Bagi pemula, tampilan options chain sering terasa membingungkan. Deretan angka, banyak strike price, serta istilah seperti ITM, ATM, dan OTM membuat options terlihat jauh lebih rumit dibanding saham. Padahal, jika dipahami dengan cara yang tepat, options chain justru bisa dibaca secara cepat dan sistematis.
Artikel ini membahas cara cepat membaca options chain untuk pemula dengan fokus pada ITM, ATM, dan OTM options, dimulai dari definisi, dampaknya ke premi, contoh sederhana, hingga jebakan umum yang sering menyesatkan pemula.
Memahami ITM, ATM, dan OTM dalam Options
Melansir Investopedia, langkah pertama membaca options chain adalah memahami posisi harga options terhadap harga underlying asset.
In-The-Money (ITM)
ITM berarti options sudah memiliki nilai intrinsik.
-
Call option ITM: harga underlying berada di atas strike price
-
Put option ITM: harga underlying berada di bawah strike price
Options ITM biasanya memiliki premi lebih mahal karena sudah memiliki nilai bawaan.
At-The-Money (ATM)
ATM berarti harga underlying sangat dekat atau sama dengan strike price.
Options ATM sering menjadi pusat perhatian karena:
-
Sensitivitasnya tinggi terhadap pergerakan harga
-
Memiliki keseimbangan antara nilai waktu dan respons harga
Banyak trader menggunakan ATM sebagai referensi awal membaca options chain.
Out-Of-The-Money (OTM)
OTM berarti options belum memiliki nilai intrinsik.
-
Call option OTM: harga underlying di bawah strike price
-
Put option OTM: harga underlying di atas strike price
Options OTM terlihat murah, tetapi sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga di masa depan.
Efek ITM, ATM, dan OTM terhadap Premi Options
Setelah memahami definisi, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana posisi ini memengaruhi harga atau premi options.
Premi pada options ITM
Premi ITM lebih mahal karena:
-
Sudah memiliki nilai intrinsik
-
Pergerakannya cenderung lebih stabil
Namun, potensi return relatif lebih terbatas dibanding OTM karena sebagian “potensi” sudah tercermin di harga.
Premi pada options ATM
Options ATM biasanya memiliki:
-
Premi menengah
-
Sensitivitas tinggi terhadap pergerakan harga
Inilah alasan ATM sering digunakan oleh trader yang mengharapkan pergerakan harga dalam waktu dekat.
Premi pada options OTM
Options OTM memiliki premi paling murah. Namun:
-
Risiko kehilangan seluruh premi lebih besar
-
Sangat bergantung pada timing dan volatilitas
Premi murah bukan berarti risiko kecil.
Saat membaca options chain, jangan hanya terpaku pada harga premi. Perhatikan posisi ITM, ATM, atau OTM untuk memahami risiko yang sebenarnya.
Contoh Sederhana Membaca Options Chain
Misalkan sebuah saham diperdagangkan di harga 100.
-
Call strike 90 → ITM
-
Call strike 100 → ATM
-
Call strike 110 → OTM
Call ITM akan memiliki premi lebih tinggi karena sudah “bernilai”. Call ATM akan lebih sensitif terhadap pergerakan harga. Call OTM terlihat murah, tetapi membutuhkan kenaikan harga yang cukup signifikan agar bernilai.
Dengan logika yang sama, posisi put option bisa dibaca dari sisi sebaliknya.
Contoh ini membantu pemula melihat bahwa options chain sebenarnya adalah peta posisi harga, bukan sekadar daftar angka.
Cara Cepat Membaca Options Chain untuk Pemula
Agar tidak kewalahan, pemula bisa menggunakan pendekatan sederhana berikut.
Mulai dari harga underlying
Selalu mulai dari harga saham saat ini. Dari sini, tentukan strike mana yang ITM, ATM, dan OTM.
Fokus pada beberapa strike terdekat
Tidak perlu melihat semua strike. Fokus pada:
-
1-2 strike ITM
-
Strike ATM
-
1-2 strike OTM
Ini sudah cukup untuk memahami struktur dasar options chain.
Bandingkan premi secara horizontal
Lihat perbedaan premi antar strike untuk memahami bagaimana pasar memberi harga pada risiko dan potensi pergerakan.
Jebakan saat Membaca ITM, ATM, dan OTM
Banyak kesalahan pemula berasal dari interpretasi yang terlalu sederhana.
Menganggap OTM selalu lebih menguntungkan
Premi murah sering terlihat menarik, tetapi probabilitas profit OTM lebih rendah. Banyak pemula fokus pada potensi besar tanpa mempertimbangkan risiko kehilangan premi.
Mengira ITM selalu aman
ITM memang lebih “dekat” ke nilai intrinsik, tetapi tetap bisa rugi jika pergerakan harga tidak cukup atau waktu habis.
Mengabaikan waktu dan volatilitas
ITM, ATM, dan OTM hanya menjelaskan posisi harga. Tanpa mempertimbangkan waktu dan volatilitas, gambaran risiko menjadi tidak lengkap.
Menggunakan ITM, ATM, dan OTM dengan Lebih Sehat
Bagi pemula, ITM, ATM, dan OTM sebaiknya diperlakukan sebagai alat klasifikasi, bukan penentu hasil.
Pendekatan yang lebih sehat:
-
Gunakan ITM untuk stabilitas relatif
-
Gunakan ATM untuk sensitivitas
-
Waspadai OTM meskipun terlihat murah
Dengan cara ini, membaca options chain menjadi lebih terstruktur dan tidak emosional.
Kesimpulan
ITM, ATM, dan OTM adalah fondasi utama dalam membaca options chain. Dengan memahami definisi, efeknya terhadap premi, serta jebakan yang sering terjadi, pemula bisa membaca options chain secara lebih cepat dan rasional.
Options chain bukan alat menakutkan. Ia adalah peta risiko dan peluang yang menjadi jauh lebih jelas ketika dibaca dengan kerangka yang tepat.
Jika kamu ingin belajar membaca options chain langsung di platform trading, kamu bisa mengeksplorasi fitur options trading di aplikasi Gotrade dan melatih pemahaman ITM, ATM, dan OTM secara bertahap.
FAQ
Apa arti ITM, ATM, dan OTM dalam options?
ITM berarti in-the-money, ATM at-the-money, dan OTM out-of-the-money, yang menunjukkan posisi strike terhadap harga underlying.
Apakah options OTM selalu lebih menguntungkan?
Tidak. OTM memang lebih murah, tetapi risikonya lebih tinggi karena bergantung penuh pada pergerakan harga.
Mana yang cocok untuk pemula, ITM atau OTM?
Tergantung tujuan dan toleransi risiko. Pemula sebaiknya memahami karakter masing-masing sebelum memilih.











