Bitcoin dominance adalah metrik yang menunjukkan seberapa besar dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto. Dalam bahasa sederhana, dominasi Bitcoin mengukur persentase nilai pasar BTC dibanding seluruh aset kripto yang ada.
Bagi investor kripto, memahami Bitcoin dominance penting untuk membaca rotasi dana antara BTC dan altcoin. Perubahan dominasi sering kali mencerminkan perubahan sentimen risiko di pasar.
Pengertian Bitcoin Dominance
Bitcoin dominance adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Rumus sederhananya:
Kapitalisasi pasar BTC ÷ total kapitalisasi pasar kripto × 100 persen
Jika total pasar kripto bernilai 1 triliun dolar dan kapitalisasi Bitcoin 500 miliar dolar, maka Bitcoin dominance berada di angka 50 persen.
Semakin tinggi angkanya, semakin besar porsi dana yang “parkir” di Bitcoin dibanding altcoin.
Dominasi Bitcoin bukan berarti harga BTC selalu naik. Metrik ini hanya menunjukkan perbandingan relatif antara BTC dan aset kripto lain.
Cara Membaca Bitcoin Dominance
Memahami dominasi Bitcoin membantu investor membaca fase pasar kripto. Berikut adalah cara membaca dominasi dan kapitalisasi ini menurut Coin Market Cap.
1. Dominasi Bitcoin naik
Jika Bitcoin dominance meningkat, artinya dana cenderung mengalir lebih besar ke BTC dibanding altcoin.
Biasanya kondisi ini terjadi saat:
Pasar kripto sedang dalam fase ketidakpastian
Investor mencari aset yang dianggap lebih “aman” di dalam ekosistem kripto
Altcoin mengalami koreksi lebih dalam daripada Bitcoin
Kenaikan dominasi sering diasosiasikan dengan fase risk-off dalam pasar kripto.
2. Dominasi Bitcoin turun
Jika dominasi Bitcoin menurun, berarti altcoin mulai mendapatkan porsi dana lebih besar.
Fenomena ini sering disebut altseason, yaitu periode ketika altcoin naik lebih agresif dibanding BTC.
Biasanya terjadi saat:
Sentimen pasar sangat bullish
Likuiditas melimpah
Investor lebih berani mengambil risiko
Namun penurunan dominasi tidak selalu berarti Bitcoin turun. Bisa saja BTC tetap naik, tetapi altcoin naik lebih cepat.
3. Level psikologis dominasi
Beberapa trader memperhatikan level teknikal pada grafik dominasi Bitcoin, seperti resistance dan support.
Ketika dominasi mendekati resistance historis, sebagian investor mulai mengantisipasi potensi rotasi ke altcoin.
Sebaliknya, jika mendekati support kuat, ada kemungkinan dana kembali mengalir ke Bitcoin.
Dampak Bitcoin Dominance ke Altcoin
Altcoin adalah istilah untuk semua aset kripto selain Bitcoin. Kata “altcoin” berasal dari gabungan kata alternative dan coin, yang berarti koin alternatif dari Bitcoin. Contohnya termasuk Ethereum, Solana, XRP, hingga berbagai token DeFi dan meme coin.
Nah, perubahan dominasi Bitcoin memiliki implikasi langsung terhadap para altcoin ini, contohnya antara lain:
1. Saat dominasi naik
Altcoin cenderung underperform dibanding Bitcoin.
Dalam fase ini, banyak altcoin mengalami koreksi lebih tajam atau kenaikan yang lebih lambat dibanding BTC.
Trader sering lebih selektif dan memilih altcoin dengan fundamental atau narasi kuat.
2. Saat dominasi turun
Altcoin biasanya mengalami performa lebih agresif.
Token dengan kapitalisasi kecil sering mencatat kenaikan persentase yang jauh lebih tinggi daripada Bitcoin.
Namun volatilitas juga meningkat, sehingga risiko koreksi tajam menjadi lebih besar.
3. Rotasi dana antar segmen
Selain antara BTC dan altcoin, dominasi juga dapat mencerminkan rotasi antara kategori altcoin seperti layer 1, DeFi, atau meme coin.
Trader yang memantau dominasi bisa mencoba membaca momentum sektor tertentu.
Apakah Bitcoin Dominance Bisa Jadi Sinyal Trading?
Bitcoin dominance sering digunakan sebagai indikator tambahan, bukan satu-satunya dasar keputusan.
Beberapa pendekatan yang umum digunakan:
Menggabungkan dominasi dengan analisis teknikal harga BTC
Melihat korelasi dengan indeks dolar AS
Mengamati volume dan sentimen pasar
Namun penting diingat bahwa dominasi adalah indikator relatif. Ia tidak menunjukkan arah harga absolut.
Risiko Mengandalkan Dominasi Secara Berlebihan
Meskipun populer, Bitcoin dominance memiliki keterbatasan.
- Pertama, munculnya stablecoin besar dapat memengaruhi total kapitalisasi pasar dan mengubah perhitungan dominasi.
- Kedua, peluncuran token baru dalam jumlah besar dapat mengubah komposisi pasar secara cepat.
- Ketiga, dominasi tidak mencerminkan faktor fundamental seperti regulasi, adopsi institusional, atau inovasi teknologi.
Karena itu, dominasi sebaiknya dipadukan dengan analisis lain.
Jika kamu ingin mendapatkan eksposur ke pasar kripto tanpa langsung memegang aset digital, kamu bisa mempertimbangkan saham yang memiliki eksposur terhadap Bitcoin seperti MicroStrategy melalui aplikasi Gotrade Indonesia.
Kesimpulan
Bitcoin dominance adalah metrik yang mengukur persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total pasar kripto. Perubahan dominasi sering mencerminkan rotasi dana antara BTC dan altcoin.
Saat dominasi naik, dana cenderung mengalir ke Bitcoin. Saat dominasi turun, altcoin biasanya lebih agresif.
Namun dominasi bukan sinyal sempurna. Investor tetap perlu menggabungkannya dengan analisis harga, sentimen, dan faktor makro.
Memahami dominasi Bitcoin membantu kamu membaca fase pasar kripto dengan lebih terstruktur dan tidak sekadar mengikuti hype.
FAQ
Apa itu Bitcoin dominance?
Bitcoin dominance adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total kapitalisasi pasar kripto.
Apakah dominasi tinggi berarti harga Bitcoin naik?
Tidak selalu. Dominasi hanya menunjukkan perbandingan relatif, bukan arah harga absolut.
Apa dampak dominasi turun bagi altcoin?
Biasanya altcoin cenderung outperform saat dominasi Bitcoin menurun.
Apakah dominasi bisa dijadikan sinyal trading utama?
Sebaiknya digunakan sebagai indikator tambahan, bukan satu-satunya dasar keputusan.











