Setiap kali THR cair, dilema yang sama hampir selalu muncul. Apakah uang THR sebaiknya digunakan untuk liburan dan kebutuhan Lebaran, atau justru dialokasikan untuk investasi? Di satu sisi, THR terasa seperti bonus yang layak dinikmati. Di sisi lain, ada keinginan agar uang ini memberi dampak jangka panjang.
Dilema ini wajar. Uang THR berada di area abu-abu antara kebutuhan emosional dan tujuan finansial. Tanpa perencanaan, THR sering habis tanpa terasa. Namun, dengan pendekatan yang lebih sadar, THR bisa menjadi alat untuk menyeimbangkan keduanya.
Untuk mengambil keputusan yang lebih rasional, penting memahami peran THR dalam keuangan pribadi.
Memahami Peran Uang THR dalam Keuangan Pribadi
Uang THR berbeda dari gaji bulanan karena sifatnya tidak rutin. Banyak orang memperlakukannya sebagai uang tambahan yang bebas digunakan, terutama untuk konsumsi musiman.
Padahal, secara finansial, THR tetap bagian dari pendapatan tahunan. Cara seseorang mengatur THR sering mencerminkan kebiasaan keuangannya secara keseluruhan. Jika gaji bulanan sudah habis untuk kebutuhan rutin, THR kerap menjadi satu-satunya ruang untuk bernapas secara finansial.
Melihat THR sebagai alat bantu keuangan, bukan uang ekstra semata, membantu menempatkannya pada porsi yang lebih seimbang.
Ragam Pertimbangan: Liburan atau Investasi?
Keputusan menggunakan THR tidak bisa disamaratakan. Ada beberapa pertimbangan utama yang sebaiknya dipikirkan sebelum menentukan arah penggunaan.
Kondisi keuangan saat ini
Jika kondisi keuangan masih rapuh, misalnya belum memiliki dana darurat atau masih menanggung utang konsumtif, menggunakan seluruh THR untuk liburan berisiko menimbulkan tekanan keuangan setelahnya.
Sebaliknya, jika kondisi relatif stabil, menyisihkan sebagian THR untuk dinikmati bukan keputusan yang keliru.
Tujuan jangka pendek vs jangka panjang
Liburan memberi manfaat emosional dalam jangka pendek. Investasi bekerja lebih lambat, tetapi berdampak pada tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, rumah, atau kebebasan finansial.
Mengatur THR berarti menimbang dua kepuasan ini secara sadar, bukan memilih salah satunya secara ekstrem.
Kesiapan mental menghadapi risiko
Mengalokasikan THR untuk investasi juga berarti siap menghadapi fluktuasi. Jika ekspektasi masih menginginkan hasil cepat, memasukkan seluruh THR ke investasi justru bisa memicu stres dan keputusan impulsif.
Kesalahan Umum dalam Mengatur THR
Banyak orang berniat mengatur THR dengan baik, tetapi terjebak pada pola yang sama setiap tahun.
Kesalahan paling umum adalah tidak membuat alokasi sejak awal. Tanpa rencana, THR mudah bocor ke pengeluaran kecil yang terasa wajar, tetapi akumulasinya besar.
Kesalahan lain, melansir Money Helper, adalah menaruh ekspektasi berlebihan pada investasi jangka pendek. Menggunakan THR untuk investasi tanpa memahami risikonya bisa berujung kekecewaan dan kehilangan kepercayaan diri dalam berinvestasi.
Pembagian THR yang Lebih Seimbang dan Realistis
Alih-alih memilih antara liburan atau investasi, pendekatan yang lebih sehat adalah membagi uang THR ke beberapa pos.
Tidak ada komposisi yang benar secara universal. Namun, prinsip dasarnya adalah memberi ruang untuk dinikmati sekaligus dimanfaatkan.
Bagi banyak orang, pembagian sederhana seperti:
-
Sebagian untuk kebutuhan dan kewajiban
-
Sebagian untuk dinikmati
-
Sebagian untuk tujuan jangka panjang seperti tabungan atau investasi
Pendekatan ini membantu mengurangi rasa bersalah saat menggunakan THR untuk bersenang-senang, sekaligus menjaga disiplin finansial.
Jika kamu ingin mencoba mengalokasikan sebagian THR untuk tujuan jangka panjang, memulainya secara bertahap sering terasa lebih ringan. Dengan akses ke saham global dan pembelian fraksional di aplikasi investasi Gotrade, kamu bisa mulai investasi tanpa harus mengorbankan seluruh THR sekaligus.
Download Gotrade dengan tap tombol di bawah, sekarang!
THR untuk Investasi: Kapan Masuk Akal?
Menggunakan THR untuk investasi masuk akal ketika kondisi keuangan relatif stabil dan tujuan keuangan sudah cukup jelas.
THR bisa digunakan sebagai tambahan modal untuk rencana yang sebelumnya tertunda, atau sebagai langkah awal bagi yang ingin mulai berinvestasi dengan nominal terbatas.
Namun, penting diingat bahwa investasi bukan pengganti dana darurat. Jika cadangan likuid belum tersedia, memprioritaskan investasi dari THR justru dapat meningkatkan risiko finansial.
Menyelaraskan THR dengan Gaya Hidup dan Tujuan
Mengatur THR bukan soal mencari keputusan yang paling benar secara teori, tetapi yang paling sesuai dengan kondisi dan prioritas pribadi.
Bagi sebagian orang, liburan bersama keluarga memiliki nilai emosional yang tidak tergantikan. Bagi yang lain, melihat portofolio tumbuh justru memberi rasa aman jangka panjang.
Keselarasan antara keputusan finansial dan gaya hidup membantu menghindari penyesalan, baik karena terlalu boros maupun terlalu menahan diri.
Kesimpulan
THR untuk liburan atau investasi bukanlah pilihan hitam-putih. Uang THR sebaiknya diperlakukan sebagai alat untuk menyeimbangkan kebutuhan emosional dan tujuan finansial.
Dengan memahami kondisi keuangan, menimbang ragam pertimbangan, dan membagi THR secara sadar sejak awal, keputusan yang diambil akan terasa lebih tenang dan terukur.Jika kamu memutuskan menggunakan sebagian THR untuk investasi, memulainya dari nominal kecil bisa menjadi langkah awal yang realistis. Kamu bisa mulai berinvestasi saham global langsung dari aplikasi Gotrade Indonesia, sesuai dengan ritme dan tujuan keuanganmu.
FAQ
Apakah uang THR sebaiknya dihabiskan atau disimpan?
Uang THR sebaiknya dialokasikan sejak awal, sebagian untuk dinikmati dan sebagian untuk tujuan keuangan agar tidak habis tanpa arah.
Apakah THR cocok digunakan untuk investasi?
THR cocok digunakan untuk investasi jika kondisi keuangan stabil dan dana darurat sudah tersedia, sehingga risikonya lebih terkendali.
Bagaimana cara mengatur THR agar tidak habis sia-sia?
Tentukan pembagian THR sejak awal, hindari keputusan impulsif, dan sesuaikan alokasi dengan tujuan keuangan jangka pendek dan panjang.











