Bagi trader baru, memahami cara mengatur risiko trading adalah fondasi terpenting sebelum belajar strategi apa pun. Banyak pemula masuk ke pasar tanpa rencana risiko, kemudian bingung ketika mengalami kerugian besar.
Padahal, trading yang aman selalu dimulai dari pengelolaan risiko: menentukan stop loss, memakai position sizing kecil, dan menetapkan risk reward ratio yang realistis. Tanpa ini, bahkan strategi terbaik pun kemungkinan gagal.
Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah praktis manajemen risiko dalam trading, agar kamu bisa memulai dengan lebih aman dan terstruktur.
Manfaat Manajemen Risiko dalam Trading
Mengutip Investopedia, penyebab terbesar kegagalan trader pemula adalah kerugian besar yang terjadi sebelum mereka belajar mengendalikan risiko.
Trade Nation juga mencatat bahwa disiplin risiko adalah keterampilan yang paling konsisten dimiliki oleh trader yang bertahan lama di pasar.
Manajemen risiko membantu kamu:
- membatasi kerugian agar tidak menghapus modal
- menjaga emosi tetap stabil
- membuat strategi trading lebih konsisten
- menghindari keputusan impulsif
Tanpa pengaturan risiko, trading berubah menjadi gambling.
Pilar Utama Mengatur Risiko dalam Trading Pemula
1. Menentukan stop loss (SL) sebelum entry
Stop loss adalah batas kerugian maksimal yang bersedia kamu terima.
Prinsip SL yang wajib diikuti pemula:
- SL harus objektif, berdasarkan struktur harga
- jangan menempatkan SL terlalu dekat
- jangan menahan posisi jika sudah kena SL
Lokasi SL yang umum:
- di bawah swing low (untuk posisi long)
- di atas swing high (untuk posisi short)
SL harus ditentukan sebelum kamu klik buy.
2. Gunakan risk–reward ratio (RRR) yang sehat
RRR adalah perbandingan antara potensi profit vs risiko.
Untuk pemula:
- minimal RR 1:2
- ideal RR 1:3
Contoh:
- risiko: US$10
- target minimal: US$20 sampai US$30
RRR membantu memastikan bahwa satu kemenangan bisa menutupi beberapa kerugian kecil.
3. Mulai dengan position sizing kecil
Kesalahan besar pemula adalah masuk terlalu besar.
Mulailah dengan:
- 1 sampai 2 persen dari modal total per posisi
- ukuran kecil hingga terbiasa dengan volatilitas pasar
Position sizing kecil:
- menjaga drawdown tetap rendah
- membuat emosi lebih stabil
- memberi ruang belajar yang aman
Jika modal total US$1000, maksimal risiko per trade adalah US$10 sampai US$20.
4. Hindari overtrading
Overtrading terjadi saat trader mengambil terlalu banyak posisi dalam waktu singkat.
Dampaknya:
- emosi tidak stabil
- risiko meningkat
- keputusan menjadi impulsif
Tetapkan batas trading harian:
- maksimal 1 sampai 3 trade per hari
- atau maksimal 1 posisi berjalan
Batas ini membantu kamu lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas.
5. Trading hanya saat setup sesuai rencana
Banyak pemula masuk karena:
- FOMO
- iklan sinyal
- rekomendasi teman
- “feeling bagus”
Cara aman adalah hanya trading saat setup sesuai rulebook pribadi.
Checklist sebelum entry:
- tren jelas?
- level support/resistance jelas?
- SL jelas?
- RR jelas?
- volume mendukung?
Jika salah satu tidak terpenuhi, jangan entry.
Teknik Tambahan untuk Mengendalikan Risiko
1. Jangan menambah posisi pada trade yang sedang rugi
Ini disebut averaging down dan sangat berbahaya untuk pemula.
Mengapa berbahaya?
- Kamu memperbesar risiko tanpa alasan objektif.
- Bisa mempercepat kerugian besar.
Tambahkan posisi hanya pada trade yang sudah terbukti benar, bukan saat salah.
2. Batasi risiko total per hari
Risk control harian sangat efektif.
Aturan sederhana:
- jika rugi 3 persen per hari → berhenti
- jika rugi 10 persen per minggu → evaluasi
Ini mencegah emosi mengambil alih.
3. Jangan trading ketika kondisi mental tidak stabil
Trading membutuhkan fokus.
Hindari trading saat:
- stres
- capek
- overconfidence
- merasa “ingin balas dendam”
Emosi negatif membuat pengaturan risiko tidak berguna.
Contoh Manajemen Risiko untuk Pemula
Misal modal US$1000.
Strategi aman:
- risiko per trade = 2 persen = US$20
- entry di harga US$50
- stop loss = US$48
- risiko per saham = US$2
- position size = US$20 / US$2 = 10 saham
- target minimal (RR1:2) = US$54
Dengan ini, kamu trading secara terukur dan konsisten.
Mau Belajar Cara Kelola Risiko? Gabung The Foundry!
The Foundry by Gotrade adalah Komunitas Premium Berbasis Edukasi yang dipandu analis profesional.
Jika kamu ingin belajar trading dari dasar, memahami manajemen risiko, dan membangun strategi yang lebih terstruktur, The Foundry adalah tempat terbaik untuk memulai.
Hal yang harus kamu tahu sebelum daftar The Foundry:
- The Foundry menerapkan membership fee sebesar Rp4.500.000.
- Untuk bergabung, kamu harus memiliki akun Gotrade aktif.
- The Foundry adalah program premium dengan slot terbatas, makanya jangan terlewat!
Kesimpulan
Memahami cara mengatur risiko trading adalah kunci utama untuk bertahan di pasar, terutama bagi trading pemula.
Dengan stop loss yang jelas, risk–reward ratio sehat, position sizing kecil, dan aturan trading yang disiplin, kamu bisa menghindari kerugian besar dan belajar dengan lebih aman.
Trading tidak harus berbahaya, asalkan kamu memiliki sistem risk management yang kuat sejak awal.
FAQ
1. Berapa risiko ideal untuk pemula pada setiap trade?
Umumnya 1 sampai 2 persen dari total modal.
2. Apa RR ideal untuk trader pemula?
Minimal RR 1:2 untuk memastikan profit jangka panjang tetap positif.
3. Apakah position sizing penting?
Sangat penting karena menentukan seberapa besar risiko dalam setiap trade.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











