Gotrade News - Meta memulai pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan pada 20 Mei 2026, atau kira-kira 10% dari total tenaga kerjanya. Pada saat yang sama, Intuit mengumumkan pemangkasan 17% dari karyawan globalnya, setara sekitar 3.000 pekerja, menurut Quartz.
Kedua langkah tersebut mempertegas gelombang restrukturisasi besar di sektor teknologi yang berpusat pada pergeseran ke kecerdasan buatan. Investor memandang efisiensi ini sebagai sinyal margin yang lebih kuat, meski risiko eksekusi tetap membayangi prospek jangka pendek emiten.
Key Takeaways
- Meta memangkas 8.000 karyawan dan membatalkan 6.000 lowongan terbuka pada Mei 2026.
- Intuit memotong 17% tenaga kerja globalnya untuk menyederhanakan operasi dan mempercepat integrasi AI.
- Saham Intuit turun hampir 5% pada pagi pengumuman menurut Investing.com.
Menurut Quartz, gelombang PHK terbaru di Meta Platforms (META) menjadi babak ketiga di 2026 setelah pemotongan Januari dan Maret. Manajemen menyatakan langkah ini bersifat struktural, bukan berbasis kinerja, dan menyertai reorganisasi tim ke dalam "pod" yang berfokus pada AI.
Sekitar 7.000 karyawan akan dipindahkan ke unit baru seperti Applied AI Engineering dan Agent Transformation Accelerator. Tim tersebut bertugas membangun agen AI untuk pemrograman, riset, analitik, serta operasional internal perusahaan.
Pemicu Restrukturisasi AI
Pendapatan kuartalan Meta tercatat di rekor 56,31 miliar dolar AS, sementara belanja infrastruktur AI ditargetkan menyentuh 145 miliar dolar pada 2026. Manajemen menilai efisiensi tenaga kerja diperlukan untuk membiayai investasi besar tersebut tanpa menekan margin operasi inti.
Dilansir Investing.com, CEO Intuit (INTU) Sasan Goodarzi menegaskan pengurangan kompleksitas organisasi akan mempercepat pengiriman produk. Intuit juga telah menjalin kemitraan multi-tahun dengan Anthropic dan OpenAI untuk menyematkan model AI ke platform pajak dan keuangannya.
Kantor Reno dan Woodland Hills akan ditutup, dengan konsolidasi tim ke lokasi hub utama. Karyawan AS yang terdampak akan menjalani hari terakhir pada 31 Juli, dengan paket pesangon 16 minggu plus tambahan 2 minggu per tahun masa kerja.
Risiko bagi Saham Teknologi
Saham Intuit tercatat turun hampir 5% pada pagi pengumuman, tepat sebelum rilis laba kuartal ketiga. Sinyal tersebut menunjukkan investor menimbang biaya restrukturisasi jangka pendek terhadap janji efisiensi berbasis AI.
Melansir Quartz, lebih dari 140 perusahaan teknologi telah memangkas lebih dari 111.000 posisi sepanjang 2026, banyak yang mengutip efisiensi AI sebagai alasan. Tren ini menjadikan pesaing seperti Microsoft (MSFT) tolok ukur bagi investor yang mengukur disiplin biaya emiten teknologi besar.
Backlash internal mulai muncul, dengan lebih dari 1.000 karyawan Meta menandatangani petisi yang mengkritik alat pemantauan kinerja. Tekanan reputasi ini berpotensi memperlambat eksekusi restrukturisasi dan menjadi faktor risiko bagi pelaku pasar jangka pendek.












