Dalam instrumen derivatif, angka yang terlihat besar sering kali bukan jumlah uang yang benar-benar berpindah tangan. Banyak investor dan trader pemula keliru menilai risiko karena menyamakan eksposur kontrak dengan dana yang dibayarkan. Di sinilah konsep notional value menjadi sangat penting.
Memahami notional value membantu investor membaca ukuran eksposur, risiko, dan skala kontrak derivatif secara lebih akurat. Artikel ini membahas notional value adalah apa, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa konsep ini krusial dalam derivatif.
Apa Itu Notional Value?
Notional value adalah nilai nominal atau nilai teoritis dari suatu kontrak derivatif yang menjadi dasar perhitungan keuntungan, kerugian, atau kewajiban. Nilai ini merepresentasikan besaran aset yang dikendalikan oleh kontrak, bukan dana yang benar-benar dibayarkan.
Dalam banyak derivatif, notional value jauh lebih besar dibanding modal yang dikeluarkan. Karena itu, notional value sering disebut sebagai ukuran eksposur, bukan biaya transaksi.
Secara sederhana, notional value menjawab pertanyaan: “Seberapa besar nilai aset yang sedang saya kendalikan melalui kontrak ini?”
Bagaimana Notional Value Bekerja dalam Derivatif?
Notional value paling relevan dalam instrumen derivatif seperti futures, options, dan swap.
Notional value vs modal aktual
Dalam kontrak derivatif, investor tidak perlu membayar penuh nilai nosional. Biasanya hanya diperlukan margin atau premi.
Misalnya, kontrak dengan notional value US$100.000 bisa dikendalikan hanya dengan margin beberapa ribu dolar. Selisih inilah yang menciptakan leverage.
Peran notional value dalam perhitungan untung rugi
Perubahan harga aset dasar dihitung berdasarkan notional value. Kenaikan kecil pada harga underlying bisa menghasilkan keuntungan atau kerugian signifikan karena basisnya adalah nilai nosional.
Inilah sebabnya derivatif bisa memperbesar hasil, baik positif maupun negatif.
Notional value bukan nilai pasar kontrak
Nilai pasar kontrak derivatif bisa jauh lebih kecil dari notional value. Nilai pasar mencerminkan harga kontrak saat ini, sedangkan notional value tetap menjadi acuan eksposur.
Mencampuradukkan keduanya sering menyebabkan salah persepsi risiko.
Contoh Notional Value dalam Berbagai Instrumen
Melihat contoh konkret membantu memahami konsep ini secara praktis.
Notional value pada futures
Dalam kontrak futures indeks saham, notional value dihitung dari nilai indeks dikalikan multiplier. Jika indeks bernilai 4.000 dan multiplier 50, maka notional value kontraknya adalah 200.000.
Trader hanya perlu menyetor margin, tetapi eksposurnya tetap sebesar nilai tersebut.
Notional value pada options
Pada options, notional value dihitung dari harga underlying dikalikan jumlah saham dalam kontrak. Satu kontrak options saham AS umumnya mewakili 100 saham.
Meski premi yang dibayar relatif kecil, eksposurnya tetap mengacu pada nilai nosional.
Notional value pada swap dan derivatif lain
Dalam interest rate swap atau currency swap, notional value digunakan sebagai dasar perhitungan arus kas bunga atau nilai tukar. Namun, nilai nosional itu sendiri tidak dipertukarkan.
Ini menegaskan bahwa notional value adalah acuan perhitungan, bukan transaksi tunai.
Menurut Corporate Finance Institute, notional value digunakan untuk menunjukkan skala eksposur derivatif tanpa mencerminkan dana yang benar-benar berpindah tangan.
Mengapa Notional Value Penting dalam Manajemen Risiko?
Mengabaikan notional value bisa membuat investor meremehkan risiko.
Mengukur eksposur sesungguhnya
Modal kecil tidak selalu berarti risiko kecil. Notional value menunjukkan seberapa besar dampak pergerakan harga terhadap posisi.
Tanpa memahami nilai nosional, leverage sering disalahartikan sebagai “kesempatan”, bukan risiko.
Membantu membandingkan posisi derivatif
Notional value memudahkan investor membandingkan ukuran berbagai posisi derivatif. Dua kontrak dengan margin sama bisa memiliki eksposur yang sangat berbeda.
Perbandingan ini penting untuk alokasi risiko.
Menghindari ilusi kontrol dalam trading derivatif
Banyak trader merasa aman karena margin terlihat kecil. Padahal, notional value bisa sangat besar.
Kesadaran akan nilai nosional membantu menjaga disiplin posisi dan ukuran risiko.
Relevan untuk stress test portofolio
Dalam kondisi pasar ekstrem, dampak derivatif dihitung berdasarkan notional value. Investor profesional menggunakan nilai ini untuk simulasi risiko.
Tanpa notional value, stress test menjadi tidak realistis.
Mengutip Investopedia, regulator dan institusi keuangan menggunakan notional value sebagai indikator penting untuk menilai risiko sistemik dari derivatif.
Cara Menyikapi Notional Value secara Rasional
Notional value bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi dipahami.
Menyesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko menjadi langkah utama.
Investor perlu memastikan bahwa total notional value sejalan dengan kapasitas portofolio.
Selain itu, memahami notional value membantu memilih strategi derivatif yang sesuai tujuan, bukan sekadar mengejar leverage.
Kesimpulan
Notional value adalah nilai nominal kontrak derivatif yang mencerminkan besarnya eksposur terhadap aset dasar. Meski bukan dana yang benar-benar dibayarkan, nilai nosional menentukan skala keuntungan dan kerugian.
Dengan memahami notional value, investor dapat membaca risiko derivatif secara lebih objektif dan menghindari ilusi keamanan akibat modal kecil.
Dalam dunia derivatif, memahami nilai kontrak sama pentingnya dengan memahami arah pasar.
Mau bangun kebiasaan dan rutinitas trading? Yuk, download dan mulai dengan aplikasi Gotrade Indonesia sekarang, modal mulai Rp15.000 saja.
FAQ
1. Notional value adalah apa?
Notional value adalah nilai nominal kontrak derivatif yang menjadi dasar perhitungan eksposur dan risiko.
2. Apakah notional value sama dengan modal?
Tidak. Modal biasanya jauh lebih kecil dari notional value karena adanya leverage.
3. Mengapa notional value penting dalam derivatif?
Karena menentukan besarnya risiko dan dampak pergerakan harga terhadap posisi.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











