Gotrade News - Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Senin, 21 April 2026. Keputusan ini diambil setelah permintaan dari Perdana Menteri dan pejabat militer senior Pakistan.
Key Takeaways:
- Gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu atas permintaan Pakistan sebagai mediator
- Perundingan damai mandek setelah Iran menolak hadir untuk putaran kedua negosiasi
- Blokade AS terhadap Iran tetap berlaku, pasar Asia bereaksi campuran
Menurut CNBC, Trump menyebut pemerintah Iran saat ini "terpecah secara serius" sehingga memerlukan waktu lebih banyak. Perpanjangan akan berlaku hingga Iran menyerahkan "proposal terpadu" untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.
Wakil Presiden JD Vance sebelumnya dijadwalkan berangkat ke Pakistan untuk putaran kedua perundingan damai. Menurut Al Jazeera, kunjungan tersebut ditunda setelah pihak Iran menolak untuk hadir dalam negosiasi lanjutan.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa negosiator Teheran menginformasikan penolakan melalui perantara di Pakistan. Ketidaksepakatan soal blokade laut menjadi salah satu hambatan utama dalam proses diplomatik ini.
Trump menegaskan blokade terhadap Iran akan terus berlaku meskipun gencatan senjata diperpanjang. Blokade ini diberlakukan sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap lalu lintas maritim.
Dampak ke Pasar Global
Menurut Investing.com, indeks Nikkei 225 naik 0,5% ke level rekor tertinggi 59.708 poin pada sesi Asia. Kenaikan Jepang didukung oleh data ekspor yang tumbuh 11,7% secara tahunan, melampaui konsensus 11%.
Hang Seng turun 1,4% dan indeks teknologinya melemah 2%, sementara KOSPI terkoreksi 0,3%. Harga minyak mentah WTI turun 0,87% dan Brent melemah 0,58% karena pasar mengantisipasi perpanjangan gencatan senjata.
Saham energi seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) tetap menjadi perhatian investor. Analis mencatat bahwa pasar telah mengantisipasi langkah ini, sehingga reaksi positif cenderung terbatas.
Investor disarankan memantau perkembangan diplomatik AS dan Iran dalam beberapa hari ke depan. Ketidakpastian soal perundingan damai masih membayangi sentimen pasar global secara keseluruhan.












