Banyak orang punya keinginan finansial yang jelas di kepala, rumah sendiri, dana pensiun yang cukup, atau liburan ke luar negeri. Tapi keinginan tanpa angka dan tenggat waktu yang konkret hanyalah angan-angan. Di sinilah target keuangan tahunan berperan mengubah harapan menjadi rencana yang bisa dieksekusi.
Menetapkan target keuangan bukan hanya tentang menentukan angka yang ingin dicapai. Ini tentang membangun sistem yang membuatmu bergerak ke arah yang benar setiap bulannya, bahkan di saat motivasi sedang rendah sekalipun.
Menentukan Tujuan Jangka Pendek dan Panjang
Langkah pertama dalam perencanaan keuangan yang efektif adalah memisahkan tujuan berdasarkan cakupan waktunya. Tanpa pemisahan ini, semua tujuan terasa sama mendesaknya dan sulit diprioritaskan.
Bedakan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang
Tujuan jangka pendek adalah target yang ingin dicapai dalam satu tahun, seperti melunasi utang kartu kredit, membangun dana darurat, atau menabung untuk liburan.
Tujuan jangka menengah mencakup rentang satu hingga lima tahun, misalnya uang muka rumah atau dana pendidikan anak.
Tujuan jangka panjang adalah target di atas lima tahun, seperti dana pensiun atau kebebasan finansial.
Buat tujuan yang spesifik dan terukur
Tujuan yang samar seperti "ingin lebih hemat" atau "mau mulai investasi" tidak cukup. Tujuan yang efektif harus spesifik dan memiliki angka yang jelas. Misalnya, "menabung Rp24.000.000 untuk dana darurat dalam 12 bulan" atau "mengumpulkan Rp50.000.000 sebagai uang muka rumah dalam tiga tahun."
Prioritaskan berdasarkan urgensi dan dampak
Tidak semua tujuan bisa dikejar sekaligus dengan intensitas yang sama. Prioritaskan berdasarkan dua faktor: seberapa mendesak tujuan tersebut dan seberapa besar dampaknya terhadap kondisi keuanganmu secara keseluruhan, dilansir dari Investopedia.
Dana darurat, misalnya, hampir selalu menjadi prioritas pertama karena ketidakhadirannya bisa mengganggu semua tujuan lain saat ada keadaan darurat. Baru setelah itu, tujuan lain seperti investasi atau tabungan spesifik bisa dikejar secara paralel.
Menghitung Kebutuhan Dana
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah menerjemahkannya ke dalam angka yang konkret. Ini adalah bagian yang paling sering dilewati, padahal justru di sinilah rencana menjadi nyata.
Hitung total dana yang dibutuhkan untuk setiap tujuan
Untuk setiap tujuan, tentukan berapa total dana yang diperlukan. Jika tujuanmu adalah membangun dana darurat, kalikan pengeluaran bulananmu dengan jumlah bulan yang ingin kamu cover, umumnya tiga hingga enam bulan.
Jika tujuanmu adalah uang muka rumah, riset harga properti yang realistis di lokasi yang kamu inginkan dan hitung persentase uang muka yang dibutuhkan.
Angka yang realistis lebih baik daripada angka yang terlalu optimistis. Selalu tambahkan buffer sekitar 10 hingga 15% dari estimasi awal untuk mengantisipasi perubahan harga atau kebutuhan yang tidak terduga.
Pecah target tahunan menjadi target bulanan
Setelah total dana diketahui, bagi dengan jumlah bulan yang tersisa hingga tenggat waktu. Hasilnya adalah angka yang harus kamu sisihkan setiap bulan untuk mencapai tujuan tersebut tepat waktu.
Jika angka bulanan terasa terlalu besar dibanding kapasitas finansialmu saat ini, ada dua pilihan:
- perpanjang tenggat waktunya, atau
- cari cara untuk meningkatkan pemasukan atau mengurangi pengeluaran agar ada ruang yang lebih besar untuk ditabung.
Perhitungkan inflasi untuk tujuan jangka panjang
Untuk tujuan yang baru akan dicapai lima tahun atau lebih ke depan, jangan lupa memperhitungkan inflasi. Dana yang kamu butuhkan di masa depan hampir pasti lebih besar dari estimasi harga saat ini.
Gunakan asumsi inflasi sekitar 5 hingga 7 persen per tahun sebagai patokan konservatif. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa investasi lebih efektif dibanding sekadar menabung untuk tujuan jangka panjang, karena investasi berpotensi menghasilkan imbal hasil yang mengalahkan inflasi.
Sudah tahu berapa dana yang kamu butuhkan? Lewat aplikasi Gotrade, kamu bisa mulai menginvestasikan dana yang sudah disisihkan ke saham dan ETF global dari pasar AS.
Potensi imbal hasil jangka panjang yang lebih optimal dibanding hanya menyimpan di tabungan.
Monitoring Progres
Menetapkan target tanpa sistem monitoring ibarat berlayar tanpa kompas. Kamu mungkin bergerak, tapi tidak tahu apakah arahnya sudah benar.
Tetapkan titik evaluasi yang rutin
Jangan hanya mengevaluasi progres di akhir tahun. Buat titik evaluasi yang lebih pendek, idealnya setiap bulan untuk review ringan dan setiap tiga bulan untuk evaluasi yang lebih menyeluruh.
Review bulanan cukup untuk memastikan alokasi dana berjalan sesuai rencana.
Evaluasi tiap kuartal lebih cocok untuk menilai apakah strategi keseluruhan masih relevan atau perlu disesuaikan dengan perubahan kondisi.
Gunakan indikator progres yang sederhana
Cara termudah untuk memantau progres adalah dengan membandingkan posisi aktual dengan target yang seharusnya sudah tercapai pada titik waktu tertentu. Misalnya, jika target tahunanmu adalah Rp24.000.000 dan sudah memasuki bulan keenam, kamu seharusnya sudah mengumpulkan sekitar Rp12.000.000.
Jika posisi aktualmu lebih rendah dari angka tersebut, kamu perlu mencari tahu penyebabnya dan membuat penyesuaian sebelum gap-nya semakin besar.
Sesuaikan target saat kondisi berubah
Perubahan kondisi hidup seperti pergantian pekerjaan, penambahan tanggungan, atau perubahan besar dalam pengeluaran adalah hal yang wajar. Ketika itu terjadi, jangan ragu untuk merevisi target dan strategi yang sudah dibuat.
Kesimpulan
Target keuangan tahunan yang efektif bukan hanya soal angka, melainkan tentang kejelasan arah, perhitungan yang realistis, dan konsistensi dalam memantau progres. Mulai dari memisahkan tujuan jangka pendek dan panjang, hitung kebutuhan dana secara konkret, lalu bangun sistem monitoring yang sederhana namun rutin dijalankan.
Semakin spesifik targetmu dan semakin disiplin kamu memantau progresnya, semakin besar peluang untuk benar-benar mencapainya, bukan hanya merencanakan.
Siap mulai mengoptimalkan dana yang sudah kamu sisihkan untuk tujuan jangka panjang? Download Gotrade sekarang dan mulai investasi di saham serta ETF global dari pasar AS!
FAQ
Berapa banyak target keuangan yang ideal untuk dikejar dalam satu tahun?
Idealnya fokus pada dua hingga tiga target utama agar energi dan dana tidak terpecah terlalu banyak. Prioritaskan yang paling mendesak dan berdampak besar, baru tambahkan target lain setelah yang utama berjalan stabil.
Apa yang harus dilakukan jika target keuangan tidak tercapai di akhir tahun?
Evaluasi penyebabnya secara jujur, apakah targetnya tidak realistis, ada pengeluaran tak terduga, atau ada kebiasaan yang perlu diubah. Gunakan pembelajaran tersebut untuk membuat target tahun berikutnya yang lebih terukur.
Apakah investasi bisa membantu mencapai target keuangan lebih cepat?
Ya, terutama untuk tujuan jangka menengah dan panjang. Imbal hasil dari investasi bisa mempercepat pertumbuhan dana dibanding hanya mengandalkan tabungan biasa yang kalah dari inflasi.











