat obesitas global. CEO Albert Bourla menyatakan bahwa potensi pasar ini mirip dengan ledakan bisnis Viagra pada tahun 1998.
Key Takeaways
Pasar obat obesitas diprediksi mencapai $150 miliar pada tahun 2030.
Menurut laporan Reuters, perusahaan kini sangat fokus pada pasar konsumen yang membayar obat tanpa bantuan asuransi. Bourla menyatakan bahwa tren ini berkembang jauh lebih cepat dari perkiraan awal manajemen.
Fenomena tersebut memungkinkan perusahaan untuk menekan ketergantungan pada sistem penggantian biaya asuransi tradisional. Pola ini terlihat serupa dengan perilaku pembelian masyarakat saat Viagra pertama kali diluncurkan.
Berdasarkan data dari FirstWord PHARMA, raksasa farmasi ini berambisi memenangkan pasar yang bernilai ratusan miliar dolar tersebut. Ambisi ini diperkuat setelah akuisisi Metsera senilai $10 miliar yang rampung tahun lalu.
Strategi Agresif Melawan Kompetitor
Pfizer Inc. berencana memulai 10 program studi klinis Fase 3 untuk kandidat obat obesitas tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar dominasi Eli Lilly and Company dan Novo Nordisk A/S.
Bourla mengklaim keunggulan perusahaan terletak pada kemampuan pemasaran ritel yang sangat kuat untuk menjangkau konsumen. Portofolio obat dari Metsera juga diyakini memiliki tingkat toleransi berat badan yang kompetitif.
Meskipun menaruh harapan besar, pendapatan baru diproyeksikan akan kembali tumbuh stabil pada tahun 2029. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya paten beberapa obat utama dan penurunan bisnis pascapandemi.
Perusahaan juga telah menyetujui kesepakatan harga obat dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar perusahaan di hadapan regulator pasar internasional lainnya.
Strategi tersebut dipaparkan secara rinci dalam agenda JPMorgan Chase & Co. Healthcare Conference baru-baru ini. Fokus utama tetap pada pengembangan obat yang mampu memberikan hasil terbaik bagi pasien.