Banyak orang merasa sudah cukup mengelola keuangan hanya dengan tidak boros. Tapi tanpa struktur yang jelas, sulit untuk tahu ke mana sebenarnya uang pergi setiap bulannya. Di sinilah anggaran bulanan berperan, bukan sebagai alat pembatas, melainkan sebagai peta yang membantu kamu mencapai tujuan finansial dengan lebih terarah.
Membuat anggaran yang realistis bukan tentang memotong semua pengeluaran yang menyenangkan. Ini tentang memahami kondisi keuanganmu secara jujur, lalu membuat keputusan yang lebih sadar tentang bagaimana uangmu bekerja untukmu.
Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis
Identifikasi pemasukan tetap dan variabel
Langkah pertama adalah memahami dengan tepat berapa uang yang masuk setiap bulan. Pemasukan terbagi menjadi dua jenis: tetap dan variabel.
Pemasukan tetap adalah pendapatan yang jumlahnya konsisten setiap bulan, seperti gaji, tunjangan rutin, atau pendapatan sewa. Pemasukan variabel adalah pendapatan yang jumlahnya berubah-ubah, seperti komisi, freelance, bonus, atau hasil investasi.
Jika kamu memiliki pemasukan variabel, gunakan rata-rata tiga hingga enam bulan terakhir sebagai angka acuan. Hindari menggunakan bulan terbaik sebagai patokan karena ini akan membuat anggaranmu tidak realistis.
Catat semua pengeluaran selama satu bulan penuh
Sebelum membuat anggaran, kamu perlu tahu dulu pola pengeluaran yang sudah berjalan. Catat setiap transaksi selama satu bulan penuh, sekecil apapun. Ini bisa dilakukan lewat aplikasi keuangan, spreadsheet, atau bahkan catatan manual.
Melansir First Bank, tujuannya bukan untuk langsung menghakimi pengeluaran mana yang salah, melainkan untuk mendapatkan gambaran yang jujur dan lengkap. Banyak orang terkejut ketika menyadari berapa besar yang mereka habiskan untuk kategori tertentu yang selama ini tidak pernah diperhitungkan.
Pisahkan pengeluaran menjadi kebutuhan dan keinginan
Setelah data pengeluaran terkumpul, kategorikan menjadi dua kelompok besar: kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah pengeluaran yang tidak bisa dihilangkan tanpa berdampak langsung pada kualitas hidup, seperti sewa, listrik, makan, transportasi kerja, dan cicilan. Keinginan adalah pengeluaran yang bersifat opsional, seperti makan di restoran, langganan streaming, atau belanja pakaian di luar kebutuhan mendesak.
Metode 50/30/20 atau custom ratio
Salah satu kerangka budgeting pribadi yang paling populer adalah metode 50/30/20. Dalam metode ini, pemasukan bersih dibagi ke dalam tiga kelompok besar:
- 50% untuk kebutuhan pokok seperti sewa, makan, transportasi, dan tagihan rutin
- 30% untuk keinginan seperti hiburan, makan di luar, dan hobi
- 20% untuk tabungan dan investasi
Sesuaikan rasionya dengan kondisimu, yang terpenting adalah proporsi untuk tabungan dan investasi tidak dikorbankan.
Tentukan pos anggaran yang spesifik
Setelah rasio besar ditetapkan, pecah menjadi pos-pos yang lebih spesifik. Misalnya dalam kategori kebutuhan, pisahkan antara sewa, listrik, internet, dan transportasi. Dalam kategori keinginan, pisahkan antara hiburan, makan di luar, dan belanja.
Semakin spesifik pos anggaranmu, semakin mudah untuk memantau dan mengontrol pengeluaran di masing-masing kategori.
Tetapkan batas maksimal per kategori
Untuk setiap pos anggaran, tentukan angka maksimal yang boleh dihabiskan dalam sebulan. Angka ini harus didasarkan pada data pengeluaran aktual yang sudah kamu catat sebelumnya, bukan angka ideal yang terlalu optimistis.
Menetapkan batas yang terlalu ketat akan membuatmu frustrasi dan mudah menyerah. Lebih baik mulai dengan batas yang masih nyaman, lalu kencangkan secara bertahap seiring kebiasaan baru terbentuk.
Prioritaskan dana darurat sebelum investasi
Sebelum mengalokasikan uang untuk investasi, pastikan kamu sudah memiliki atau sedang membangun dana darurat. Idealnya dana darurat mencakup tiga hingga enam bulan pengeluaran bulanan dan disimpan di instrumen yang likuid seperti tabungan atau reksa dana pasar uang.
Dana darurat adalah penyangga yang mencegah kamu terpaksa mencairkan investasi atau berutang saat menghadapi pengeluaran tak terduga.
Otomatiskan pengeluaran prioritas di awal bulan
Salah satu strategi paling efektif dalam budgeting adalah membayar diri sendiri lebih dulu. Begitu gaji masuk, segera transfer otomatis ke rekening tabungan atau investasi sebelum uang sempat terpakai untuk hal lain.
Dengan cara ini, tabungan dan investasi bukan lagi sisa dari pengeluaran, melainkan pengeluaran pertama yang wajib dipenuhi setiap bulan.
Sudah punya dana yang disisihkan setiap bulan? Pertimbangkan untuk mulai menginvestasikannya di saham atau ETF global melalui aplikasi Gotrade.
Gunakan sistem amplop atau kategori digital
Untuk membantu disiplin dalam setiap pos anggaran, banyak orang menggunakan sistem amplop, baik secara fisik maupun digital. Setiap amplop mewakili satu kategori pengeluaran, dan ketika amplop itu habis, pengeluaran untuk kategori tersebut berhenti sampai bulan berikutnya.
Versi digitalnya bisa dilakukan lewat aplikasi keuangan yang memungkinkan kamu membuat kategori dan memantau sisa anggaran secara real-time.
Antisipasi pengeluaran tidak rutin
Anggaran yang baik tidak hanya memperhitungkan pengeluaran bulanan yang rutin, tapi juga pengeluaran yang tidak rutin namun bisa diprediksi, seperti servis kendaraan, perpanjangan asuransi, biaya liburan, atau kado ulang tahun.
Cara paling praktis adalah membagi total estimasi pengeluaran tidak rutin dalam setahun dengan 12, lalu masukkan hasilnya sebagai pos tersendiri dalam anggaran bulanan. Dengan begitu, pengeluaran besar tidak lagi terasa mengejutkan.
Evaluasi dan penyesuaian bulanan
Anggaran bukan dokumen yang dibuat sekali lalu dilupakan. Di akhir setiap bulan, luangkan waktu untuk membandingkan anggaran yang sudah direncanakan dengan pengeluaran aktual yang terjadi.
Identifikasi kategori mana yang konsisten jebol dan mana yang masih tersisa. Dari sana, evaluasi apakah batas yang ditetapkan memang tidak realistis atau ada kebiasaan pengeluaran yang perlu diubah. Penyesuaian bulanan ini yang membuat anggaranmu semakin presisi dan relevan dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Anggaran bulanan yang realistis bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang konsistensi. Mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, pilih metode yang sesuai kondisimu, dan lakukan evaluasi setiap bulan tanpa menghakimi diri sendiri terlalu keras.
Semakin lama kamu menjalankannya, semakin mudah budgeting pribadi terasa, bukan sebagai beban tapi sebagai kebiasaan yang memberikan rasa tenang karena kamu tahu ke mana uangmu pergi dan ke mana tujuannya.
Sudah mulai menyisihkan dana setiap bulan dan ingin membuatnya bekerja lebih keras? Download Gotrade sekarang dan mulai investasi di saham serta ETF global dari pasar AS!
FAQ
Apakah metode 50/30/20 cocok untuk semua orang?
Tidak selalu. Metode ini adalah panduan awal yang bisa disesuaikan. Kunci utamanya adalah memastikan ada alokasi konsisten untuk tabungan dan investasi, berapapun persentasenya.
Bagaimana jika pemasukan saya tidak tetap setiap bulan?
Gunakan rata-rata pemasukan tiga hingga enam bulan terakhir sebagai acuan, dan rancang anggaran berdasarkan skenario konservatif agar tidak kekurangan di bulan dengan pemasukan lebih rendah.
Seberapa sering anggaran bulanan perlu direvisi?
Evaluasi ringan sebaiknya dilakukan setiap akhir bulan. Revisi besar bisa dilakukan setiap tiga hingga enam bulan, atau ketika ada perubahan signifikan dalam pemasukan atau kondisi hidup.











