ETF Komoditas Berbasis Futures: Cara Kerja, Risiko, dan Dampaknya

ETF Komoditas Berbasis Futures: Cara Kerja, Risiko, dan Dampaknya

Share this article

ETF futures komoditas adalah jenis ETF yang paling sering disalahpahami investor. Banyak yang mengira ETF ini akan bergerak sama dengan harga komoditas di berita, padahal kinerjanya sangat dipengaruhi struktur kontrak berjangka. Akibatnya, tidak sedikit investor kecewa karena return futures-based ETF tertinggal meski harga komoditas terlihat naik.

Berbeda dengan ETF komoditas berbasis fisik, ETF komoditas berbasis futures menggunakan kontrak berjangka sebagai aset dasar. Mekanisme ini membawa risiko unik seperti contango dan backwardation yang sangat menentukan hasil jangka menengah dan panjang.

Untuk menggunakan ETF ini secara tepat, investor perlu memahami cara kerjanya, risiko strukturalnya, serta dampaknya terhadap kinerja portofolio.

Cara Kerja ETF Komoditas Berbasis Futures

ETF komoditas berbasis futures tidak menyimpan komoditas fisik.

1. Menggunakan kontrak berjangka sebagai underlying

Futures-based ETF mendapatkan eksposur harga melalui kontrak berjangka komoditas seperti minyak, gas alam, atau produk pertanian. Kontrak ini memiliki tanggal jatuh tempo tertentu.

Karena tidak bisa menahan kontrak hingga kedaluwarsa, ETF harus menggantinya secara berkala.

2. Proses roll over kontrak

Saat kontrak mendekati jatuh tempo, ETF menjual kontrak lama dan membeli kontrak baru dengan jatuh tempo lebih panjang. Proses ini disebut roll over.

Roll over inilah yang menjadi sumber risiko utama dalam ETF futures komoditas.

3. Tidak selalu mengikuti harga spot

Harga kontrak berjangka tidak selalu sama dengan harga spot komoditas. Perbedaan ini dipengaruhi ekspektasi pasokan, permintaan, dan biaya penyimpanan.

Akibatnya, pergerakan ETF bisa berbeda dari harga komoditas yang sering diberitakan media.

4. Strategi roll yang berbeda antar ETF

Tidak semua futures-based ETF menggunakan strategi roll yang sama. Ada yang menggulirkan kontrak terdekat, ada yang menggunakan kontrak optimal untuk mengurangi biaya.

Perbedaan strategi ini memengaruhi kinerja jangka menengah.

Dilansir dari Investopedia, struktur roll over menjadi faktor utama yang membedakan kinerja ETF futures dari harga komoditas spot.

Risiko Contango dan Backwardation pada ETF Futures Komoditas

Risiko terbesar futures-based ETF berasal dari struktur pasar berjangka.

1. Contango sebagai sumber drag kinerja

Contango terjadi ketika kontrak berjangka jangka panjang lebih mahal dibanding kontrak jangka pendek. Dalam kondisi ini, ETF harus membeli kontrak baru dengan harga lebih tinggi.

Biaya roll ini secara bertahap menggerus nilai ETF meski harga komoditas tidak turun.

2. Backwardation sebagai potensi tambahan return

Backwardation adalah kondisi sebaliknya, saat kontrak jangka pendek lebih mahal. ETF bisa mendapatkan keuntungan tambahan saat roll over.

Namun, kondisi backwardation tidak selalu berlangsung lama.

3. Dampak contango yang sering diremehkan

Banyak investor hanya melihat pergerakan harga harian dan mengabaikan efek kumulatif contango. Dalam beberapa bulan, dampaknya bisa sangat signifikan.

Hal ini sering terjadi pada ETF minyak berbasis futures.

4. Risiko tidak terlihat dalam jangka pendek

Dalam jangka pendek, ETF futures bisa terlihat berjalan baik. Risiko contango baru terasa dalam periode lebih panjang.

Inilah alasan ETF ini sering tidak cocok untuk buy and hold pasif.

Dampak ETF Futures Komoditas terhadap Kinerja Jangka Panjang

Struktur futures membawa implikasi besar terhadap hasil investasi.

1. Underperformance dibanding harga komoditas

Dalam jangka panjang, banyak ETF futures komoditas tertinggal dari harga spot karena biaya roll over yang terus-menerus.

Perbedaan ini sering membuat ekspektasi investor tidak terpenuhi.

2. Kinerja sangat bergantung kondisi pasar futures

Return ETF tidak hanya bergantung arah harga komoditas, tetapi juga apakah pasar berada dalam contango atau backwardation.

Dua kondisi ini bisa menghasilkan hasil yang sangat berbeda meski harga spot sama.

3. Tidak ideal sebagai aset inti portofolio

Karena sifatnya yang struktural merugikan dalam kondisi tertentu, ETF futures komoditas jarang cocok sebagai core holding jangka panjang.

Instrumen ini lebih relevan sebagai alat taktis.

4. Volatilitas portofolio meningkat

Futures-based ETF cenderung lebih volatil. Jika porsinya terlalu besar, stabilitas portofolio bisa terganggu.

Manajemen alokasi menjadi sangat penting.

Melansir BlackRock, pemahaman struktur derivatif sangat krusial sebelum berinvestasi pada produk berbasis kontrak berjangka.

Kapan ETF Komoditas Berbasis Futures Layak Digunakan

Meski berisiko, ETF ini tetap memiliki peran tertentu.

ETF futures komoditas lebih cocok digunakan untuk strategi jangka pendek hingga menengah saat investor ingin memanfaatkan momentum harga komoditas. Instrumen ini juga relevan untuk trading berbasis event seperti gangguan pasokan atau perubahan kebijakan global.

Namun, penggunaan harus disertai disiplin exit dan manajemen risiko yang ketat.

Alternatif selain ETF Futures Komoditas

Bagi investor jangka menengah, ada alternatif lain yang bisa dipertimbangkan.

ETF komoditas berbasis fisik menawarkan tracking yang lebih mendekati harga spot. ETF saham perusahaan komoditas memberikan eksposur tidak langsung dengan potensi dividen.

Memilih struktur yang sesuai tujuan sering lebih penting daripada sekadar mengikuti tema komoditas.

Kesimpulan

ETF futures komoditas memberikan akses ke pasar komoditas melalui kontrak berjangka, tetapi membawa risiko struktural yang signifikan. Proses roll over, contango, dan backwardation sangat memengaruhi kinerja, terutama dalam jangka panjang. Kesalahan umum investor adalah menganggap futures-based ETF akan selalu mengikuti harga spot.

Dengan memahami cara kerja dan risikonya, investor dapat menggunakan ETF komoditas berbasis futures secara lebih rasional sebagai instrumen taktis, bukan aset inti.

Jika kamu ingin mengeksplorasi ETF komoditas global dengan struktur yang berbeda, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Gotrade Indonesia.

FAQ

Apa itu ETF futures komoditas?
ETF futures komoditas adalah ETF yang menggunakan kontrak berjangka sebagai aset dasar untuk merefleksikan harga komoditas.

Mengapa kinerja ETF futures sering tertinggal dari harga komoditas?
Karena biaya roll over akibat contango dan perbedaan struktur kontrak berjangka.

Apakah ETF futures komoditas cocok untuk investasi jangka panjang?
Umumnya tidak, karena risiko struktural membuatnya lebih cocok untuk strategi taktis jangka pendek hingga menengah.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade