Ketika banyak investor melihat emas sebagai barometer sentimen pasar, silver dan copper justru punya cerita yang berbeda. Keduanya bukan sekadar aset lindung nilai, melainkan komoditas yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh seberapa aktif roda industri global berputar.
Di sinilah konsep industrial demand atau permintaan industri menjadi kunci untuk memahami mengapa harga silver dan copper bisa bergerak dramatis bahkan tanpa ada krisis finansial atau perubahan kebijakan moneter sekalipun.
Pengertian Industrial Demand
Industrial demand adalah permintaan terhadap suatu komoditas yang berasal dari sektor industri untuk keperluan produksi, manufaktur, atau infrastruktur, bukan untuk tujuan investasi atau penyimpanan nilai.
Berbeda dengan emas yang sebagian besar permintaannya berasal dari investasi dan perhiasan, silver dan copper memiliki porsi industrial demand yang sangat dominan.
Melansir The Silver Institute, sekitar 50% dari total permintaan silver global berasal dari sektor industri. Untuk copper, angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai lebih dari 70% dari total permintaan.
Ini berarti pergerakan harga kedua komoditas ini jauh lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi riil dibanding emas. Saat ekonomi global tumbuh dan aktivitas industri meningkat, permintaan silver dan copper naik. Saat ekonomi melambat, keduanya langsung merasakan tekanan.
Peran Manufaktur dan Energi
Dua sektor yang paling dominan dalam membentuk industrial demand silver dan copper adalah manufaktur dan energi, khususnya energi terbarukan.
Silver dalam panel surya dan elektronik
Silver adalah konduktor listrik terbaik di antara semua logam. Sifat ini membuatnya tidak tergantikan dalam berbagai aplikasi industri, mulai dari komponen elektronik, semiconductor, hingga panel surya.
Transisi energi global ke sumber terbarukan telah menjadi pendorong permintaan silver yang semakin signifikan. Setiap panel surya membutuhkan sejumlah kecil silver sebagai konduktor, dan dengan pertumbuhan instalasi panel surya yang masif di seluruh dunia, permintaan kumulatifnya menjadi sangat besar.
Semakin agresif target energi hijau suatu negara, semakin besar pula dampaknya terhadap industrial demand silver.
Copper sebagai tulang punggung infrastruktur
Copper atau tembaga adalah logam yang paling luas digunakan dalam sistem kelistrikan dan infrastruktur modern. Jaringan listrik, kabel bangunan, sistem pendingin, hingga kendaraan listrik semuanya bergantung pada copper dalam jumlah yang signifikan.
Satu kendaraan listrik membutuhkan empat kali lebih banyak copper dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Ini menjadikan copper sebagai salah satu komoditas yang paling langsung diuntungkan oleh percepatan adopsi kendaraan listrik secara global.
Dampak Sektor Properti dan Teknologi
Selain manufaktur dan energi, dua sektor lain yang sangat mempengaruhi industrial demand silver dan copper adalah properti dan teknologi.
Sektor properti dan copper
Konstruksi properti adalah salah satu konsumen terbesar copper. Setiap gedung, kompleks perumahan, atau infrastruktur komersial membutuhkan sistem kabel, pipa, dan instalasi listrik yang semuanya menggunakan copper dalam jumlah besar.
Dilansir dari laporan Bloomberg, ketika sektor properti sedang booming, permintaan copper ikut melonjak. Sebaliknya, ketika sektor properti lesu seperti yang terjadi di China dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap harga copper bisa sangat terasa karena China adalah konsumen copper terbesar di dunia, menyerap sekitar 50% dari total konsumsi global.
Sektor teknologi dan silver
Pertumbuhan industri teknologi, mulai dari smartphone, komputer, hingga infrastruktur data center, mendorong permintaan silver secara konsisten. Silver digunakan dalam berbagai komponen elektronik karena konduktivitas dan ketahanannya yang tinggi.
Tren seperti kecerdasan buatan yang membutuhkan infrastruktur komputasi masif, atau proliferasi perangkat Internet of Things, secara tidak langsung turut mendorong industrial demand silver dalam jangka panjang.
Tertarik berinvestasi di komoditas silver atau copper? Di Gotrade, kamu bisa mengakses ETF berbasis komoditas dan saham perusahaan tambang dari pasar AS.
Sensitivitas terhadap PMI
Salah satu indikator paling relevan untuk memantau industrial demand silver dan copper adalah Purchasing Managers' Index atau PMI.
PMI adalah indeks yang mengukur aktivitas sektor manufaktur berdasarkan survei terhadap manajer pembelian di berbagai perusahaan. Angka PMI di atas 50 menandakan ekspansi aktivitas manufaktur, sementara di bawah 50 menandakan kontraksi.
Mengapa PMI penting untuk silver dan copper?
Karena industrial demand keduanya sangat bergantung pada seberapa aktif sektor manufaktur global beroperasi, PMI menjadi leading indicator yang sering digunakan trader dan investor komoditas untuk mengantisipasi pergerakan harga.
Ketika PMI global, terutama PMI China dan AS sebagai dua ekonomi terbesar, menunjukkan tren ekspansi yang kuat, ini sering menjadi sinyal positif untuk harga copper dan silver. Sebaliknya, PMI yang melemah secara konsisten biasanya mendahului tekanan harga pada kedua komoditas tersebut.
PMI bukan satu-satunya variabel
Penting untuk tidak membaca PMI secara terisolasi. Faktor lain seperti kebijakan stimulus pemerintah, gangguan supply dari sisi tambang, dan sentimen risk-on atau risk-off di pasar keuangan global juga turut mempengaruhi harga silver dan copper secara bersamaan.
PMI paling berguna sebagai konfirmasi tren industrial demand jangka menengah, bukan sebagai sinyal trading jangka pendek yang berdiri sendiri.
Kesimpulan
Industrial demand adalah faktor penggerak utama yang membedakan silver dan copper dari emas. Keduanya sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi riil, aktivitas manufaktur, pertumbuhan sektor properti dan teknologi, serta transisi energi global yang sedang berlangsung.
Memahami dinamika industrial demand membantu investor membaca harga silver dan copper dengan lebih kontekstual, bukan hanya sebagai aset komoditas biasa tapi sebagai cerminan langsung dari kesehatan ekonomi global.
Ingin mulai membangun eksposur ke komoditas silver dan copper melalui ETF atau saham tambang dari pasar AS? Download Gotrade sekarang!
FAQ
Mengapa harga copper sering disebut indikator ekonomi global?
Karena penggunaannya yang luas di hampir semua sektor industri, pergerakan harga copper mencerminkan kondisi ekonomi riil secara langsung, sehingga dijuluki "Dr. Copper" oleh pelaku pasar.
Apakah industrial demand silver lebih besar dari permintaan investasinya?
Ya, sekitar 50% permintaan silver global berasal dari sektor industri.
Bagaimana cara memantau industrial demand silver dan copper?
Pantau data PMI manufaktur global, terutama dari China dan AS, serta perkembangan kebijakan energi terbarukan di negara-negara besar.











