Covered warrant adalah instrumen derivatif yang diterbitkan oleh institusi keuangan dan memberikan hak kepada investor untuk membeli atau menjual aset tertentu pada harga dan waktu yang telah ditentukan. Dalam konteks pasar modal Indonesia, istilah ini sering disebut sebagai waran terbitan karena diterbitkan oleh pihak selain perusahaan emiten saham.
Berbeda dengan waran biasa yang melekat pada penerbitan saham baru, covered warrant berdiri sebagai instrumen tersendiri dan biasanya memiliki underlying asset berupa saham, indeks, atau instrumen keuangan lainnya.
Memahami apa itu covered warrant penting karena instrumen ini memiliki karakteristik risiko dan sensitivitas harga yang berbeda dibanding saham biasa.
Pengertian Covered Warrant
Covered warrant adalah kontrak yang memberikan hak, bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset acuan pada harga tertentu sebelum atau pada tanggal jatuh tempo.
Ada dua jenis utama:
Call warrant, yang memberikan hak untuk membeli underlying asset
Put warrant, yang memberikan hak untuk menjual underlying asset
Karena termasuk derivatif, harga covered warrant sangat bergantung pada pergerakan harga underlying asset.
Menurut penjelasan Investopedia, dalam praktik pasar derivatif global, covered warrant memiliki struktur mirip opsi, tetapi diterbitkan langsung oleh institusi keuangan dan diperdagangkan di bursa seperti saham.
Perbedaan Covered Warrant dan Waran Biasa
Meskipun sama-sama disebut waran, covered warrant dan waran biasa memiliki perbedaan mendasar.
Perbedaan Covered Warrant dan Waran Biasa
1. Penerbit instrumen
Waran biasa diterbitkan oleh perusahaan emiten sebagai bagian dari aksi korporasi, biasanya untuk menarik investor saat penawaran saham.
Covered warrant atau waran terbitan diterbitkan oleh institusi keuangan seperti bank atau perusahaan sekuritas, bukan oleh emiten sahamnya.
2. Dampak terhadap jumlah saham
Waran biasa berpotensi menambah jumlah saham beredar ketika dikonversi, sehingga dapat menyebabkan dilusi.
Covered warrant tidak menambah jumlah saham beredar karena institusi penerbit biasanya telah memiliki atau melakukan lindung nilai atas underlying asset.
3. Tujuan penerbitan
Waran biasa bertujuan mendukung pendanaan perusahaan.
Covered warrant lebih sering digunakan sebagai instrumen perdagangan jangka pendek yang memberikan eksposur dengan modal relatif lebih kecil.
Peran Institusi Penerbit Covered Warrant
Karena covered warrant diterbitkan oleh institusi keuangan, peran penerbit menjadi sangat penting.
1. Menyediakan likuiditas
Institusi penerbit biasanya bertindak sebagai market maker. Mereka menyediakan kuotasi beli dan jual agar transaksi di pasar tetap berjalan.
2. Mengelola risiko lindung nilai
Untuk mengurangi risiko, penerbit melakukan hedging terhadap underlying asset. Ini penting agar mereka dapat memenuhi kewajiban jika investor mengeksekusi haknya.
3. Menentukan parameter kontrak
Harga pelaksanaan, rasio konversi, dan tanggal jatuh tempo ditentukan oleh penerbit. Struktur ini memengaruhi sensitivitas harga warrant terhadap underlying.
Karena itu, reputasi dan kredibilitas institusi penerbit menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan investor sebelum membeli covered warrant.
Jika kamu ingin memahami instrumen derivatif secara bertahap sebelum mencoba produk yang lebih kompleks, kamu bisa mulai dengan berinvestasi saham atau ETF global melalui aplikasi Gotrade Indonesia untuk membangun pemahaman dasar tentang pergerakan pasar.
Sensitivitas Covered Warrant terhadap Underlying
Harga covered warrant sangat sensitif terhadap beberapa variabel utama.
1. Pergerakan harga underlying
Perubahan kecil pada harga saham acuan dapat menghasilkan perubahan persentase yang jauh lebih besar pada harga warrant. Efek ini sering disebut sebagai efek pengganda.
2. Waktu hingga jatuh tempo
Semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, nilai waktu dari covered warrant akan berkurang. Jika harga underlying tidak bergerak sesuai harapan, nilai warrant dapat menurun meskipun harga saham relatif stabil.
3. Volatilitas pasar
Semakin tinggi volatilitas underlying, semakin besar nilai potensial warrant karena peluang pergerakan harga meningkat.
4. Tingkat suku bunga dan dividen
Faktor ini juga dapat memengaruhi harga warrant, meskipun dampaknya tidak selalu sebesar pergerakan harga underlying.
Karena sensitivitas yang tinggi, covered warrant dapat memberikan potensi keuntungan yang signifikan, tetapi juga membawa risiko kehilangan modal secara cepat jika pergerakan tidak sesuai ekspektasi.
Risiko Covered Warrant
Sebagai instrumen derivatif, covered warrant memiliki beberapa risiko utama.
Risiko kehilangan seluruh modal jika warrant kedaluwarsa tanpa nilai
Risiko volatilitas tinggi
Risiko likuiditas jika volume perdagangan rendah
Risiko kredit dari institusi penerbit
Investor perlu memahami bahwa covered warrant bukan instrumen untuk semua profil risiko. Instrumen ini lebih cocok bagi investor yang telah memahami mekanisme derivatif dan siap menghadapi fluktuasi harga yang cepat.
Kesimpulan
Covered warrant atau waran terbitan adalah instrumen derivatif yang diterbitkan oleh institusi keuangan dan memberikan hak untuk membeli atau menjual underlying asset pada harga tertentu. Berbeda dari waran biasa, covered warrant tidak menyebabkan dilusi saham karena tidak diterbitkan oleh emiten.
Harga covered warrant sangat sensitif terhadap pergerakan underlying, waktu, dan volatilitas pasar. Karena sifatnya yang berisiko tinggi, investor perlu memahami mekanisme dan peran institusi penerbit sebelum bertransaksi.
Jika kamu ingin membangun dasar pemahaman pasar sebelum mencoba instrumen derivatif, kamu bisa mulai dari saham dan ETF global melalui aplikasi Gotrade Indonesia untuk mengakses pasar AS secara langsung dan sesuai profil risiko kamu.
FAQ
Apa itu covered warrant?
Covered warrant adalah instrumen derivatif yang memberikan hak membeli atau menjual underlying asset pada harga tertentu dalam periode tertentu.
Apa perbedaan covered warrant dan waran biasa?
Covered warrant diterbitkan oleh institusi keuangan dan tidak menyebabkan dilusi saham, sedangkan waran biasa diterbitkan oleh emiten dan dapat menambah jumlah saham beredar.
Mengapa covered warrant lebih berisiko?
Karena harganya sangat sensitif terhadap pergerakan underlying dan dapat kehilangan seluruh nilainya saat jatuh tempo.












