Gotrade News - Indeks S&P 500 melemah 0,4% dan Nasdaq 100 turun 0,1% pada Rabu, 7 Mei 2026, setelah ketegangan baru AS-Iran di Selat Hormuz menekan saham global dari level rekor. Harga minyak WTI melonjak mendekati USD 98 per barel dan Brent menyentuh USD 100 setelah bentrokan terbaru.
Sembilan dari sebelas sektor S&P 500 ditutup di zona merah, dipimpin penurunan sektor material dan energi. Investor mengurangi risiko sambil menunggu kejelasan apakah negosiasi damai bertahan setelah eskalasi terbaru.
Poin Utama
- S&P 500 melemah 0,4% dan Nasdaq 100 turun 0,1% imbas ketegangan AS-Iran
- Minyak WTI melonjak ke USD 98 dan Brent mendekati USD 100 pasca-insiden Hormuz
- IHSG bergerak berlawanan, ditutup naik 1,15% ke 7.174 ditopang saham bank dan kesehatan
US Central Command menyatakan pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi saat melintasi Selat Hormuz. Kantor berita Iran Fars melaporkan ledakan di dekat kota pelabuhan strategis Bandar Abbas.
Selat Hormuz praktis tertutup selama sepuluh pekan, dengan Iran memblokir lalu lintas kapal dan AS melarang kapal masuk atau keluar pelabuhan Iran. Blokade ganda ini menghentikan pengiriman minyak mentah penting dan memaksa sumur minyak regional berhenti beroperasi.
Dennis Kissler, Senior Vice President of Trading di BOK Financial Securities, mengatakan ruang penurunan minyak akan terbatas sampai lalu lintas Hormuz kembali normal. Gangguan pasokan energi terus menjadi penopang harga minyak.
Saham raksasa energi seperti Exxon Mobil (XOM), Chevron (CVX), dan Occidental Petroleum (OXY) cenderung mengikuti pergerakan harga minyak. Saham defense seperti Lockheed Martin (LMT) dan Raytheon Technologies (RTX) sering menerima aliran dana saat ketegangan Timur Tengah memanas.
ETF VanEck Gold Miners (GDX) menjadi instrumen yang dipantau investor untuk lindung nilai risiko geopolitik. Harga emas berayun antara reli karena permintaan safe-haven dan koreksi karena penguatan dolar.
Musim laporan keuangan menjadi penyeimbang sentimen geopolitik. Advanced Micro Devices (AMD) dan Alphabet (GOOGL) sempat menopang penguatan pasar sebelum insiden Hormuz menjadi fokus utama.
Josh Chastant, portfolio manager di GuideStone, mengatakan semua orang menunggu de-eskalasi antara Iran dan AS. Ia mencatat harga minyak telah turun dari puncak tetapi masih jauh di atas level sebelum konflik, sehingga menambah kekhawatiran biaya energi perusahaan.
IHSG bergerak berlawanan dari pelemahan global. Indeks ditutup naik 1,15% ke 7.174 ditopang saham bank dan kesehatan, meski investor asing mencatat net sell Rp 360 miliar.
Pasar menanti respons resmi Iran terhadap proposal damai. Trader memposisikan diri untuk reli de-eskalasi atau aksi risk-off lebih dalam tergantung perkembangan 48 jam ke depan.
Referensi












