Williams Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Bersih $699 Juta

Gotrade News - Williams Companies (WMB) melaporkan laba bersih GAAP kuartal III 2026 sebesar $699 juta atau $0,56 per saham dilusian, masing-masing naik 8% dan 6% dibanding kuartal III 2025, menurut rilis resmi Williams yang terbit Selasa (03/11/2026) dini hari WIB. Laba per saham disesuaikan mencapai $0,54, naik 10%.
Data Pasar WMB
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
| WMB | $71,19 | -4,25% |
Data penutupan sesi reguler 2 November 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.
Rincian Laporan Keuangan Williams
Menurut rilis tersebut, laba bersih disesuaikan Williams pada kuartal III 2026 mencapai $663 juta. EBITDA disesuaikan tercatat $2,039 miliar, naik $119 juta atau 6% dibanding kuartal III 2025. Arus kas dari operasi (CFFO) sebesar $1,505 miliar, naik 5%, sementara dana tersedia dari operasi (AFFO) mencapai $1,589 miliar, naik 10%.
Perusahaan menyebut kenaikan laba bersih kuartal ini didorong pendapatan jasa yang lebih tinggi sebesar $198 juta, yang mencerminkan pendapatan baru dari pembangkit listrik, akuisisi Momentum, proyek yang mulai beroperasi, dan pendapatan penyimpanan yang lebih tinggi, serta keuntungan $83 juta dari penjualan sistem gathering di Permian. Kenaikan itu sebagian diimbangi biaya operasional dan administrasi yang lebih tinggi, termasuk biaya akuisisi dan pembentukan usaha patungan (JV).
Untuk 2026, Williams tetap memperkirakan EBITDA disesuaikan sebesar $8,3 miliar hingga $8,5 miliar dan belanja modal pertumbuhan sebesar $7,3 miliar hingga $7,9 miliar. Menurut perusahaan, kinerjanya sejauh ini mengarah ke separuh atas rentang panduan EBITDA tersebut.
Kenapa Ini Penting bagi Saham WMB?
CEO Chad Zamarin mengatakan EBITDA disesuaikan Williams sepanjang sembilan bulan pertama 2026 naik 9% secara tahunan menjadi $6,2 miliar. Menurutnya, kinerja itu, ditambah proyek-proyek yang akan segera beroperasi, memberi perusahaan keyakinan untuk mencapai target pertumbuhan tahunan majemuk EBITDA disesuaikan jangka panjang sebesar 11% lebih hingga 2030. Rasio cakupan dividen berbasis AFFO berada di 2,42x, dibanding 2,37x pada kuartal III 2025.
Pada kuartal ini, Williams juga menuntaskan akuisisi Momentum Midstream, yang menurut perusahaan memperkuat posisinya di Haynesville untuk melayani permintaan LNG, industri, dan listrik. Perusahaan juga mengumumkan ekspansi penyimpanan 9,4 Bcf di Clay Basin dan menyebut proyek listrik Plato North milik Socrates sesuai jadwal untuk mulai beroperasi pada pertengahan November.
Selanjutnya dipantau: Williams membayar dividen kuartalan $0,525 per saham pada Senin (28/12/2026) kepada pemegang saham yang tercatat per Jumat (11/12/2026).
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











