9 Cara Memulai Investasi Emas untuk Pemula: Panduan Lengkap

9 Cara Memulai Investasi Emas untuk Pemula: Panduan Lengkap

Share this article

Emas adalah salah satu aset investasi tertua di dunia, dan sampai hari ini tetap relevan. Bagi pemula, emas sering menjadi pilihan pertama karena terasa familiar, relatif stabil, dan mudah dipahami dibanding instrumen lain seperti saham atau obligasi.

Tapi "mudah dipahami" bukan berarti tidak ada hal yang perlu dipelajari. Cara memulai investasi emas yang benar akan menentukan apakah emas benar-benar bekerja sebagai aset di portofoliomu, atau hanya jadi pembelian yang tidak jelas tujuannya.

Cara Memulai Investasi Emas untuk Pemula

Tentukan tujuan investasi

Mengutip The Royal Mint, sebelum membeli emas dalam bentuk apapun, tanyakan dulu: untuk apa emas ini?

Tujuan yang berbeda akan menentukan instrumen yang berbeda.



  • Jika tujuannya adalah menjaga nilai aset jangka panjang, emas fisik atau ETF emas bisa menjadi pilihan.
  • Jika tujuannya adalah dana darurat yang tetap tumbuh, emas digital dengan likuiditas tinggi mungkin lebih sesuai.
  • Jika tujuannya adalah diversifikasi portofolio dari risiko inflasi, alokasi emas perlu disesuaikan dengan komposisi aset lainnya.

Tanpa tujuan yang jelas, kamu tidak bisa mengevaluasi apakah investasi emasmu berhasil atau tidak.

Pilih bentuk emas yang sesuai

Ada beberapa bentuk investasi emas yang tersedia di Indonesia, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda:

  • Emas fisik: batangan atau koin dengan sertifikat resmi. Kamu memegang aset secara langsung, tapi perlu memikirkan penyimpanan dan biaya spread yang cukup lebar saat beli dan jual.
  • Emas digital: kepemilikan emas yang dicatat secara digital melalui platform seperti Pegadaian atau Pluang. Lebih praktis dan bisa dimulai dari nominal kecil, tapi kepemilikan bergantung pada keandalan platform.
  • ETF emas: instrumen pasar modal yang diperdagangkan di bursa seperti saham. Lebih likuid dan transparan dari sisi harga, cocok untuk investor yang ingin fleksibilitas lebih tinggi.

Untuk panduan lebih lengkap soal perbedaan keduanya, perbandingan emas fisik dan emas digital bisa membantu kamu menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Perhatikan spread harga

Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual emas. Ini adalah biaya implisit yang sering tidak disadari investor pemula.

Semakin lebar spread-nya, semakin besar potensi kerugian yang harus kamu "balas" sebelum investasi mulai menghasilkan. Emas fisik umumnya memiliki spread yang lebih lebar dibanding emas digital atau ETF emas. Sebelum membeli, selalu cek spread yang berlaku dan hitung berapa persen harga emas harus naik agar kamu berada di titik impas.

Pahami porsi ideal dalam portofolio

Emas bukan aset yang sebaiknya mendominasi portofolio. Fungsinya adalah sebagai penyeimbang, bukan mesin pertumbuhan utama.

Panduan umum yang sering digunakan adalah alokasi 5-10% dari total portofolio untuk emas. Investor konservatif bisa mendekati batas atas, sementara investor dengan horizon panjang dan toleransi risiko lebih tinggi bisa di batas bawah atau bahkan lebih rendah. Proporsi ini bisa disesuaikan saat kondisi pasar berubah, misalnya saat inflasi naik atau ketidakpastian geopolitik meningkat.

Mulai dengan nominal kecil secara bertahap

Salah satu kesalahan umum investor pemula adalah mengalokasikan terlalu besar di awal karena harga emas terasa sedang "bagus." Pendekatan yang lebih aman adalah masuk secara bertahap dengan nominal tetap setiap bulan, atau yang dikenal sebagai strategi DCA.

Strategi DCA pada ETF emas membantu meratakan harga beli dalam jangka panjang dan mengurangi risiko timing yang sering menjadi jebakan pemula. Konsistensi lebih penting dari ketepatan waktu masuk.

Kenali fungsi emas sebagai lindung nilai

Emas bukan aset yang diharapkan naik setiap bulan. Fungsi utamanya adalah menjaga daya beli saat inflasi meningkat dan menstabilkan portofolio saat pasar saham bergejolak.

Memahami fungsi ini penting agar kamu tidak panik saat harga emas stagnan atau bahkan turun sementara. Dalam konteks portofolio yang lebih luas, emas sebagai lindung nilai inflasi bekerja paling efektif saat dikombinasikan dengan aset lain seperti saham dan instrumen pertumbuhan.

Tertarik mulai investasi emas melalui ETF dari pasar AS? Di Gotrade, kamu bisa mengakses ETF emas global mulai dari US$1. Terdaftar OJK, prosesnya sepenuhnya digital.


  • Jika tujuannya adalah menjaga nilai aset jangka panjang, emas fisik atau ETF emas bisa menjadi pilihan.
  • Jika tujuannya adalah dana darurat yang tetap tumbuh, emas digital dengan likuiditas tinggi mungkin lebih sesuai.
  • Jika tujuannya adalah diversifikasi portofolio dari risiko inflasi, alokasi emas perlu disesuaikan dengan komposisi aset lainnya.

Pahami risiko sebelum membeli

Setiap bentuk investasi emas memiliki risiko yang berbeda:

  • Emas fisik: risiko penyimpanan dan spread lebar
  • Emas digital: risiko platform, regulasi, dan likuiditas yang bergantung pada sistem internal
  • ETF emas: risiko volatilitas harga dan timing

Risiko investasi emas digital sering tidak terlihat karena tampilannya yang sederhana. Memahami risiko masing-masing instrumen sebelum membeli adalah langkah yang tidak bisa dilewati, terutama untuk pemula.

Pantau kondisi makro yang mempengaruhi harga emas

Harga emas tidak bergerak di ruang hampa. Ada beberapa faktor makro yang secara konsisten mempengaruhi arah harganya:

  • Suku bunga riil: saat suku bunga riil rendah, emas cenderung lebih menarik
  • Nilai dolar AS: dolar yang melemah biasanya mendorong harga emas naik
  • Inflasi: emas sering menguat saat inflasi tinggi dan daya beli mata uang melemah
  • Ketidakpastian geopolitik: permintaan emas sebagai safe haven meningkat saat ketidakpastian global naik

Memantau faktor-faktor ini membantu kamu membuat keputusan yang lebih kontekstual, bukan hanya bereaksi terhadap pergerakan harga sesaat.

Lakukan evaluasi dan rebalancing berkala

Setelah memulai investasi emas, jangan dibiarkan begitu saja. Harga emas yang naik tajam bisa membuat porsinya dalam portofolio membesar secara tidak sengaja, menggeser keseimbangan yang sudah direncanakan.

Lakukan evaluasi minimal setahun sekali. Jika porsi emas sudah melebihi target awal, pertimbangkan untuk melakukan rebalancing dengan mengurangi posisi atau menambah aset lain yang underweight. Disiplin dalam menjaga alokasi adalah salah satu kunci investasi jangka panjang yang sehat.

Kesimpulan

Memulai cara investasi emas yang benar bukan soal membeli di waktu yang paling tepat, melainkan tentang memahami tujuan, memilih instrumen yang sesuai, dan membangun kebiasaan investasi yang konsisten dari waktu ke waktu.

Emas paling efektif saat difungsikan sebagai penyeimbang portofolio, bukan sebagai satu-satunya aset. Mulai dengan nominal kecil, pahami risiko masing-masing instrumen, dan evaluasi secara berkala agar alokasi tetap sesuai rencana.

Siap mulai investasi emas dengan cara yang lebih terstruktur? Download Gotrade sekarang dan akses ETF emas dari pasar AS mulai US$1, terdaftar dan diawasi OJK.

FAQ

Berapa modal minimal untuk mulai investasi emas di Gotrade?

Di Gotrade, kamu bisa mulai investasi ETF emas dari pasar AS mulai dari US$1 atau sekitar Rp16 ribu.

Apakah emas cocok untuk investasi jangka pendek?

Kurang ideal. Emas lebih efektif sebagai aset jangka menengah hingga panjang karena spread dan volatilitas jangka pendeknya bisa menggerus keuntungan.

Mana yang lebih baik untuk pemula, emas fisik atau ETF emas?

Keduanya punya kelebihan masing-masing. Emas fisik lebih mudah dipahami secara konsep, sementara ETF emas lebih likuid dan fleksibel untuk dikelola sebagai bagian dari portofolio.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade