Banyak investor pemula yang tertarik membeli saham luar negeri, tetapi bingung bagaimana caranya. Di sinilah konsep American Depositary Receipt (ADR) menjadi solusi. Dengan ADR, investor di Amerika Serikat bisa membeli saham perusahaan asing seolah-olah saham tersebut diperdagangkan di bursa AS.
Untuk memahaminya lebih jauh, artikel ini akan membahas apa itu American Depositary Receipt, fungsinya, contoh perusahaan yang menerbitkan ADR, hingga bagaimana relevansinya bagi investor Indonesia.
Apa Itu American Depositary Receipt (ADR)?
American Depositary Receipt (ADR) adalah sertifikat yang diterbitkan oleh bank Amerika Serikat untuk mewakili saham perusahaan asing.
Dikutip dari Investopedia, sertifikat ini diperdagangkan di bursa AS seperti Nasdaq atau NYSE, sehingga memudahkan investor Amerika membeli saham luar negeri tanpa harus bertransaksi langsung di bursa asal perusahaan.
Sederhananya, ADR adalah “jembatan” antara perusahaan asing dengan investor di Amerika. Misalnya, saham perusahaan Jepang atau Tiongkok tidak langsung diperdagangkan di New York Stock Exchange.
Sebagai gantinya, bank di AS menerbitkan ADR yang mewakili sejumlah saham tersebut agar bisa dibeli oleh investor AS dengan denominasi dolar.
Fungsi ADR bagi Investor dan Perusahaan
ADR memiliki fungsi penting, baik bagi investor maupun perusahaan penerbit.
- Bagi investor: ADR mempermudah akses ke saham internasional. Mereka bisa membeli saham perusahaan asing dengan harga dalam dolar, dividen dalam dolar, dan aturan bursa AS yang sudah familiar.
- Bagi perusahaan: ADR membantu memperluas basis investor. Dengan hadir di bursa AS, perusahaan asing bisa menjaring investor global dan meningkatkan reputasi internasionalnya.
Selain itu, ADR juga meningkatkan likuiditas saham, sehingga harga saham perusahaan asing lebih mudah bergerak sesuai permintaan pasar.
Jenis ADR
Melansir Corporate Finance Institute, ADR umumnya dibagi menjadi dua jenis utama:
- Sponsored ADR: diterbitkan dengan kerja sama langsung antara bank AS dan perusahaan asing. Perusahaan ikut menanggung biaya administrasi dan laporan keuangan mengikuti standar US GAAP atau IFRS. Biasanya lebih transparan dan terpercaya.
- Unsponsored ADR: diterbitkan tanpa keterlibatan resmi perusahaan. Hanya bank yang mengatur distribusinya. Biasanya likuiditas lebih rendah dan tidak semua hak investor terjamin penuh.
Contoh Saham ADR Populer
Beberapa perusahaan besar dunia menggunakan ADR agar bisa diperdagangkan di bursa AS. Contohnya:
- Alibaba Group (BABA): raksasa e-commerce asal Tiongkok.
- Toyota Motor (TM): perusahaan otomotif global asal Jepang.
- Nestlé (NSRGY): perusahaan makanan dan minuman multinasional asal Swiss.
- Samsung Electronics (SSNLF): perusahaan teknologi asal Korea Selatan.
- Baidu (BIDU): perusahaan teknologi dan AI asal Tiongkok.
Dengan ADR, investor di AS bisa membeli saham-saham tersebut sama mudahnya seperti membeli Apple, Microsoft, atau Tesla.
Cara Kerja ADR
Secara sederhana, berikut alurnya:
- Perusahaan asing menerbitkan saham di negara asalnya.
- Bank Amerika membeli saham tersebut lalu menyimpannya.
- Bank tersebut kemudian menerbitkan ADR yang mewakili saham tadi.
- ADR diperdagangkan di bursa AS, lengkap dengan kode ticker seperti saham biasa.
- Investor di AS membeli ADR menggunakan dolar.
Dividen yang dibagikan perusahaan asing juga akan dikonversi ke dolar sebelum diterima investor pemegang ADR.
ADR di Indonesia
Bagaimana dengan investor Indonesia? Saat ini Indonesia belum memiliki sistem ADR lokal seperti di Amerika. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak menyediakan instrumen serupa yang memungkinkan investor asing membeli saham Indonesia dengan format sertifikat.
Namun, konsep mirip ada di pasar global, misalnya Global Depositary Receipt (GDR) yang diperdagangkan di bursa Eropa atau Asia.
Bagi investor ritel Indonesia, ADR biasanya relevan dalam konteks ketika ingin berinvestasi di perusahaan luar negeri yang sudah listing di AS melalui ADR.
Kelebihan dan Kekurangan ADR
Kelebihan
- Mempermudah investor AS mengakses saham asing.
- Semua transaksi dalam dolar AS, sehingga praktis.
- Diatur oleh regulasi bursa AS yang ketat.
- Memperluas pasar perusahaan asing.
Kekurangan
- Tidak semua ADR memiliki likuiditas tinggi.
- Biaya administrasi bank bisa mengurangi dividen.
- Potensi risiko tambahan terkait konversi mata uang.
Peran ADR dalam Globalisasi Pasar Modal
ADR adalah bukti nyata bahwa pasar modal semakin global. Investor tidak lagi terbatas pada saham domestik saja. Dengan ADR, saham luar negeri bisa lebih mudah diakses oleh investor dari berbagai belahan dunia, sehingga menciptakan pasar yang lebih dinamis dan terintegrasi.
Kesimpulan
American Depositary Receipt (ADR) adalah instrumen penting yang memudahkan investor AS mengakses saham luar negeri. Dengan ADR, saham perusahaan asing dapat diperdagangkan di bursa AS menggunakan dolar, lengkap dengan regulasi dan transparansi yang ketat.
Bagi investor Indonesia, meski tidak langsung membeli ADR, akses ke saham global tetap terbuka melalui aplikasi modern seperti Gotrade. Dengan Gotrade, kamu bisa berinvestasi di saham-saham teknologi populer AS hanya mulai dari 1 Dolar AS, tanpa ribet dan tetap aman.
Pahami peluang global tanpa batas dengan Gotrade. Mulai dari sekarang, kamu bisa membeli saham Amerika populer seperti Apple, Microsoft, dan Tesla langsung dari smartphone-mu. Download aplikasi investasi modern Gotrade, dan nikmati kemudahan investasi saham luar negeri dengan modal kecil.
FAQ
1. Apa itu ADR saham dan apa bedanya dengan saham biasa?
ADR saham adalah sertifikat yang mewakili saham perusahaan asing tetapi diperdagangkan di bursa AS. Bedanya, saham biasa diterbitkan langsung oleh perusahaan di bursa negara asalnya.
2. Apakah investor Indonesia bisa membeli ADR?
Secara langsung sulit karena butuh akses broker luar negeri. Namun, investor Indonesia tetap bisa membeli saham-saham populer AS lewat aplikasi Gotrade yang sederhana dan terjangkau.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











