Banyak orang ingin mulai berinvestasi tapi merasa, "ah, nunggu gaji naik dulu deh." Padahal, kunci sukses berinvestasi bukan besar kecilnya modal, tapi seberapa konsisten kamu menabung saham sedikit demi sedikit.
Lewat artikel ini, Gotrade akan membahas cara nabung saham yang ringan, strategi investasi rutin mingguan atau bulanan, serta bagaimana metode Dollar-Cost Averaging (DCA) bisa bikin perjalanan investasimu lebih stabil, baik secara hasil maupun mental.
Mengapa Nabung Saham Itu Penting?
Menabung saham artinya membeli saham secara bertahap dan rutin, bukan sekaligus. Tujuannya bukan untuk menebak harga, tapi membangun kebiasaan investasi yang konsisten.
Melansir Investopedia, investor yang rutin menabung saham cenderung memiliki hasil lebih stabil dibanding mereka yang mencoba menunggu "momen terbaik" untuk masuk pasar.
Dengan strategi ini, kamu bisa memanfaatkan waktu dan disiplin, dua hal yang lebih kuat dari sekadar keberuntungan pasar.
Strategi Nabung Saham Secara Rutin
1. Pilih jadwal investasi yang tetap
Konsistensi lebih penting daripada timing. Kamu bisa memilih frekuensi yang sesuai kondisi keuanganmu:
- Mingguan: setiap Jumat sore atau akhir minggu.
- Bulanan: di tanggal gajian (misalnya setiap tanggal 25).
Contohnya, jika kamu menyisihkan Rp250.000 setiap minggu, dalam setahun kamu sudah berinvestasi Rp13 juta, tanpa terasa berat di kantong.
2. Gunakan fitur auto-invest / reminder
Atur pengingat otomatis di aplikasi Gotrade agar kamu tidak lupa menambah investasi. Dengan begitu, menabung saham jadi seperti bayar tagihan rutin, otomatis dan tanpa drama mikir harga naik-turun.
3. Mulai dari nominal kecil
Kamu tidak perlu menunggu punya Rp10 juta untuk mulai. Di Gotrade, kamu bisa investasi di saham global mulai dari Rp15.000. Pilih saham besar seperti Apple (AAPL) atau Microsoft (MSFT), lalu tambahkan sedikit demi sedikit setiap bulan.
Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)?
DCA (Dollar-Cost Averaging) adalah strategi membeli saham dalam jumlah tetap secara berkala, tanpa peduli harga sedang naik atau turun.
Tujuannya adalah meratakan harga beli (average cost) agar kamu tidak terlalu terpengaruh volatilitas pasar.
Contohnya:
| Bulan | Harga Saham Apple (AAPL) | Investasi Rp1 juta | Saham yang Kamu Dapat |
|---|---|---|---|
| Januari | Rp2.000.000 | Rp1.000.000 | 0,5 lembar |
| Februari | Rp1.800.000 | Rp1.000.000 | 0,55 lembar |
| Maret | Rp1.600.000 | Rp1.000.000 | 0,63 lembar |
| April | Rp2.200.000 | Rp1.000.000 | 0,45 lembar |
Setelah 4 bulan, kamu sudah punya 2,13 lembar saham dengan rata-rata harga beli Rp1.877.000, lebih rendah dari harga tertinggi di periode tersebut.
Inilah keunggulan DCA: kamu membeli lebih banyak saat harga turun dan lebih sedikit saat harga naik, tanpa perlu stres menebak pasar.
Keuntungan Nabung Saham dengan DCA
1. Stabil secara mental
Dengan DCA, kamu tidak panik saat pasar turun. Karena kamu tahu, itu justru waktu yang baik untuk membeli lebih banyak.
2. Tidak butuh timing pasar
Bahkan investor profesional sulit menebak kapan harga terendah. Dengan DCA, kamu tidak perlu menunggu "harga ideal", cukup beli rutin sesuai jadwal.
3. Efek compounding di jangka panjang
Dividen dan capital gain yang kamu dapat bisa diinvestasikan kembali, menciptakan efek bunga berbunga yang mempercepat pertumbuhan portofolio.
4. Cocok untuk semua level investor
Baik kamu pemula yang baru belajar, atau investor berpengalaman yang ingin disiplin menambah aset, DCA tetap menjadi strategi paling sederhana tapi efektif.
Simulasi Pertumbuhan Nabung Saham
Misalkan kamu menabung Rp1 juta per bulan ke saham global seperti S&P 500 ETF (VOO) dengan rata-rata return tahunan 10%.
| Lama Investasi | Total Setoran | Estimasi Nilai Akhir (10% per tahun) |
|---|---|---|
| 1 tahun | Rp12 juta | Rp12,7 juta |
| 5 tahun | Rp60 juta | Rp78 juta |
| 10 tahun | Rp120 juta | Rp206 juta |
| 15 tahun | Rp180 juta | Rp410 juta |
Dalam 15 tahun, hanya dengan komitmen Rp1 juta per bulan, hasilnya bisa tumbuh lebih dari 2x lipat modal awal.
Kuncinya: mulai sekarang dan teruskan kebiasaan itu.
Tips Biar Nabung Saham Enggak Terasa Berat
1. Sisipkan di awal, bukan sisa
Jangan tunggu sisa gaji. Langsung sisihkan di awal gajian agar tidak terpakai untuk hal lain.
2. Gunakan auto-debit
Dengan otomatisasi, kamu tidak perlu "melawan" rasa malas atau takut pasar turun.
3. Anggap sebagai biaya hidup masa depan
Sama seperti bayar listrik atau sewa, tapi kali ini kamu "membayar diri sendiri" di masa depan.
4. Mulai dari saham yang kamu kenal
Misalnya Apple, Starbucks, atau Nike. Perusahaan yang produknya kamu gunakan setiap hari akan lebih mudah kamu pahami.
5. Review setahun sekali, bukan setiap hari
Fokus pada konsistensi, bukan fluktuasi harian. Hasil terbaik datang dari waktu dan kesabaran.
Kesimpulan
Cara nabung saham yang efektif bukan tentang nominal besar, tapi tentang membangun kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan strategi investasi rutin (DCA), kamu bisa menikmati pertumbuhan stabil tanpa stres menebak pasar.
Mulailah dari yang ringan, biarkan waktu dan disiplin bekerja untuk kamu. Karena dalam investasi, yang penting bukan seberapa cepat kamu mulai besar, tapi seberapa lama kamu bisa bertahan.
FAQ
1. Apa itu DCA dalam investasi saham?
DCA (Dollar-Cost Averaging) adalah strategi beli saham secara rutin dalam jumlah tetap untuk meratakan harga beli dan mengurangi risiko volatilitas.
2. Berapa nominal ideal untuk mulai nabung saham?
Tidak ada angka pasti, tapi kamu bisa mulai dari Rp100.000 per minggu atau bahkan Rp15.000 lewat Gotrade.
3. Apakah DCA cocok untuk pemula?
Sangat cocok. DCA membantu pemula berinvestasi tanpa stres menebak harga pasar dan membangun kebiasaan investasi yang disiplin.
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures adalah Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











