Cara Menghitung THR Prorate, Lengkap dengan Aturan & Contohnya

Cara Menghitung THR Prorate, Lengkap dengan Aturan & Contohnya

Share this article

Menjelang Lebaran, pertanyaan soal THR berapa, THR kapan cair, hingga cara menghitung THR prorate hampir selalu muncul. Terutama bagi karyawan yang masa kerjanya belum genap satu tahun, sistem THR prorate sering terasa membingungkan.

Padahal, aturan THR prorate sudah cukup jelas dan bisa dihitung secara sederhana jika memahami dasarnya. Artikel ini membahas cara menghitung THR prorate sesuai ketentuan, lengkap dengan contoh, waktu pencairan, dan bagaimana mengelola THR secara lebih bijak setelah diterima.

Apa Itu THR Prorate?

THR prorate adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya yang dihitung secara proporsional berdasarkan lama masa kerja karyawan. Skema ini berlaku untuk karyawan yang belum bekerja selama 12 bulan penuh.

Artinya, THR tidak otomatis satu kali gaji penuh, tetapi disesuaikan dengan durasi kerja.

Aturan THR Prorate yang Berlaku

Berdasarkan ketentuan Permenaker No. 6 Tahun 2016, THR diberikan dengan prinsip berikut:

Karyawan dengan masa kerja 12 bulan atau lebih berhak menerima THR sebesar 1 bulan gaji.

Karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan berhak menerima THR secara prorate dengan rumus tertentu.

THR wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan, baik berstatus tetap maupun kontrak, selama memenuhi syarat masa kerja minimal.

Cara Menghitung THR Prorate

Rumus dasar cara menghitung THR prorate adalah:

THR = (Masa Kerja dalam Bulan / 12) × 1 Bulan Gaji

Gaji yang digunakan biasanya adalah gaji pokok atau gaji pokok ditambah tunjangan tetap, sesuai kebijakan perusahaan.

Contoh Simulasi Perhitungan THR Prorate

Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh simulasi.

Contoh 1: Masa Kerja 6 Bulan

Jika gaji bulanan Rp6.000.000 dan masa kerja 6 bulan:

THR = (6 / 12) × 6.000.000
THR = Rp3.000.000

Artinya, karyawan tersebut menerima setengah dari gaji bulanan sebagai THR.

Contoh 2: Masa Kerja 9 Bulan

Jika gaji bulanan Rp8.000.000 dan masa kerja 9 bulan:

THR = (9 / 12) × 8.000.000
THR = Rp6.000.000

Semakin lama masa kerja, semakin besar nominal THR prorate yang diterima.

Contoh 3: Masa Kerja 3 Bulan

Jika gaji bulanan Rp5.000.000 dan masa kerja 3 bulan:

THR = (3 / 12) × 5.000.000
THR = Rp1.250.000

Dalam kasus ini, THR tetap ada meskipun nominalnya relatif kecil.

Kalau kamu baru bekerja beberapa bulan, memahami cara hitung THR prorate membantu mengatur ekspektasi dan rencana keuangan sejak awal.

THR Kapan Cair?

Sesuai ketentuan, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Untuk Lebaran, ini berarti maksimal satu minggu sebelum Idulfitri.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan mencairkan THR lebih awal agar karyawan bisa mempersiapkan kebutuhan hari raya dengan lebih tenang. Jika THR tidak dibayarkan sesuai ketentuan, karyawan berhak menanyakan atau melaporkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Cara Mengelola THR agar Tidak Cepat Habis

Mengelola THR dengan baik bukan soal menahan diri berlebihan, tetapi soal menentukan prioritas sejak awal. Tanpa rencana, THR sering habis untuk konsumsi sesaat tanpa dampak jangka panjang.

1. Pisahkan kebutuhan wajib sejak hari pertama

Langkah paling penting adalah langsung memisahkan kebutuhan wajib begitu THR diterima. Kebutuhan ini bisa mencakup zakat, kewajiban keluarga, atau pengeluaran rutin yang tertunda.

Dengan memisahkan di awal, kamu menghindari situasi di mana THR sudah terpakai untuk hal lain sebelum kebutuhan utama terpenuhi.

2. Tetapkan anggaran khusus Lebaran

Lebaran memang identik dengan pengeluaran tambahan, tetapi tetap perlu batas. Tentukan anggaran Lebaran yang realistis agar pengeluaran tidak melebar tanpa kontrol. Anggaran ini membantu menikmati momen hari raya tanpa rasa bersalah setelahnya.

3. Sisihkan untuk dana darurat atau tabungan

Jika dana darurat belum ideal, THR bisa menjadi momen untuk memperkuatnya. Menyisihkan sebagian THR ke tabungan membantu menjaga stabilitas keuangan pasca-Lebaran.

Langkah ini sering diabaikan, padahal dampaknya sangat terasa dalam jangka menengah.

4. Alokasikan sebagian kecil untuk investasi

Jika kondisi keuangan sudah cukup aman, sebagian THR bisa dialokasikan ke investasi. Tidak perlu besar, yang penting konsisten dan sesuai profil risiko.

Pendekatan ini membantu THR memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya konsumsi sesaat.

Kalau kamu ingin THR punya dampak lebih dari sekadar habis saat Lebaran, mulai dengan menyisihkan sebagian kecilnya ke tabungan atau investasi yang kamu pahami. Mulai investasi saham lewat aplikasi Gotrade Indonesia!

5. Hindari keputusan impulsif karena “uang tambahan”

THR sering dianggap sebagai uang bonus, sehingga lebih mudah dibelanjakan tanpa perhitungan. Kesadaran bahwa THR tetap bagian dari arus kas tahunan membantu mengontrol keputusan impulsif. Menunda pembelian besar beberapa hari sering cukup untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.

6. Sisakan buffer pasca-Lebaran

Banyak orang lupa bahwa pengeluaran tidak berhenti setelah Lebaran. Menyisakan buffer membantu menghadapi kebutuhan tak terduga setelah hari raya. Buffer ini membuat transisi kembali ke bulan normal terasa lebih ringan.

Cara Gunakan THR untuk Investasi

THR bisa digunakan untuk investasi jika kebutuhan utama sudah aman. Investasi dari THR sebaiknya dilakukan secara realistis, bukan untuk mengejar hasil cepat.

Pendekatan yang sering dipilih adalah:

  • Menambah tabungan investasi yang sudah ada

  • Memulai investasi dengan nominal kecil

  • Menghindari instrumen berisiko tinggi jika belum siap

THR sebaiknya dipandang sebagai bonus yang memperkuat kondisi keuangan, bukan sumber spekulasi.

Kesimpulan

Cara menghitung THR prorate sebenarnya cukup sederhana jika memahami aturannya. THR dihitung berdasarkan masa kerja, dan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya.

Dengan perhitungan yang tepat dan pengelolaan yang bijak, THR bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga untuk memperkuat kondisi keuangan setelah hari raya.

Jika kamu ingin mulai mengelola THR dengan lebih terarah, kamu bisa mengombinasikan kebutuhan Lebaran, tabungan, dan investasi secara bertahap melalui aplikasi Gotrade sesuai tujuan keuanganmu.

FAQ

Bagaimana cara menghitung THR prorate?
THR prorate dihitung dengan rumus masa kerja dibagi 12 lalu dikalikan satu bulan gaji.

THR kapan cair paling lambat?
THR wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum hari raya.

Apakah THR bisa digunakan untuk investasi?
Bisa, jika kebutuhan utama dan dana darurat sudah aman.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade