Gotrade News - Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer ke Iran setelah permintaan negara-negara Teluk pada Senin. Pengumuman tersebut menekan harga minyak Brent lebih dari 2% ke level $109,41 per barel.
Pelonggaran ketegangan geopolitik membantu pasar obligasi pulih sementara bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Selasa. Investor kini mencermati apakah de-eskalasi ini bertahan menjelang laporan kinerja Nvidia yang dirilis Rabu mendatang.
Key Takeaways
- Trump menunda serangan ke Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
- Brent crude turun lebih dari 2% ke $109,41 sementara WTI melemah 1,3% ke $107,25 per barel.
- Nikkei 225 menguat 1%, Kospi Korea Selatan turun 2%, sementara futures S&P 500 nyaris datar.
Penundaan Serangan dan Tekanan pada Harga Minyak
Menurut Axios, Trump mengatakan serangan yang dijadwalkan keesokan harinya ditangguhkan atas permintaan tiga pemimpin negara Teluk. Permintaan tersebut datang dari Emir Qatar, Putra Mahkota Arab Saudi, dan Presiden Uni Emirat Arab agar AS menunda dua hingga tiga hari.
Trump menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk menangguhkan rencana serangan. Gedung Putih sebelumnya menolak proposal damai Iran yang dianggap belum memadai untuk memastikan negara itu tidak mengembangkan senjata nuklir.
Sinyal de-eskalasi langsung tercermin pada pasar energi global pada Selasa pagi waktu Asia. Dilansir Investing.com, kontrak berjangka Brent turun ke $109,41 per barel dan minyak mentah AS melemah 1,3% ke $107,25 per barel.
Pelemahan harga minyak menekan saham produsen energi besar seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX). Instrumen berbasis komoditas energi seperti United States Oil Fund (USO) juga ikut tertekan seiring penurunan harga acuan.
Reaksi Pasar Asia dan Outlook Wall Street
Bursa Asia bergerak mixed dengan indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,22%. Nikkei 225 Jepang menguat 1% sementara Kospi Korea Selatan melemah 2% pada sesi perdagangan Selasa.
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke 4,5974% seiring pulihnya permintaan aset aman. Futures Nasdaq melemah tipis 0,07% dan futures S&P 500 nyaris datar dengan koreksi 0,03%.
Melansir Investing.com, analis IG Fabien Yip menilai pasar masih menunggu bukti nyata pelonggaran. Yip mengatakan pelaku pasar mengabaikan komentar selama kapal belum benar-benar melintas aman di Selat Hormuz.
Fokus investor pekan ini bergeser ke laporan kinerja Nvidia yang dirilis Rabu sebagai ujian rally AI. Hasil tersebut akan menjadi penentu apakah momentum sektor teknologi cukup kuat menahan tekanan geopolitik dan harga energi.
Penundaan serangan memberikan ruang bernapas bagi pasar global namun risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Investor kemungkinan tetap memantau perkembangan negosiasi nuklir Iran sambil menimbang katalis sektor teknologi dari laporan Nvidia.












