Apa Itu Covered Warrant? Pengertian, Sensitivitas, dan Risikonya

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Apa Itu Covered Warrant? Pengertian, Sensitivitas, dan Risikonya

Share this article

Covered warrant adalah instrumen derivatif yang diterbitkan oleh institusi keuangan dan memberikan hak kepada investor untuk membeli atau menjual aset tertentu pada harga dan waktu yang telah ditentukan. Dalam konteks pasar modal Indonesia, istilah ini sering disebut sebagai waran terbitan karena diterbitkan oleh pihak selain perusahaan emiten saham.

Berbeda dengan waran biasa yang melekat pada penerbitan saham baru, covered warrant berdiri sebagai instrumen tersendiri dan biasanya memiliki underlying asset berupa saham, indeks, atau instrumen keuangan lainnya.

Memahami apa itu covered warrant penting karena instrumen ini memiliki karakteristik risiko dan sensitivitas harga yang berbeda dibanding saham biasa.

Pengertian Covered Warrant

Covered warrant adalah kontrak yang memberikan hak, bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset acuan pada harga tertentu sebelum atau pada tanggal jatuh tempo.

Ada dua jenis utama:

  • Call warrant, yang memberikan hak untuk membeli underlying asset

  • Put warrant, yang memberikan hak untuk menjual underlying asset

Karena termasuk derivatif, harga covered warrant sangat bergantung pada pergerakan harga underlying asset.

Menurut penjelasan Investopedia, dalam praktik pasar derivatif global, covered warrant memiliki struktur mirip opsi, tetapi diterbitkan langsung oleh institusi keuangan dan diperdagangkan di bursa seperti saham.

Perbedaan Covered Warrant dan Waran Biasa

Meskipun sama-sama disebut waran, covered warrant dan waran biasa memiliki perbedaan mendasar.

Perbedaan Covered Warrant dan Waran Biasa

1. Penerbit instrumen

Waran biasa diterbitkan oleh perusahaan emiten sebagai bagian dari aksi korporasi, biasanya untuk menarik investor saat penawaran saham.

Covered warrant atau waran terbitan diterbitkan oleh institusi keuangan seperti bank atau perusahaan sekuritas, bukan oleh emiten sahamnya.

2. Dampak terhadap jumlah saham

Waran biasa berpotensi menambah jumlah saham beredar ketika dikonversi, sehingga dapat menyebabkan dilusi.

Covered warrant tidak menambah jumlah saham beredar karena institusi penerbit biasanya telah memiliki atau melakukan lindung nilai atas underlying asset.

3. Tujuan penerbitan

Waran biasa bertujuan mendukung pendanaan perusahaan.

Covered warrant lebih sering digunakan sebagai instrumen perdagangan jangka pendek yang memberikan eksposur dengan modal relatif lebih kecil.

Peran Institusi Penerbit Covered Warrant

Karena covered warrant diterbitkan oleh institusi keuangan, peran penerbit menjadi sangat penting.

1. Menyediakan likuiditas

Institusi penerbit biasanya bertindak sebagai market maker. Mereka menyediakan kuotasi beli dan jual agar transaksi di pasar tetap berjalan.

2. Mengelola risiko lindung nilai

Untuk mengurangi risiko, penerbit melakukan hedging terhadap underlying asset. Ini penting agar mereka dapat memenuhi kewajiban jika investor mengeksekusi haknya.

3. Menentukan parameter kontrak

Harga pelaksanaan, rasio konversi, dan tanggal jatuh tempo ditentukan oleh penerbit. Struktur ini memengaruhi sensitivitas harga warrant terhadap underlying.

Karena itu, reputasi dan kredibilitas institusi penerbit menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan investor sebelum membeli covered warrant.

Jika kamu ingin memahami instrumen derivatif secara bertahap sebelum mencoba produk yang lebih kompleks, kamu bisa mulai dengan berinvestasi saham atau ETF global melalui aplikasi Gotrade Indonesia untuk membangun pemahaman dasar tentang pergerakan pasar.

Sensitivitas Covered Warrant terhadap Underlying

Harga covered warrant sangat sensitif terhadap beberapa variabel utama.

1. Pergerakan harga underlying

Perubahan kecil pada harga saham acuan dapat menghasilkan perubahan persentase yang jauh lebih besar pada harga warrant. Efek ini sering disebut sebagai efek pengganda.

2. Waktu hingga jatuh tempo

Semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, nilai waktu dari covered warrant akan berkurang. Jika harga underlying tidak bergerak sesuai harapan, nilai warrant dapat menurun meskipun harga saham relatif stabil.

3. Volatilitas pasar

Semakin tinggi volatilitas underlying, semakin besar nilai potensial warrant karena peluang pergerakan harga meningkat.

4. Tingkat suku bunga dan dividen

Faktor ini juga dapat memengaruhi harga warrant, meskipun dampaknya tidak selalu sebesar pergerakan harga underlying.

Karena sensitivitas yang tinggi, covered warrant dapat memberikan potensi keuntungan yang signifikan, tetapi juga membawa risiko kehilangan modal secara cepat jika pergerakan tidak sesuai ekspektasi.

Risiko Covered Warrant

Sebagai instrumen derivatif, covered warrant memiliki beberapa risiko utama.

  • Risiko kehilangan seluruh modal jika warrant kedaluwarsa tanpa nilai

  • Risiko volatilitas tinggi

  • Risiko likuiditas jika volume perdagangan rendah

  • Risiko kredit dari institusi penerbit

Investor perlu memahami bahwa covered warrant bukan instrumen untuk semua profil risiko. Instrumen ini lebih cocok bagi investor yang telah memahami mekanisme derivatif dan siap menghadapi fluktuasi harga yang cepat.

Kesimpulan

Covered warrant atau waran terbitan adalah instrumen derivatif yang diterbitkan oleh institusi keuangan dan memberikan hak untuk membeli atau menjual underlying asset pada harga tertentu. Berbeda dari waran biasa, covered warrant tidak menyebabkan dilusi saham karena tidak diterbitkan oleh emiten.

Harga covered warrant sangat sensitif terhadap pergerakan underlying, waktu, dan volatilitas pasar. Karena sifatnya yang berisiko tinggi, investor perlu memahami mekanisme dan peran institusi penerbit sebelum bertransaksi.

Jika kamu ingin membangun dasar pemahaman pasar sebelum mencoba instrumen derivatif, kamu bisa mulai dari saham dan ETF global melalui aplikasi Gotrade Indonesia untuk mengakses pasar AS secara langsung dan sesuai profil risiko kamu.

FAQ

Apa itu covered warrant?
Covered warrant adalah instrumen derivatif yang memberikan hak membeli atau menjual underlying asset pada harga tertentu dalam periode tertentu.

Apa perbedaan covered warrant dan waran biasa?
Covered warrant diterbitkan oleh institusi keuangan dan tidak menyebabkan dilusi saham, sedangkan waran biasa diterbitkan oleh emiten dan dapat menambah jumlah saham beredar.

Mengapa covered warrant lebih berisiko?
Karena harganya sangat sensitif terhadap pergerakan underlying dan dapat kehilangan seluruh nilainya saat jatuh tempo.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade