Memilih cara pilih strike options yang tepat bisa menjadi pembeda antara profit besar dan kerugian total. Strike price dan expiry date adalah dua variabel krusial yang menentukan profitabilitas trade options.
Banyak trader memilih strike hanya berdasarkan harga murah atau feeling. Padahal, pilih expiry options yang optimal memerlukan framework sistematis berdasarkan delta, outlook, dan kondisi pasar.
Framework Strike Selection Berbasis Delta
Delta adalah indikator paling praktis untuk memilih strike price. Menurut Zerodha Varsity, delta menunjukkan seberapa besar harga options bergerak untuk setiap $1 pergerakan saham.
Delta sebagai probability indicator
Delta juga merepresentasikan probabilitas options expire ITM (In The Money). Call dengan delta 0.70 memiliki sekitar 70% kemungkinan profit jika di-hold sampai expiry.
- Delta 0.70-0.90: High probability, harga mahal, profit terbatas
- Delta 0.50: Balance probability, harga moderate
- Delta 0.20-0.40: Low probability, harga murah, profit potential besar
Framework delta untuk berbagai conviction level
High conviction (yakin arah dan timing): Pilih delta 0.40-0.50 (ATM atau slightly OTM). Leverage optimal dengan probability yang masih reasonable.
Medium conviction (yakin arah, timing kurang pasti): Pilih delta 0.55-0.65 (slightly ITM). Lebih toleran terhadap timing yang tidak sempurna karena ada intrinsic value.
Low conviction (eksperimen atau hedge): Pilih delta 0.70+ (deep ITM) untuk safety, atau delta 0.20-0.30 (OTM) untuk lottery ticket dengan modal kecil.
Expiry Berdasarkan Outlook
Pemilihan expiry options harus match dengan expected holding period dan market outlook.
Aturan 2-3x expected move
Menurut Barchart, pilih expiry 2-3 kali lebih lama dari waktu yang dibutuhkan setup untuk terealisasi. Ini memberikan buffer jika timing tidak sempurna.
- Intraday setup: Expiry 2-3 hari
- Swing trade 1 minggu: Expiry 2-3 minggu
- Position trade 1 bulan: Expiry 2-3 bulan
Expiry untuk berbagai kondisi pasar
Trending market: Pilih expiry lebih pendek (2-3 minggu) untuk swing trade. Momentum biasanya cepat terealisasi, tidak perlu bayar premium tambahan.
Ranging market: Pilih expiry lebih panjang (4-6 minggu). Market sideways membutuhkan waktu untuk breakout, expiry pendek berisiko expire worthless.
High volatility market: Pertimbangkan expiry lebih panjang meski premium mahal. Pergerakan besar bisa terjadi kapan saja, expiry pendek terlalu berisiko.
Menghindari earnings dan events
Jika ada earnings atau major news dalam holding period, pilih expiry setelah event tersebut. IV crush setelah earnings bisa menghapus profit meski arah benar.
Siap menerapkan framework strike dan expiry selection? Download Gotrade dan mulai trading options dengan strategi yang terukur!
Trade-off ITM vs OTM vs ATM
Setiap moneyness memiliki karakteristik unik yang cocok untuk situasi berbeda.
ITM options: safety first
In The Money options memiliki intrinsic value yang memberikan cushion terhadap time decay.
Kelebihan ITM:
- Delta tinggi (0.60-0.90), pergerakan mirip saham
- Lebih tahan terhadap theta decay
- Probability of profit lebih tinggi
Kekurangan ITM:
- Premium mahal, butuh modal besar
- Leverage lebih rendah
- Return percentage lebih kecil
Kapan pakai ITM: Saat yakin arah tapi kurang yakin timing, atau saat ingin eksposur seperti saham dengan modal lebih kecil.
ATM options: balanced approach
At The Money options memiliki delta sekitar 0.50, menawarkan balance antara cost dan probability.
Kelebihan ATM:
- Liquidity terbaik, spread tight
- Gamma tertinggi, profit accelerates saat bergerak ITM
- Balance antara leverage dan probability
Kekurangan ATM:
- Theta decay signifikan dalam absolute dollar
- Sensitive terhadap IV changes
- Butuh pergerakan meaningful untuk profit
Kapan pakai ATM: Pilihan default untuk most directional trades. Ideal saat yakin arah dan timing reasonable.
OTM options: high risk high reward
Out of The Money options murah tapi membutuhkan pergerakan besar untuk profit.
Kelebihan OTM:
- Premium murah, modal kecil
- Leverage maksimal
- Percentage return bisa sangat besar
Kekurangan OTM:
- Delta rendah (0.20-0.40), probability of profit kecil
- Theta decay paling menyakitkan secara percentage
- Sering expire worthless
Kapan pakai OTM: Saat sangat yakin akan ada big move dalam waktu singkat, atau untuk lottery ticket dengan modal yang siap hilang.
Perbandingan praktis
Contoh NVDA trading di $140:
| Strike | Moneyness | Delta | Premium | Break-even |
|---|---|---|---|---|
| $130 | ITM | 0.75 | $14.00 | $144 |
| $140 | ATM | 0.50 | $7.00 | $147 |
| $150 | OTM | 0.30 | $3.50 | $153.50 |
Jika NVDA naik ke $155:
- $130 call: Profit $11 (78% return)
- $140 call: Profit $8 (114% return)
- $150 call: Profit $1.50 (43% return)
ATM memberikan return percentage terbaik untuk moderate move. OTM hanya superior jika move sangat besar melampaui strike.
Checklist Sebelum Entry Options
Sebelum click buy, pastikan semua kriteria terpenuhi.
1. Validasi setup teknikal
- Apakah ada clear support/resistance level?
- Apakah trend direction terkonfirmasi?
- Apakah ada catalyst yang mendukung move?
Jangan entry options hanya karena "feeling bullish". Butuh setup teknikal yang jelas dengan level entry dan exit yang terukur.
2. Pilih strike berdasarkan conviction
- High conviction: ATM (delta 0.45-0.55)
- Medium conviction: Slightly ITM (delta 0.55-0.65)
- Speculative: OTM (delta 0.30-0.40)
Jangan pilih strike hanya karena murah. OTM yang sangat jauh mungkin murah tapi probability of profit sangat rendah.
3. Tentukan expiry dengan buffer
- Hitung expected holding period
- Kalikan 2-3x untuk buffer
- Cek apakah ada earnings dalam periode tersebut
Hindari expiry kurang dari 1 minggu kecuali untuk intraday trade. Time decay accelerates di minggu terakhir.
4. Cek implied volatility
- IV tinggi: Premium mahal, profit sulit meski arah benar
- IV rendah: Premium murah, ideal untuk buying options
- IV rank di atas 50%: Pertimbangkan selling strategies
Buying options saat IV tinggi adalah salah satu kesalahan paling mahal. Pastikan IV tidak elevated sebelum entry.
5. Verifikasi liquidity
- Bid-ask spread: Idealnya kurang dari 10% dari premium
- Open interest: Minimal 100 contracts
- Volume: Preferably higher than open interest
Poor liquidity berarti sulit exit dengan harga fair. Hindari options dengan spread terlalu lebar.
6. Calculate position size
- Maksimal 5-10% dari modal trading per posisi options
- Account for 100% loss scenario
- Diversifikasi ke 3-5 posisi berbeda
Options bisa expire worthless. Jangan pernah all-in di satu posisi options.
Kesimpulan
Strike selection berbasis delta memberikan framework sistematis: high conviction pakai ATM (0.45-0.55), medium conviction pakai slightly ITM (0.55-0.65), speculative pakai OTM (0.30-0.40). Expiry harus 2-3x expected holding period untuk buffer.
Trade-off ITM vs ATM vs OTM adalah soal balance antara probability, cost, dan potential return. ATM adalah pilihan default untuk most directional trades karena menawarkan balance terbaik.
Selalu gunakan checklist sebelum entry: validasi setup, pilih strike sesuai conviction, tentukan expiry dengan buffer, cek IV, verifikasi liquidity, dan calculate position size.
Mulai terapkan framework strike dan expiry selection di Gotrade. Akses options saham AS dengan interface intuitif dan spread kompetitif!
FAQ
Apakah selalu pilih ATM options paling aman?
Tidak selalu. ATM memiliki theta decay tertinggi dalam absolute dollar. Untuk holding period lebih panjang, slightly ITM bisa lebih aman karena intrinsic value melindungi dari time decay.
Bagaimana jika tidak yakin mau pilih strike mana?
Mulai dengan ATM options untuk posisi pertama. Setelah mendapat pengalaman dan memahami karakteristik saham, baru eksperimen dengan ITM atau OTM sesuai conviction level.
Apakah expiry lebih panjang selalu lebih baik?
Tidak. Expiry lebih panjang berarti premium lebih mahal. Jika setup diperkirakan selesai dalam 1 minggu, membeli expiry 2 bulan adalah pemborosan. Pilih expiry sesuai kebutuhan dengan buffer reasonable.












