Saat mulai belajar options, istilah call option hampir selalu menjadi topik pertama yang ditemui. Banyak pemula merasa penasaran, tetapi juga ragu, karena call option sering dikaitkan dengan risiko tinggi dan strategi yang kompleks.
Padahal, secara konsep, call option adalah instrumen yang cukup logis jika dipahami dari fungsi dasarnya. Menurut Investopedia, call option bukan diciptakan untuk spekulasi semata, melainkan sebagai alat yang memberi hak dan fleksibilitas dalam mengambil keputusan investasi.
Untuk pemula, memahami call option dengan bahasa sederhana jauh lebih penting daripada langsung mempelajari strategi rumit. Artikel ini akan membahas apa itu call option, contoh penggunaannya, dan kapan instrumen ini biasanya digunakan.
Pengertian Call Option
Call option adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegangnya untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Harga tertentu ini disebut strike price, sedangkan jangka waktunya ditentukan oleh tanggal kedaluwarsa kontrak. Untuk mendapatkan hak tersebut, pembeli call option membayar sejumlah biaya yang disebut premium.
Jika harga saham naik di atas strike price sebelum kontrak berakhir, call option berpotensi memberikan keuntungan. Namun, jika harga saham tidak bergerak sesuai ekspektasi, kerugian pembeli call option terbatas pada premium yang dibayarkan.
Inilah karakter penting call option yang perlu dipahami pemula: risikonya terbatas di awal, tetapi tetap membutuhkan perhitungan dan pemahaman yang matang.
Contoh Call Option
Agar lebih mudah dipahami, mari gunakan ilustrasi sederhana.
Misalkan sebuah saham diperdagangkan di harga 100. Seorang investor membeli call option dengan strike price 105 dan membayar premium sebesar 3.
Jika sebelum kontrak berakhir harga saham naik ke 115, investor memiliki hak untuk membeli saham di harga 105. Selisih antara harga pasar dan strike price inilah yang menjadi potensi keuntungan, setelah dikurangi premium.
Namun, jika harga saham hanya naik ke 102 atau bahkan turun, call option tersebut bisa berakhir tanpa nilai. Dalam kondisi ini, kerugian investor terbatas pada premium sebesar 3.
Contoh ini menunjukkan bahwa call option bukan soal menebak harga naik sembarang. Ada harga, waktu, dan biaya yang semuanya memengaruhi hasil akhir.
Melihat contoh call option akan lebih mudah jika dikaitkan langsung dengan harga saham dan waktu kedaluwarsanya. Mengamati data call option membantu pemula memahami hubungan antara harga, risiko, dan potensi hasil.
Cek selengkapnya di aplikasi Gotrade Indonesia, download sekarang!
Kapan Trader Menggunakan Call Option?
Call option tidak digunakan dalam semua kondisi. Ada situasi tertentu di mana instrumen ini dianggap relevan.
Saat ekspektasi harga saham naik
Penggunaan call option paling umum adalah ketika investor memperkirakan harga saham akan naik dalam periode tertentu. Alih-alih membeli saham langsung, call option memberi eksposur naik dengan modal awal yang lebih kecil.
Namun, ekspektasi ini harus disertai dengan perkiraan waktu yang realistis. Kenaikan harga yang terlambat bisa membuat call option tidak bernilai meskipun arah analisis benar.
Sebagai alternatif membeli saham langsung
Sebagian investor menggunakan call option sebagai alternatif sementara sebelum membeli saham. Pendekatan ini memungkinkan investor mengamati pergerakan harga dengan risiko terbatas di awal.
Namun, pendekatan ini bukan pengganti saham sepenuhnya. Call option memiliki batas waktu, sementara saham bisa dimiliki tanpa kedaluwarsa.
Untuk strategi tertentu, bukan kebiasaan harian
Call option biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi yang terencana, bukan aktivitas harian tanpa tujuan. Investor yang menggunakan call option tanpa rencana sering kali terjebak pada ekspektasi yang tidak realistis.
Karena itu, pemahaman konteks dan tujuan penggunaan menjadi lebih penting dibanding sekadar mengetahui cara kerjanya.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula
Bagi pemula, call option bisa terasa menarik karena potensi keuntungannya. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati.
- Waktu adalah faktor penting. Nilai call option bisa berkurang seiring mendekati tanggal kedaluwarsa, meskipun harga saham tidak bergerak signifikan.
- Call option sensitif terhadap volatilitas. Perubahan ekspektasi pasar bisa memengaruhi harga option, bahkan tanpa perubahan harga saham yang besar.
- Call option bukan alat untuk “coba-coba”. Meski risikonya terbatas pada premium, keputusan tetap perlu berbasis pemahaman, bukan rasa penasaran semata.
Call Option Bukan Jalan Pintas
Penting untuk menekankan bahwa call option bukan jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan cepat. Ia adalah alat dengan fungsi spesifik, yang bekerja optimal jika digunakan sesuai tujuan dan kondisi pasar.
Banyak kerugian pada call option terjadi bukan karena instrumennya, tetapi karena ekspektasi yang keliru dan kurangnya pemahaman dasar.
Kesimpulan
Call option adalah kontrak yang memberi hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Untuk pemula, memahami call option berarti memahami hubungan antara harga saham, waktu, dan risiko.
Digunakan dengan tepat, call option dapat menjadi alat yang fleksibel. Namun, tanpa pemahaman yang cukup, instrumen ini justru bisa menambah risiko.
Belajar call option sebaiknya dimulai dari konsep dasar, contoh sederhana, dan tujuan penggunaan, bukan dari strategi kompleks.
Jika kamu ingin mulai memahami call option secara bertahap, kamu bisa mempelajari struktur dan data options melalui aplikasi Gotrade Indonesia, menyesuaikan dengan level pengalaman dan tujuan investasimu.
FAQ
Apa itu Call option?
Call option adalah kontrak yang memberi hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam periode waktu tertentu.
Apakah call option cocok untuk pemula?
Bisa, jika pemula memahami konsep dasar, risiko, dan tidak menggunakannya secara impulsif.
Apa risiko maksimum membeli call option?
Risiko maksimum pembeli call option terbatas pada premium yang dibayarkan.











