Gotrade News - Tiga raksasa energi AS Valero Energy (VLO), Marathon Petroleum (MPC), dan Kinder Morgan (KMI) melampaui estimasi laba Q1 2026. Margin kilang yang kuat dan lonjakan permintaan gas alam mendorong kinerja sektor energi di atas ekspektasi analis.
Hasil ini memberi sinyal positif bagi investor di tengah gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Saham-saham energi menjadi salah satu kantong terkuat di pasar AS sepanjang awal kuartal kedua.
Key Takeaways
- Valero mencatat EPS adjusted $4,22 dan pendapatan $32,4 miliar, mengalahkan estimasi masing-masing $1,06 dan $2,5 miliar.
- Marathon Petroleum membukukan EPS $1,65 serta menambah otorisasi buyback $5 miliar, menyisakan kapasitas pembelian kembali $8,6 miliar.
- Kinder Morgan mencatat lonjakan volume gas alam ke 49,5 miliar Btu per hari, didukung permintaan data center dan konflik geopolitik.
Menurut Insider Monkey, Valero Energy (VLO) melaporkan adjusted EPS $4,22, jauh di atas konsensus. Pendapatan tumbuh 7% secara tahunan menjadi $32,4 miliar pada kuartal pertama.
Segmen refining Valero mencetak laba operasional $1,8 miliar, berbalik dari rugi $530 juta pada Q1 2025. Margin per barel naik ke $14,90 dari $9,78 setahun sebelumnya.
Throughput rata-rata Valero mencapai 2,9 juta barel per hari, naik 3,6% YoY pada kuartal pertama. Proyek optimalisasi FCC St. Charles senilai $230 juta dijadwalkan beroperasi pada kuartal ketiga 2026.
Manajemen Valero memperkirakan margin kilang tetap kuat selama enam bulan hingga satu tahun ke depan. Pemulihan inventori produk olahan pasca-konflik membutuhkan waktu, menopang harga jual di pasar global.
Marathon Petroleum Naikkan Buyback
Dilansir Insider Monkey, Marathon Petroleum (MPC) mencetak adjusted EPS $1,65 atau melampaui konsensus sebesar $0,90. Pendapatan naik 8,5% YoY ke $34,6 miliar, melebihi estimasi $3,7 miliar.
Adjusted EBITDA Marathon naik ke $2,8 miliar dari $2,0 miliar pada Q1 2025. Margin refining dan marketing tercatat $17,74 per barel, naik 32,6% dibanding periode tahun lalu.
Pada 5 Mei 2026, Marathon menaikkan otorisasi buyback sebesar $5 miliar. Total kapasitas pembelian kembali tersisa mencapai $8,6 miliar per akhir kuartal pertama tahun ini.
Strategi sourcing minyak mentah dari AS dan Kanada melindungi Marathon dari gangguan pasokan global. Posisi ini menjadi keunggulan kompetitif di tengah ketidakpastian rute Timur Tengah.
Kinder Morgan Diuntungkan Permintaan Gas
Melansir Insider Monkey, Kinder Morgan (KMI) mencatat adjusted EPS $0,48, naik 41% YoY dan mengalahkan estimasi $0,09. Pendapatan tumbuh hampir 14% ke $4,83 miliar.
Volume gas alam KMI naik ke 49,5 miliar Btu per hari dari 46,0 miliar Btu setahun sebelumnya. Konflik Timur Tengah dan ekspansi data center menjadi dua pendorong utama lonjakan permintaan.
Adjusted EBITDA Kinder Morgan melampaui $2,5 miliar, tumbuh 18% YoY pada kuartal pertama. Perusahaan mengoperasikan sekitar 78.000 mil pipa dan 136 terminal di Amerika Utara.
Untuk panduan setahun penuh 2026, KMI memproyeksikan laba bersih flat di $3,1 miliar. Adjusted EPS ditargetkan naik 5% ke $1,36, dengan adjusted EBITDA $8,6 miliar.
Beat di Valero, Marathon, dan Kinder Morgan menegaskan momentum kuat sektor energi pada awal 2026. Kombinasi margin kilang tinggi dan permintaan gas alam yang naik menjadi tema dominan kuartal ini.












