BTC vs Saham Teknologi: Mana Lebih Sensitif ke Likuiditas Global?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
BTC vs Saham Teknologi: Mana Lebih Sensitif ke Likuiditas Global?

Share this article

Bitcoin vs saham teknologi sering menjadi perbandingan menarik ketika pasar membahas likuiditas global. Keduanya sama-sama dianggap sebagai aset risiko dan sering bergerak searah saat kondisi risk-on, lalu terkoreksi bersama ketika likuiditas mengetat.

Namun pertanyaannya, mana yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dan arus modal global? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat hubungan Bitcoin dan saham teknologi dengan kebijakan moneter, beta terhadap indeks teknologi, serta rotasi modal global.

Jika kamu ingin mengelola eksposur ke aset berisiko secara lebih fleksibel, kamu bisa mengakses saham teknologi Amerika melalui aplikasi Gotrade Indonesia dan menyesuaikan strategi dengan kondisi likuiditas.

Sensitivitas terhadap Suku Bunga

Likuiditas global sebagian besar dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral, terutama suku bunga dan neraca bank sentral.

Ketika suku bunga rendah dan likuiditas melimpah:

Sebaliknya, saat suku bunga naik dan likuiditas mengetat:

  • Discount rate meningkat

  • Valuasi saham growth tertekan

  • Bitcoin sering terkoreksi tajam

Saham teknologi sangat sensitif terhadap suku bunga karena valuasinya bergantung pada proyeksi pertumbuhan masa depan. Ketika discount rate naik, valuasi future earnings menjadi kurang menarik, menurut Corporate Finance Institute.

Bitcoin, di sisi lain, tidak memiliki arus kas. Sensitivitasnya lebih terkait pada sentimen risiko dan likuiditas spekulatif. Saat likuiditas global longgar, dana lebih mudah mengalir ke aset volatil seperti BTC.

Dalam beberapa periode pengetatan moneter, Bitcoin bahkan menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dibanding indeks Nasdaq. Artinya, dalam fase likuiditas mengetat, BTC sering menjadi aset yang paling agresif tertekan.

Beta terhadap Indeks Teknologi

Dalam beberapa tahun terakhir, korelasi Bitcoin dengan indeks teknologi seperti Nasdaq meningkat signifikan.

Pada fase risk-on:

Korelasi ini membuat banyak analis menyebut Bitcoin sebagai “high beta Nasdaq”.

Namun ada perbedaan penting.

Saham teknologi seperti Apple, Microsoft, atau Nvidia memiliki fundamental bisnis, pendapatan, dan neraca. Pergerakan harga tetap memiliki dasar arus kas.

Bitcoin tidak memiliki fundamental arus kas. Harga sangat dipengaruhi oleh sentimen, likuiditas, dan positioning spekulatif.

Karena itu, dalam banyak fase:

  • Jika Nasdaq naik 10%, Bitcoin bisa naik lebih besar

  • Jika Nasdaq turun 10%, Bitcoin bisa turun lebih dalam

Dari sisi beta, Bitcoin sering lebih volatil dan lebih sensitif terhadap perubahan sentimen likuiditas dibanding sebagian besar saham teknologi besar.

Namun saham teknologi kecil atau growth berisiko tinggi bisa memiliki sensitivitas yang sebanding.

Rotasi Modal Global

Rotasi modal global juga memainkan peran besar dalam perbandingan Bitcoin vs saham teknologi.

Ketika investor global mencari growth:

  • Modal mengalir ke teknologi

  • Modal juga mengalir ke kripto

Saat sentimen berubah menjadi defensif:

  • Dana berpindah ke obligasi

  • Dolar AS menguat

  • Emas bisa naik

  • BTC dan tech bisa terkoreksi

Namun ada momen ketika Bitcoin bergerak independen.

Kapan BTC bergerak independen?

  • Saat terjadi katalis spesifik kripto seperti ETF Bitcoin atau halving

  • Saat adopsi institusi meningkat

  • Saat terjadi krisis kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional

Dalam kondisi tersebut, Bitcoin bisa menunjukkan performa berbeda dibanding saham teknologi.

Namun secara umum, dalam rezim likuiditas global modern, keduanya cenderung berada dalam kategori aset risiko.

Mana Lebih Sensitif ke Likuiditas?

Saham teknologi:

  • Sensitif terhadap suku bunga

  • Bergantung pada proyeksi earnings

  • Lebih terstruktur secara fundamental

Bitcoin:

  • Sangat sensitif terhadap sentimen likuiditas

  • Volatilitas lebih tinggi

  • Tidak memiliki arus kas fundamental

Dalam fase pengetatan moneter agresif, Bitcoin sering mengalami drawdown lebih besar dibanding indeks teknologi besar.

Dalam fase pelonggaran likuiditas, Bitcoin juga sering mengalami rally lebih eksplosif.

Artinya, dari sisi sensitivitas ekstrem terhadap likuiditas, Bitcoin cenderung lebih agresif dibanding saham teknologi besar.

Namun untuk investor jangka panjang, saham teknologi memiliki fondasi fundamental yang lebih jelas.

Strategi Mengelola Eksposur

Karena keduanya sensitif terhadap likuiditas global, strategi alokasi bisa disesuaikan dengan kondisi makro.

Beberapa pendekatan yang sering digunakan:

  • Mengurangi eksposur saat suku bunga naik tajam

  • Menambah eksposur saat likuiditas mulai longgar

  • Diversifikasi antara tech dan aset defensif

  • Mengatur position sizing sesuai volatilitas

Jika kamu ingin mendapatkan eksposur saham teknologi global seperti Nasdaq leaders secara terukur, kamu bisa memanfaatkan aplikasi Gotrade Indonesia untuk membeli saham Amerika sesuai profil risiko.

Kesimpulan

Dalam perbandingan Bitcoin vs saham teknologi, keduanya sama-sama sensitif terhadap likuiditas global. Namun Bitcoin cenderung memiliki volatilitas dan beta yang lebih tinggi, sehingga lebih agresif merespons perubahan sentimen risk-on dan risk-off.

Saham teknologi tetap dipengaruhi suku bunga dan discount rate, tetapi memiliki dasar fundamental berupa pendapatan dan arus kas. Bitcoin lebih murni bergerak berdasarkan sentimen dan arus likuiditas spekulatif.

Memahami rezim likuiditas global membantu kamu menentukan kapan meningkatkan atau mengurangi eksposur pada kedua aset tersebut.

FAQ

Apakah Bitcoin dan saham teknologi selalu bergerak searah?
Tidak selalu, tetapi dalam beberapa tahun terakhir korelasinya meningkat terutama saat kondisi likuiditas berubah.

Mana yang lebih volatil, Bitcoin atau saham teknologi?
Bitcoin umumnya lebih volatil dan memiliki beta lebih tinggi terhadap sentimen risiko.

Apakah keduanya cocok dalam satu portofolio?
Bisa, tetapi perlu manajemen risiko dan alokasi yang disesuaikan dengan profil risiko kamu.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade