Bisakah Terapkan DCA pada Bitcoin? Cara dan Pengaruh Siklus Harga

Bisakah Terapkan DCA pada Bitcoin? Cara dan Pengaruh Siklus Harga

Share this article

DCA Bitcoin atau strategi dollar cost averaging sering disebut sebagai cara “aman” untuk masuk ke aset yang volatil. Bitcoin dikenal memiliki pergerakan harga yang ekstrem, sehingga banyak investor ragu untuk masuk sekaligus dalam jumlah besar.

Di sinilah strategi dollar cost averaging menjadi relevan. Alih-alih menebak harga terendah, investor memilih masuk secara bertahap dalam periode tertentu.

Namun, apakah DCA benar-benar cocok untuk Bitcoin? Dan bagaimana cara menerapkannya dengan disiplin?

Konsep DCA pada Aset Volatil

Dollar cost averaging adalah strategi membeli aset secara berkala dengan nominal tetap, tanpa peduli harga sedang naik atau turun. Contohnya:

  • Setiap bulan membeli Bitcoin senilai Rp1 juta

  • Setiap minggu membeli senilai Rp500 ribu

Tujuan utama DCA adalah mengurangi risiko salah timing.

Dalam aset volatil seperti Bitcoin, harga bisa naik atau turun 10-20% dalam waktu singkat. Masuk sekaligus saat harga puncak bisa terasa menyakitkan jika terjadi koreksi besar.

Dengan DCA, kamu menyebar risiko entry ke berbagai level harga. Namun perlu diingat, DCA bukan jaminan untung. Strategi ini membantu manajemen risiko, bukan menghilangkan risiko.

Bisakah DCA di Bitcoin?

Jawabannya bisa, sebab Bitcoin termasuk aset yang diperdagangkan 24 jam dan memiliki likuiditas tinggi. Ini membuat strategi DCA relatif mudah dilakukan.

Banyak investor menggunakan DCA karena:

  • Sulit menebak siklus puncak dan dasar harga

  • Bitcoin bergerak dalam siklus bull dan bear yang ekstrem

  • Volatilitas tinggi sering memicu keputusan emosional

DCA membantu mengurangi tekanan psikologis saat harga jatuh tajam.

Namun, penting memahami bahwa Bitcoin memiliki siklus yang tajam. Dalam fase bear market panjang, harga bisa turun drastis dan stagnan lama.

Strategi DCA perlu dikombinasikan dengan pemahaman risiko.

Cara Melakukan DCA Bitcoin

Ada beberapa langkah sederhana untuk menerapkan DCA pada Bitcoin, melansir situs Strike.

Tentukan nominal tetap

Pilih jumlah yang realistis dan tidak mengganggu kebutuhan utama. Jangan memaksakan nominal hanya karena ingin cepat mencapai target. Nominal yang konsisten lebih penting daripada nominal besar.

Tentukan interval pembelian

Bisa mingguan, dua mingguan, atau bulanan. Interval yang lebih sering membantu meratakan harga lebih halus, tetapi pastikan biaya transaksi tetap efisien.

Disiplin tanpa melihat noise harian

Salah satu tantangan terbesar adalah tetap membeli saat harga turun tajam. Banyak investor berhenti DCA ketika pasar bearish, padahal secara konsep justru fase itu yang menurunkan rata-rata harga beli.

Evaluasi berkala

DCA bukan strategi tanpa evaluasi, tinjau kembali:

  • Apakah tujuan investasi masih sama?

  • Apakah profil risiko berubah?

  • Apakah porsi Bitcoin terlalu besar dalam portofolio?

Rebalancing tetap penting.

Siklus Harga Bitcoin dan Risiko Psikologis

Bitcoin dikenal bergerak dalam siklus bull dan bear yang tajam. Dalam bull market, harga bisa naik berkali-kali lipat. Dalam bear market, harga bisa turun lebih dari 50%. Di sinilah risiko psikologis muncul.

FOMO saat harga naik

Ketika Bitcoin melonjak tajam, investor sering tergoda menambah porsi besar sekaligus. Ini berlawanan dengan prinsip DCA yang disiplin dan konsisten.

Panik saat harga turun

Saat harga jatuh, muncul keraguan. Investor mulai mempertanyakan strategi, bahkan berhenti DCA di momen terburuk.

Overexposure tanpa sadar

Karena harga Bitcoin bisa naik cepat, porsi dalam portofolio bisa membengkak tanpa disadari.

Tanpa rebalancing, risiko keseluruhan meningkat. DCA membantu mengurangi risiko timing, tetapi tidak menghilangkan volatilitas dan tekanan mental.

Apakah DCA Selalu Lebih Baik dari Lump Sum?

Tidak selalu. Dalam kondisi pasar bullish kuat, lump sum bisa memberikan hasil lebih cepat.

Namun dalam aset volatil seperti Bitcoin, banyak investor lebih nyaman menggunakan DCA karena lebih terkontrol secara psikologis.

Pilihan strategi tergantung:

  • Profil risiko

  • Keyakinan terhadap tren jangka panjang

  • Kesiapan menghadapi volatilitas

Alternatif Eksposur Bitcoin

Selain membeli Bitcoin langsung, sebagian investor memilih eksposur melalui saham yang memiliki korelasi tinggi dengan Bitcoin, seperti saham MicroStrategy atau Strategy, Inc. (MSTR).

Pendekatan ini memberikan akses lewat pasar saham, tetapi tetap memiliki volatilitas tinggi. Akses saham MSTR dan cek perubahan grafik datanya di aplikasi Gotrade!

Kesimpulan

DCA Bitcoin adalah strategi bertahap untuk masuk ke aset volatil tanpa harus menebak harga terendah. Strategi dollar cost averaging membantu meredam risiko timing dan tekanan psikologis.

Namun DCA bukan jaminan profit. Bitcoin tetap bergerak dalam siklus tajam dan bisa mengalami drawdown besar.

Kunci utamanya adalah disiplin, alokasi yang terkontrol, dan evaluasi berkala terhadap komposisi portofolio.

Jika kamu ingin membangun portofolio global yang seimbang antara saham, ETF, dan eksposur aset terkait crypto seperti MSTR, kamu bisa melakukannya lewat aplikasi Gotrade Indonesia.

Download Gotrade sekarang dan mulai atur strategi investasimu dengan pendekatan yang lebih terukur.

FAQ

Apa itu DCA Bitcoin?
DCA Bitcoin adalah strategi membeli Bitcoin secara berkala dengan nominal tetap untuk mengurangi risiko salah timing.

Apakah DCA menjamin keuntungan?
Tidak. DCA membantu manajemen risiko entry, tetapi tidak menjamin hasil positif.

Lebih baik DCA atau lump sum untuk Bitcoin?
Tergantung profil risiko. DCA lebih stabil secara psikologis, sementara lump sum bisa lebih agresif jika timing tepat.

Apakah perlu rebalancing saat DCA Bitcoin?
Ya. Jika porsi Bitcoin terlalu besar dalam portofolio, rebalancing penting untuk menjaga risiko tetap terkendali.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade