Analisis Saham Raytheon Technologies (RTX): Pemain Penting Industri Pertahanan

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • RTX membukukan penjualan $80,8 miliar dan backlog $268 miliar per akhir 2025 dari tiga segmen yang hampir merata.
  • Rearmament NATO dan belanja pertahanan global yang menuju $3,6 triliun pada 2030 menjadi katalis struktural utama RTX.
  • RTX satu-satunya dari tiga defense besar AS yang memberi eksposur ganda ke pertahanan dan aerospace komersial.
Analisis Saham Raytheon Technologies (RTX): Pemain Penting Industri Pertahanan

Share this article

RTX Corporation atau dikenal sebagai Raytheon Technologies, adalah salah satu kontraktor pertahanan terbesar di dunia. Bagi investor Indonesia yang ingin eksposur ke saham pertahanan AS, memahami model bisnis dan posisi RTX di industri defense adalah titik awal yang penting.

Model Bisnis Raytheon Technologies (RTX)

RTX adalah perusahaan aerospace dan pertahanan dengan lebih dari 185.000 karyawan global dan penjualan 2024 melampaui $80 miliar. RTX beroperasi melalui tiga segmen bisnis utama.

  1. Collins Aerospace adalah penyedia sistem aerospace dan pertahanan berteknologi tinggi, melayani pelanggan komersial dan pemerintah di segmen peralatan original maupun aftermarket, dengan pendapatan $28,3 miliar di 2024.
  2. Pratt & Whitney merancang, mengembangkan, dan merawat mesin pesawat untuk penerbangan komersial maupun militer, dengan pendapatan $28,1 miliar di 2024.
  3. Raytheon adalah penyedia sistem deteksi, pelacakan, dan mitigasi ancaman defensif dan ofensif untuk pelanggan pemerintah AS dan asing, mencakup pertahanan udara, rudal terintegrasi, sensor canggih, dan radar, dengan pendapatan $26,7 miliar di 2024.

Dari ketiga segmen ini, pendapatan RTX terdistribusi hampir merata: Collins Aerospace 34%, Pratt & Whitney 34%, dan Raytheon 32%. Dualitas ini yang membedakan RTX: pendapatan komersial dari aerospace memberikan stabilitas siklus normal, sementara kontrak pemerintah dari segmen Raytheon memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang.

Produk Missile Systems dan Aerospace

Sistem pertahanan udara dan rudal

Produk-produk utama segmen Raytheon:

  • Patriot: sistem pertahanan udara berbasis darat yang sudah terbukti dalam pertempuran, mampu menangkis rudal balistik, rudal jelajah, dan berbagai ancaman udara. Jerman, Belanda, Spanyol, dan Rumania semuanya menempatkan pesanan baru untuk Patriot pada Desember 2025
  • NASAMS: sistem pertahanan udara jarak menengah yang sangat adaptif, digunakan antara lain untuk melindungi wilayah udara Washington D.C.
  • Stinger: rudal pertahanan udara jarak pendek yang bisa diluncurkan dari bahu atau kendaraan
  • AMRAAM: rudal udara-ke-udara jarak menengah untuk jet tempur AS dan sekutu
  • Tomahawk dan SM-6: rudal jarak jauh untuk platform angkatan laut
  • LTAMDS: radar pertahanan rudal generasi baru pengganti radar Patriot. US Army menganugerahkan kontrak $1,7 miliar kepada Raytheon pada Agustus 2025, dengan nilai kontrak kumulatif $3,8 miliar

Collins Aerospace dan Pratt & Whitney

Collins Aerospace memproduksi avionik, sistem navigasi, landing gear, dan komponen kabin untuk pesawat komersial dan militer. Pratt & Whitney menyuplai mesin untuk jet tempur F-35 (F135), pesawat komersial keluarga A320neo, serta berbagai platform militer lainnya.

Prospek Sektor Pertahanan Global

Konteks makro untuk saham defense saat ini tergolong kuat secara struktural. Berikut gambaran singkatnya:

Belanja pertahanan global terus naik

Belanja pertahanan global mencapai USD 2,63 triliun pada 2025, naik dari USD 2,48 triliun pada 2024, dan diproyeksikan melampaui $3,6 triliun pada 2030.

NATO mempercepat rearmament

Pada 2025, semua anggota NATO diperkirakan memenuhi target belanja pertahanan minimum 2% dari PDB, dibandingkan hanya tiga negara pada 2014. NATO bahkan telah menetapkan target baru 3,5% dari PDB pada 2035.

Eropa sebagai motor pertumbuhan

Anggaran rearmament Eropa naik sekitar 13% secara tahunan pada 2025, dipimpin Jerman, Polandia, dan Inggris. Pesanan sistem Patriot dari negara-negara NATO langsung tercermin di backlog RTX.

Backlog RTX mencerminkan permintaan nyata

RTX mengakhiri 2024 dengan backlog $218 miliar, yang tumbuh ke $268 miliar per akhir 2025. Backlog sebesar ini memberikan visibilitas pendapatan yang jelas untuk beberapa tahun ke depan.

Meski demikian, ada risiko yang perlu dipahami:

  • Perubahan prioritas fiskal pemerintah bisa memperlambat kontrak atau penundaan pengiriman
  • Kapasitas produksi pertahanan memiliki keterbatasan; permintaan yang melonjak tidak selalu bisa dipenuhi instan
  • Saham defense yang sudah rally signifikan sering diperdagangkan di valuasi premium yang sudah memperhitungkan banyak sentimen positif

Dinamika ini dibahas lebih lengkap di saham pertahanan saat perang dan risiko geopolitik pada saham.

Posisi RTX di Antara Saham Defense Lainnya

RTX, Lockheed Martin (LMT), dan Northrop Grumman (NOC) adalah tiga nama utama di sektor pertahanan AS dan top holdings di hampir semua ETF defense global. Ketiganya punya karakter yang berbeda:

RTX LMT NOC
Pendapatan 2024 ~$80,8 miliar ~$71 miliar ~$43,7 miliar
Backlog (akhir 2025) $268 miliar Lebih dari $165 miliar N/A
Eksposur defense ~54% ~100% ~100%
Eksposur komersial ~46% (Collins + P&W) Minimal Minimal
Produk unggulan Patriot, NASAMS, mesin F-35, A320neo F-35, HIMARS, C-130 B-21 Raider, GBSD
Karakter investasi Diversifikasi defense + aerospace komersial Murni pertahanan, taruhan geopolitik kuat Murni pertahanan, fokus space dan nuclear

RTX adalah satu-satunya dari ketiganya yang memberi eksposur signifikan ke pemulihan penerbangan komersial sekaligus pertahanan. LMT lebih murni sebagai taruhan geopolitik dengan F-35 sebagai revenue driver utama. NOC fokus di segmen space systems dan program pertahanan strategis jangka panjang.

Untuk perbandingan lebih mendalam dan cara membangun eksposur ke sektor ini dari Indonesia, lihat saham untuk eksposur sektor pertahanan saat konflik Iran-AS-Israel dan strategi trading saham LMT.

Kesimpulan

RTX adalah salah satu nama paling relevan di sektor defense AS: bisnis yang terdiversifikasi antara aerospace komersial dan pertahanan, portofolio produk yang sudah terbukti dalam konflik nyata, dan backlog $268 miliar yang memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang.

Dalam konteks rearmament global yang sedang berjalan, posisi RTX sebagai pemasok sistem pertahanan kritis untuk NATO dan sekutunya memberikan fondasi permintaan yang struktural.

Kamu bisa mulai membangun eksposur ke saham RTX langsung dari aplikasi Gotrade Indonesia, mulai dari US$1, tanpa harus membeli satu lot penuh.

FAQ

Apa perbedaan RTX Corporation dengan Raytheon Company yang lama?

RTX adalah nama baru setelah merger United Technologies dan Raytheon pada 2020, kini mencakup tiga segmen: Collins Aerospace, Pratt & Whitney, dan Raytheon.

Apa produk andalan Raytheon di segmen pertahanan?

Patriot, NASAMS, AMRAAM, Tomahawk, dan radar LTAMDS, yang digunakan militer AS dan sekutunya.

Apakah saham RTX terpengaruh oleh kondisi penerbangan komersial?

Ya; Collins Aerospace dan Pratt & Whitney memberi RTX eksposur ke siklus penerbangan komersial, berbeda dari LMT dan NOC yang hampir sepenuhnya berbasis kontrak pertahanan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade