EV/EBITDA: Arti, Rumus Perhitungan, dan Cara Valuasi Perusahaan

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
EV/EBITDA: Arti, Rumus Perhitungan, dan Cara Valuasi Perusahaan

Share this article

P/E ratio adalah rasio valuasi saham yang paling populer. Tapi ada kondisi di mana P/E memberikan gambaran yang menyesatkan, terutama saat membandingkan perusahaan dengan struktur utang yang sangat berbeda. Di sinilah EV/EBITDA masuk sebagai alat yang lebih netral dan lebih adil.

Mengapa P/E Gagal untuk Perusahaan dengan Utang Besar

P/E ratio membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham. Masalahnya, laba bersih sudah dikurangi beban bunga utang. Artinya, dua perusahaan dengan profitabilitas operasional yang identik bisa memiliki P/E yang sangat berbeda hanya karena perbedaan jumlah utang yang mereka bawa.

  • Perusahaan A dengan utang besar membayar beban bunga tinggi setiap tahunnya, yang menggerus laba bersih dan membuat P/E-nya terlihat sangat tinggi atau bahkan tidak terhitung karena laba negatif.
  • Perusahaan B dengan neraca bersih memiliki laba bersih yang lebih besar dan P/E yang terlihat lebih wajar, meski kemampuan operasional keduanya sama.

Bandingkan keduanya menggunakan P/E saja, dan kamu akan salah membaca siapa yang lebih efisien dan siapa yang lebih "murah" secara fundamental.

Apa Itu Enterprise Value?

Sebelum memahami EV/EBITDA, penting untuk memahami komponen pertamanya.

Enterprise Value (EV) adalah ukuran total nilai perusahaan yang memperhitungkan seluruh sumber pendanaan, bukan hanya nilai saham yang beredar di pasar. Rumusnya sederhana:

EV = Market Cap + Total Utang - Kas

Dengan menambahkan utang dan mengurangi kas, EV mencerminkan berapa total yang harus dibayar jika seseorang ingin mengakuisisi seluruh perusahaan, termasuk menanggung kewajibannya dan mendapatkan kas yang sudah ada. Ini membuat EV jauh lebih representatif dari sekadar market cap untuk perbandingan antar perusahaan.

Cara Hitung EV/EBITDA

EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization, yaitu laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

EBITDA mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari operasi intinya, tanpa distorsi dari struktur utang, kebijakan pajak, atau metode akuntansi depresiasi.

Rumus EV/EBITDA:

EV/EBITDA = Enterprise Value / EBITDA

Interpretasi umumnya:

  • EV/EBITDA di bawah 10x: relatif murah, tergantung sektor
  • EV/EBITDA 10-15x: valuasi wajar untuk kebanyakan industri
  • EV/EBITDA di atas 15x: relatif mahal, atau pasar mengekspektasikan pertumbuhan tinggi

Angka ini tidak bisa dibaca secara absolut tanpa konteks. Sektor teknologi secara historis diperdagangkan di EV/EBITDA yang lebih tinggi dibanding sektor utilitas atau manufaktur karena ekspektasi pertumbuhan yang berbeda.

Kapan EV/EBITDA Lebih Relevan dari P/E

EV/EBITDA lebih relevan dalam beberapa situasi spesifik, melansir Investopedia, seperti:

  • Perusahaan dengan utang besar seperti di sektor telekomunikasi, energi, atau infrastruktur di mana utang adalah bagian normal dari model bisnis
  • Perusahaan yang sedang merugi di level net profit tapi profitable secara operasional, misalnya perusahaan growth yang agresif berekspansi
  • Perbandingan lintas negara di mana perbedaan tarif pajak membuat laba bersih tidak comparable secara langsung
  • Transaksi M&A karena acquirer selalu melihat EV untuk memahami total harga yang harus dibayar, bukan hanya market cap

Sebaliknya, P/E tetap lebih mudah dan relevan untuk perusahaan dengan neraca bersih, utang minimal, dan laba bersih yang stabil dan positif.

Ingin mulai analisis valuasi saham global secara langsung? Di Gotrade, kamu bisa akses ribuan saham AS dan bandingkan metrik seperti EV/EBITDA antar perusahaan. Mulai dari US$1.

Contoh: Perbandingan Dua Saham AS Menggunakan EV/EBITDA

Simulasi perbandingan dua perusahaan fiktif di sektor telekomunikasi AS:

Metrik Perusahaan A Perusahaan B
Market Cap $50 miliar $50 miliar
Total Utang $30 miliar $5 miliar
Kas $5 miliar $8 miliar
EV $75 miliar $47 miliar
EBITDA $10 miliar $7 miliar
EV/EBITDA 7,5x 6,7x
Net Profit $1 miliar $3 miliar
P/E 50x 16,7x

Jika hanya melihat P/E, Perusahaan A terlihat jauh lebih mahal dan Perusahaan B terlihat lebih menarik. Tapi begitu EV/EBITDA dihitung, gambarannya berubah: keduanya diperdagangkan di valuasi yang lebih sebanding, dengan Perusahaan A bahkan sedikit lebih "mahal" tapi perbedaannya tidak sedrastis yang ditunjukkan P/E.

P/E Perusahaan A yang sangat tinggi bukan karena bisnisnya buruk, tapi karena beban bunga dari utang besar menggerus laba bersihnya secara signifikan. Menggabungkan beberapa metrik valuasi seperti P/E, EV/EBITDA, dan free cash flow yield memberikan gambaran yang jauh lebih akurat dibanding mengandalkan satu rasio saja.

Kesimpulan

EV/EBITDA adalah alat valuasi yang lebih netral dan komprehensif dibanding P/E, terutama saat membandingkan perusahaan dengan struktur utang yang berbeda. Dengan menghilangkan distorsi dari bunga, pajak, dan metode akuntansi, rasio ini memungkinkan perbandingan yang lebih adil terhadap kemampuan operasional murni sebuah perusahaan.

Gunakan EV/EBITDA bersama P/E dan metrik lain untuk membangun analisis valuasi saham yang lebih lengkap dan tidak mudah menyesatkan.

Siap mulai analisis valuasi saham global? Download Gotrade dan akses ribuan saham serta ETF dari pasar AS mulai dari US$1.

FAQ

Apakah EV/EBITDA yang rendah selalu berarti saham murah?

Tidak selalu. EV/EBITDA rendah bisa juga mencerminkan prospek pertumbuhan yang lemah atau risiko bisnis yang tinggi. Selalu bandingkan dalam konteks sektor yang sama dan tren historisnya.

Apa kelemahan utama EV/EBITDA?

EBITDA mengabaikan capital expenditure sehingga bisa melebih-lebihkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas nyata, terutama untuk industri yang padat modal seperti manufaktur atau telekomunikasi.

Sektor apa yang paling cocok menggunakan EV/EBITDA?

Paling relevan untuk sektor dengan utang besar dan aset tetap signifikan seperti telekomunikasi, energi, infrastruktur, dan media. Kurang cocok untuk sektor keuangan seperti bank dan asuransi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade