Cara Menentukan Target Investasi Sesuai Usia dan Tujuan

Cara Menentukan Target Investasi Sesuai Usia dan Tujuan

Share this article

Setiap orang punya tujuan keuangan yang berbeda. Dari membeli rumah, menyiapkan dana pensiun, sampai mencapai kebebasan finansial lebih cepat. Namun, sering kali yang membuat bingung adalah bagaimana menentukan target investasi yang realistis dan sesuai usia.

Lewat artikel ini, Gotrade akan membahas cara menentukan target investasi berdasarkan umur dan tujuan finansialmu, lengkap dengan panduan risiko dan simulasi hasil investasi jangka pendek maupun panjang.

Kenapa Target Investasi Itu Penting?

Tanpa target yang jelas, investasi jadi seperti naik mobil tanpa arah. Kamu bisa jalan jauh, tapi belum tentu sampai tujuan. Dengan memiliki target, kamu bisa:

  • Menentukan strategi dan durasi investasi yang tepat.
  • Mengukur berapa besar modal dan return yang dibutuhkan.
  • Mengelola ekspektasi risiko sesuai kemampuan finansialmu.

Melansir CNBC, investor yang punya tujuan dan disiplin alokasi investasi cenderung meraih hasil 30–40% lebih tinggi dalam jangka panjang dibanding mereka yang berinvestasi tanpa rencana.

Langkah 1: Tentukan Tujuan Finansial

Sebelum menghitung angka, mulai dari pertanyaan sederhana: Untuk apa kamu berinvestasi?

Umumnya, tujuan finansial terbagi menjadi tiga kategori:

  • Jangka pendek (1–3 tahun) → seperti dana liburan, DP rumah, atau membeli kendaraan.
  • Jangka menengah (3–10 tahun) → seperti pendidikan anak, biaya menikah, atau modal usaha.
  • Jangka panjang (10 tahun ke atas) → seperti pensiun dan kebebasan finansial.

Semakin panjang jangka waktunya, semakin besar ruang kamu menoleransi fluktuasi pasar demi potensi hasil yang lebih tinggi.

Langkah 2: Sesuaikan Strategi dengan Usia

Usia sangat berpengaruh terhadap risk appetite, seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi.

Berikut panduan umum investasi berdasarkan usia:

1. Usia 20-an: Waktu adalah aset terbaikmu

Karakter: berani ambil risiko, waktu panjang untuk memulihkan kerugian.

Fokus: pertumbuhan modal jangka panjang.

Strategi: dominan pada aset agresif seperti saham dan ETF global. Misalnya, portofolio 80% saham, 20% obligasi atau reksa dana pasar uang.

Contoh: Jika kamu rutin investasi Rp1 juta per bulan dengan imbal hasil 10% per tahun, maka dalam 25 tahun kamu bisa punya lebih dari Rp1,3 miliar hanya dengan konsistensi.

2. Usia 30–40-an: Keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas

Karakter: mulai memikirkan keluarga, cicilan, dan keamanan finansial.

Fokus: menjaga pertumbuhan aset sambil menambah elemen proteksi.

Strategi: seimbang antara saham (60–70%) dan aset stabil seperti ETF pendapatan tetap, obligasi, atau emas (30–40%).

Kamu tetap bisa bertumbuh lewat saham global seperti Apple, Microsoft, dan ETF indeks seperti S&P 500, namun dengan diversifikasi yang lebih terukur.

3. Usia 50-an ke atas: Fokus pada pelestarian aset

Karakter: lebih konservatif, tidak ingin kehilangan nilai pokok.

Fokus: menjaga nilai aset dan menciptakan arus kas pasif.

Strategi: dominan pada instrumen defensif seperti dividen saham, ETF pendapatan tetap, dan obligasi jangka pendek.

Investasi di perusahaan yang rutin membayar dividen bisa menjadi sumber cash flow pasif, misalnya saham Coca-Cola yang sudah puluhan tahun konsisten bagi hasil.

Langkah 3: Hitung Kebutuhan & Target Return

Setelah tahu tujuan dan profil risikomu, langkah berikutnya adalah menghitung berapa besar return yang dibutuhkan.

Contoh sederhana: Kamu ingin memiliki Rp1 miliar dalam 20 tahun. Jika bisa menabung Rp2 juta per bulan, maka kamu perlu imbal hasil rata-rata sekitar 8% per tahun.

Itu target yang realistis bila kamu berinvestasi secara konsisten di saham atau ETF global.

Sebaliknya, jika kamu ingin mencapai target yang sama dalam 10 tahun, maka kamu butuh imbal hasil 17–18% per tahun, target yang jauh lebih agresif dan berisiko tinggi.

Langkah 4: Gunakan Prinsip Diversifikasi

Tidak ada satu aset yang selalu unggul setiap tahun. Karena itu, penting untuk menyebar risiko dengan diversifikasi:

  • Kombinasikan saham sektor berbeda (teknologi, kesehatan, energi).
  • Gunakan ETF untuk mendapatkan eksposur ke banyak saham sekaligus.
  • Simpan sebagian dana di aset stabil seperti obligasi atau reksa dana pasar uang.

Di Gotrade, kamu bisa membeli ETF S&P 500 (SPY) atau Nasdaq 100 (QQQ) yang secara otomatis berisi puluhan hingga ratusan saham besar dunia, efisien dan ideal untuk investor jangka panjang.

Langkah 5: Evaluasi dan Sesuaikan Secara Berkala

Kondisi keuangan dan pasar bisa berubah. Itulah mengapa target investasi perlu ditinjau ulang setiap 6–12 bulan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Naikkan nominal investasi jika penghasilan meningkat.
  • Ubah proporsi saham-obligasi seiring bertambahnya usia.
  • Rebalancing portofolio untuk menjaga keseimbangan risiko.

Konsistensi dan disiplin jauh lebih penting dibanding mencari waktu terbaik untuk membeli saham.

Simulasi: Pertumbuhan Investasi Jangka Panjang

Durasi Investasi Investasi Bulanan Imbal Hasil 8%/tahun Nilai Akhir
10 tahun Rp1 juta Rp183 juta Rp183 juta
20 tahun Rp1 juta Rp590 juta Rp590 juta
25 tahun Rp1 juta Rp947 juta Rp947 juta
30 tahun Rp1 juta Rp1,49 miliar Rp1,49 miliar

Dari tabel ini, bisa dilihat bahwa waktu adalah faktor paling kuat dalam membangun kekayaan, bukan jumlah awalnya.

Kesimpulan

Menentukan target investasi yang tepat bukan hanya soal angka, tapi soal memahami diri sendiri, usia, tujuan, dan kemampuan menanggung risiko. Semakin muda kamu mulai, semakin besar kekuatan waktu membantumu.

Mulailah dari sekarang dengan rencana sederhana dan disiplin jangka panjang. Lewat Gotrade, kamu bisa membangun portofolio saham dan ETF global mulai dari Rp15.000, cara modern untuk mewujudkan tujuan finansialmu satu per satu.

Bangun target investasimu mulai hari ini, dan biarkan waktu bekerja untuk kamu.

FAQ

1. Apakah usia muda harus langsung investasi saham?

Tidak wajib, tapi sangat disarankan. Usia muda memberi waktu lebih panjang untuk menumbuhkan modal dan mengatasi fluktuasi pasar.

2. Bagaimana menentukan target return yang realistis?

Kisaran 6–10% per tahun umumnya cukup realistis untuk portofolio saham atau ETF jangka panjang.

3. Apakah Gotrade cocok untuk investasi jangka panjang?

Ya, Gotrade menyediakan akses legal ke saham dan ETF global yang ideal untuk strategi pertumbuhan jangka menengah dan panjang.

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures adalah Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade