Bitcoin sebagai Risk Asset atau Hedge? Ini Penjelasannya

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Bitcoin sebagai Risk Asset atau Hedge? Ini Penjelasannya

Share this article

Bitcoin sering diperdebatkan: apakah cocok sebagai aset risiko seperti saham teknologi, atau hedge seperti emas? Jawabannya tidak hitam-putih. Dalam beberapa periode, Bitcoin bergerak searah dengan indeks teknologi seperti Nasdaq. Di periode lain, BTC terlihat independen dan bahkan menguat saat ketidakpastian meningkat.

Untuk memahami peran Bitcoin dalam portofolio, kamu perlu melihat korelasi, perubahan regime pasar, dan konteks likuiditas global.

Korelasi BTC dan Saham Teknologi

Sejak 2020, korelasi Bitcoin dengan Nasdaq meningkat signifikan, terutama saat era suku bunga rendah dan stimulus besar. Dalam fase risk-on, ketika investor agresif memburu aset bertumbuh tinggi, BTC dan saham teknologi sering naik bersamaan.

Faktor yang membuat BTC terlihat seperti risk asset:

  • Sensitif terhadap likuiditas global

  • Dipengaruhi arus dana spekulatif

  • Naik tajam saat suku bunga rendah

  • Terkoreksi saat The Fed mengetatkan kebijakan

Ketika suku bunga naik dan yield obligasi meningkat, aset berisiko biasanya tertekan. Bitcoin pun beberapa kali mengalami penurunan bersamaan dengan saham growth.

Namun korelasi ini tidak selalu stabil. Ada periode di mana hubungan tersebut melemah atau bahkan terbalik.

Jika kamu ingin mengakses saham teknologi AS atau saham terkait kripto untuk diversifikasi, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Gotrade Indonesia dan menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi makro.

Perubahan Regime Risk-On dan Risk-Off

Pasar bergerak dalam dua regime besar: risk-on dan risk-off.

Pada fase risk-on:

  • Investor mencari pertumbuhan

  • Likuiditas longgar

  • Suku bunga rendah

  • Aset spekulatif naik

Di fase ini, melansir Investopedia, Bitcoin cenderung diperlakukan sebagai aset risiko. Pergerakannya agresif, sering kali melebihi saham teknologi dalam hal volatilitas.

Sebaliknya, pada fase risk-off:

  • Ketidakpastian meningkat

  • Likuiditas mengetat

  • Investor beralih ke dolar atau obligasi

  • Aset berisiko tertekan

Dalam kondisi ini, Bitcoin sering ikut terkoreksi, terutama jika pengetatan moneter menjadi faktor utama.

Namun ada pengecualian. Jika risk-off dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap sistem keuangan tradisional atau krisis mata uang, Bitcoin bisa bergerak berbeda dan dianggap sebagai alternatif sistem moneter.

Kapan BTC Bergerak Independen?

Bitcoin bisa menunjukkan perilaku yang lebih independen dalam beberapa situasi:

  1. Krisis spesifik sektor perbankan
    Ketika terjadi tekanan pada sistem perbankan, narasi “self-custody” dan desentralisasi sering menguat.

  2. Adopsi institusional besar
    ETF spot Bitcoin atau akumulasi perusahaan besar dapat mendorong pergerakan terpisah dari saham.

  3. Siklus kripto internal
    Halving, upgrade jaringan, atau sentimen kripto yang kuat bisa mendorong rally meski pasar saham stagnan.

  4. Perubahan ekspektasi kebijakan moneter
    Jika pasar mengantisipasi pelonggaran kebijakan, BTC bisa lebih cepat merespons dibanding saham tradisional.

Periode independen ini biasanya tidak permanen. Korelasi bisa kembali naik seiring perubahan kondisi likuiditas global.

Strategi Alokasi Dinamis

Alih-alih memposisikan Bitcoin sebagai risk asset murni atau hedge murni, banyak investor memilih pendekatan alokasi dinamis. Beberapa prinsip umum:

  • Alokasi kecil 1-5% untuk diversifikasi

  • Tambah eksposur saat likuiditas global melonggar

  • Kurangi eksposur saat real yield naik agresif

  • Perhatikan korelasi dengan Nasdaq secara berkala

Pendekatan ini membantu mengelola risiko volatilitas tinggi BTC, sekaligus memberi peluang partisipasi saat momentum kuat. Bitcoin memiliki karakteristik unik:

  • Volatilitas tinggi

  • Potensi return asimetris

  • Sensitif terhadap sentimen global

  • Dipengaruhi faktor teknikal dan makro sekaligus

Karena itu, position sizing menjadi sangat penting. Terlalu besar bisa meningkatkan risiko drawdown tajam, sementara terlalu kecil mungkin tidak berdampak signifikan pada portofolio.

Bitcoin: Risk Asset atau Hedge?

Jawaban yang lebih akurat adalah: Bitcoin bisa menjadi keduanya, tergantung konteks.

Dalam era likuiditas longgar, BTC sering bertindak seperti aset risiko dengan beta tinggi terhadap Nasdaq. Namun dalam situasi krisis kepercayaan terhadap sistem keuangan atau tekanan inflasi ekstrem, narasi hedge bisa menguat.

Yang lebih penting bukan labelnya, melainkan bagaimana kamu mengelolanya dalam portofolio.

Jika kamu ingin membangun eksposur ke saham teknologi AS, ETF global, atau aset dengan sensitivitas berbeda terhadap makro, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Gotrade Indonesia untuk membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi dan fleksibel.

Kesimpulan

Bitcoin tidak sepenuhnya risk asset, dan tidak sepenuhnya hedge. Perannya berubah mengikuti regime pasar, kebijakan moneter, dan dinamika likuiditas.

Korelasi dengan Nasdaq memberi gambaran bahwa BTC sering bergerak bersama aset risiko. Namun ada periode independen yang menunjukkan karakter uniknya.

Pendekatan paling rasional adalah memperlakukan Bitcoin sebagai aset volatil yang membutuhkan alokasi terukur dan disiplin risk management. Dengan strategi dinamis, kamu bisa memanfaatkan potensinya tanpa mengabaikan risikonya.

FAQ

Apakah Bitcoin selalu bergerak seperti saham teknologi?
Tidak selalu, tetapi dalam banyak periode BTC memiliki korelasi cukup tinggi dengan Nasdaq.

Apakah Bitcoin bisa menjadi hedge seperti emas?
Dalam kondisi tertentu, terutama krisis kepercayaan sistem keuangan, Bitcoin bisa bergerak lebih independen.

Berapa alokasi ideal Bitcoin dalam portofolio?
Umumnya 1-5% tergantung profil risiko dan toleransi volatilitas.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade