Banyak pemula berpikir bahwa satu-satunya cara mendapatkan cuan adalah menunggu harga saham naik. Pola pikir ini wajar, karena di saham biasa, profit memang sangat bergantung pada kenaikan harga. Namun di options trading, pergerakan harga bukan satu-satunya sumber peluang.
Options memungkinkan trader merespons berbagai kondisi market, termasuk saat market turun atau bergerak sideways. Inilah alasan kenapa options sering dianggap lebih fleksibel, tetapi juga lebih kompleks. Artikel ini membahas bagaimana cara kerja options dalam tiga kondisi market utama, contoh sederhananya, serta catatan risiko yang perlu dipahami pemula.
Kondisi Market Naik: Saat Arah Harga Mendukung
Market naik adalah kondisi yang paling mudah dipahami oleh pemula. Harga saham cenderung bergerak lebih tinggi dari waktu ke waktu, didorong oleh sentimen positif atau kinerja perusahaan.
Opsi strategi yang umum digunakan
Dalam kondisi market naik, strategi yang sering digunakan pemula adalah call option. Call option memberi hak untuk membeli saham di harga tertentu, sehingga nilainya berpotensi meningkat jika harga saham naik melewati strike price.
Contoh sederhana
Misalnya, sebuah saham diperdagangkan di harga 100. Seorang trader membeli call option dengan strike price 105 dan expiry satu bulan. Jika dalam beberapa minggu harga saham naik ke 115, call option tersebut bisa bernilai lebih tinggi meskipun trader tidak membeli sahamnya secara langsung.
Risk notes
Risiko utama dalam kondisi market naik adalah time decay. Jika harga tidak naik cukup cepat atau hanya naik sedikit, call option tetap bisa kehilangan nilai. Prediksi arah yang benar belum tentu menghasilkan profit jika timing tidak tepat.
Kondisi Market Turun: Saat Banyak Orang Menunggu
Saat market turun, banyak investor memilih menunggu. Namun dalam options trading, kondisi ini tetap bisa dimanfaatkan dengan pendekatan yang tepat.
Opsi strategi yang umum digunakan
Dalam market turun, put option sering digunakan. Put option memberi hak untuk menjual saham di harga tertentu, sehingga nilainya berpotensi naik ketika harga saham turun.
Selain itu, sebagian trader juga menggunakan options sebagai alat proteksi untuk mengurangi risiko portofolio saham yang dimiliki.
Contoh sederhana
Sebuah saham berada di harga 100 dan mulai menunjukkan tanda pelemahan. Trader membeli put option dengan strike price 95. Jika harga saham turun ke 85, nilai put option dapat meningkat, meskipun trader tidak melakukan short saham secara langsung.
Risk notes
Risiko utama di market turun adalah volatilitas yang cepat berubah. Ketika penurunan sudah terjadi, premi options bisa menjadi mahal. Jika market berbalik arah atau stabil, nilai put option bisa turun dengan cepat.
Kondisi Market Sideways: Saat Harga Tidak Ke Mana-Mana
Market sideways sering membuat trader saham merasa frustrasi karena harga bergerak dalam rentang sempit. Namun di options trading, kondisi ini justru sering menjadi fokus strategi tertentu.
Opsi strategi yang relevan
Dalam market sideways, beberapa pendekatan options berfokus pada waktu dan volatilitas, bukan arah harga. Strategi semacam ini biasanya memanfaatkan fakta bahwa options memiliki nilai waktu yang terus berkurang.
Bagi pemula, pemahaman dasarnya adalah bahwa harga tidak harus bergerak jauh agar options memiliki peran, tetapi pendekatannya berbeda dari call atau put biasa.
Contoh sederhana
Jika sebuah saham bergerak stabil di kisaran harga tertentu selama beberapa waktu, options dengan expiry dekat akan mengalami penurunan nilai waktu. Dalam kondisi tertentu, strategi berbasis waktu bisa lebih relevan dibanding mengejar arah harga.
Risk notes
Risiko terbesar market sideways adalah salah membaca kondisi. Jika harga tiba-tiba breakout, strategi yang mengandalkan kestabilan harga bisa berubah menjadi berisiko. Karena itu, pemula perlu ekstra hati-hati dan memahami batas risiko sejak awal.
Mengapa Options Tidak Perlu Menunggu Harga Naik?
Dari tiga kondisi market di atas, terlihat bahwa options tidak hanya bergantung pada satu skenario. Options merespons:
-
Arah harga
-
Waktu
-
Volatilitas
Inilah yang membuat options trading fleksibel, tetapi juga menuntut pemahaman lebih dalam dibanding saham biasa. Bagi pemula, melansir Investopedia, memahami bahwa cuan saat market turun atau sideways itu mungkin adalah langkah awal mengubah pola pikir.
Options trading bukan soal menebak market, tetapi soal menyesuaikan strategi dengan kondisi yang ada. Yuk, coba options trading sekarang juga di Gotrade Indonesia!
Catatan Penting untuk Pemula Options
Sebelum mencoba memanfaatkan berbagai kondisi market, ada beberapa hal yang perlu diingat:
-
Tidak semua strategi cocok untuk semua kondisi
-
Risiko options bisa terjadi meskipun arah harga benar
-
Ukuran posisi dan disiplin lebih penting daripada ide strategi
Options bukan alat cepat kaya, tetapi alat manajemen risiko dan peluang jika digunakan dengan sadar.
Kesimpulan
Dalam options trading, kamu tidak perlu menunggu harga naik untuk mulai belajar. Market naik, turun, maupun sideways masing-masing memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda dalam options.
Dengan memahami cara kerja options di berbagai kondisi market, pemula dapat melihat options sebagai alat yang lebih fleksibel, bukan sekadar taruhan arah harga.
Yuk mulai options trading sekarang dengan pendekatan bertahap dan risiko terukur. Kamu bisa mempelajari dan mencoba fitur options trading di aplikasi Gotrade, menyesuaikannya dengan tujuan dan toleransi risikomu.
FAQ
Apakah pemula bisa cuan saat market turun?
Bisa, jika memahami cara kerja put option dan risiko yang menyertainya.
Apakah options cocok saat market sideways?
Bisa, tetapi pendekatannya berbeda dan membutuhkan pemahaman tambahan tentang waktu dan volatilitas.
Apakah options selalu lebih menguntungkan dari saham?
Tidak. Options menawarkan fleksibilitas, tetapi juga membawa risiko yang lebih tinggi.











