Call Option vs Put Option: Perbedaan, Fungsi, dan Contohnya

Call Option vs Put Option: Perbedaan, Fungsi, dan Contohnya

Share this article

Dalam options trading, dua istilah yang paling dasar namun sering membingungkan adalah call option dan put option. Banyak pemula memahami keduanya secara terpisah, tetapi belum benar-benar mengerti perbedaan fungsi dan kapan masing-masing digunakan.

Padahal, memahami Call Option vs Put Option adalah fondasi penting sebelum melangkah ke strategi yang lebih kompleks. Tanpa pemahaman ini, options trading mudah berubah menjadi spekulasi tanpa arah.

Artikel ini membahas pengertian call option dan put option, perbedaan fungsi keduanya, contoh penggunaan sederhana, risiko masing-masing, serta kondisi market yang paling relevan.

Pengertian Call Option dan Put Option

Call option dan put option sama-sama merupakan kontrak derivatif yang memberi hak, bukan kewajiban, kepada pemegangnya. Melansir Investopedia, perbedaannya terletak pada arah ekspektasi harga.

Apa itu Call Option?

Call option adalah kontrak yang memberi hak kepada pembeli untuk membeli saham pada harga tertentu (strike price) sebelum atau saat tanggal kedaluwarsa.

Call options biasanya digunakan ketika investor mengharapkan harga saham naik. Jika harga bergerak sesuai ekspektasi, nilai call option dapat meningkat.

Apa itu Put Option?

Put option adalah kontrak yang memberi hak kepada pembeli untuk menjual saham pada harga tertentu sebelum atau saat tanggal kedaluwarsa.

Put options digunakan ketika investor mengantisipasi penurunan harga saham atau ingin melindungi nilai portofolio dari potensi penurunan.

Perbedaan Fungsi Call Option dan Put Option

Meskipun sama-sama options, fungsi call dan put berbeda secara fundamental.

Call option berfungsi sebagai:

  • Alat untuk mendapatkan eksposur kenaikan harga

  • Alternatif membeli saham dengan modal lebih kecil

  • Sarana spekulasi arah naik dengan risiko terbatas pada premium

Put option berfungsi sebagai:

  • Alat proteksi terhadap penurunan harga

  • Cara mendapatkan eksposur saat pasar turun

  • Instrumen lindung nilai untuk portofolio saham

Perbedaan fungsi ini membuat call dan put tidak saling menggantikan, tetapi saling melengkapi.

Melihat call dan put options secara berdampingan membantu investor memahami bagaimana pasar memberi harga pada skenario naik dan turun. Semuanya bisa kamu lakukan di aplikasi Gotrade.

Contoh Penggunaan Call dan Put Option

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh ilustratif tanpa detail teknis berlebihan, dikutip dari situs Groww:

Jika seorang investor memperkirakan harga saham akan naik dalam beberapa bulan ke depan, ia bisa menggunakan call option untuk mendapatkan eksposur kenaikan tanpa harus membeli saham secara penuh.

Sebaliknya, jika investor sudah memiliki saham dan khawatir harga akan turun dalam jangka pendek, put option dapat digunakan sebagai bentuk proteksi nilai.

Contoh ini menunjukkan bahwa call dan put tidak selalu digunakan untuk spekulasi semata, tetapi juga untuk manajemen risiko.

Risiko Call Option dan Put Option

Setiap instrumen memiliki risiko, termasuk call dan put options.

Risiko Call Option

Risiko utama call option bagi pembeli adalah kehilangan seluruh premium jika harga saham tidak naik sesuai ekspektasi hingga expiry.

Selain itu, waktu menjadi faktor penting. Meskipun harga saham tidak turun, call option bisa kehilangan nilai karena time decay.

Risiko Put Option

Put option juga memiliki risiko kehilangan premium jika harga saham tidak turun atau justru naik.

Pada kondisi market yang stabil atau naik perlahan, put option bisa mengalami penurunan nilai meskipun volatilitas rendah.

Penting dipahami bahwa risiko maksimum bagi pembeli call maupun put terbatas pada premium, tetapi probabilitas kehilangan premium tetap nyata.

Cocok untuk Kondisi Market Apa?

Memahami konteks market membantu menentukan apakah call atau put lebih relevan.

Call options lebih cocok digunakan saat:

  • Market cenderung bullish

  • Ada ekspektasi kenaikan harga yang jelas

  • Volatilitas mendukung pergerakan naik

Put options lebih cocok digunakan saat:

  • Market cenderung bearish

  • Ada risiko penurunan harga signifikan

  • Investor ingin melindungi portofolio

Namun, market tidak selalu bergerak satu arah. Karena itu, penggunaan call dan put sebaiknya selalu dikaitkan dengan tujuan, bukan hanya prediksi arah harga.

Kesimpulan

Call option dan put option adalah dua instrumen dasar dalam options trading dengan fungsi yang berbeda. Call option digunakan untuk ekspektasi kenaikan harga, sementara put option berperan dalam ekspektasi penurunan atau proteksi portofolio.

Memahami perbedaan fungsi, risiko, dan konteks market membantu investor menggunakan options secara lebih sadar, bukan sekadar mengikuti arah pasar.

Jika kamu ingin mulai memahami call option dan put option secara langsung, kamu bisa mengeksplorasi data dan struktur options pada saham dan ETF melalui aplikasi Gotrade Indonesia sesuai tahap belajarmu.

FAQ

Apa perbedaan utama call option dan put option?
Call option memberi hak membeli saham, sedangkan put option memberi hak menjual saham pada harga tertentu.

Apakah call option selalu lebih berisiko dari put option?
Tidak. Risiko keduanya tergantung konteks market, waktu, dan strategi yang digunakan.

Apakah pemula sebaiknya belajar call atau put dulu?
Pemula sebaiknya memahami keduanya secara bersamaan karena fungsi dan risikonya saling berkaitan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade