Event Risk Trading saat Perang dan Cara Mengelola Risikonya

Event Risk Trading saat Perang dan Cara Mengelola Risikonya

Share this article

Berita konflik geopolitik sering menjadi pemicu pergerakan harga yang tajam dan tidak terduga. Dalam hitungan menit, volatilitas bisa melonjak, spread melebar, dan arah harga berubah drastis. Kondisi ini dikenal sebagai event risk trading, yaitu situasi ketika pergerakan pasar sangat dipengaruhi oleh satu peristiwa besar.

Bagi trader, konflik bukan sekadar isu geopolitik, tetapi sumber risiko yang nyata. Terlebih setelah perang antara Venezuela dan Amerika Serikat pecah pada Sabtu (03/01) lalu.

Artikel ini membahas apa itu event risk dalam trading, bagaimana konflik menciptakan lonjakan volatilitas, serta cara trader profesional mengelola risiko, memilih order yang tepat, dan menentukan kapan lebih bijak tidak masuk pasar.

Apa Itu Event Risk dalam Trading?

Event risk trading merujuk pada risiko pergerakan harga ekstrem yang dipicu oleh peristiwa tertentu. Contohnya termasuk konflik geopolitik, keputusan bank sentral, atau data ekonomi penting.

Event risk berbeda dari volatilitas normal karena bersifat tiba-tiba dan sulit diprediksi. Harga bisa melompat tanpa memberikan kesempatan eksekusi yang ideal.

Dalam konteks konflik, event risk sering diperbesar oleh ketidakpastian dan reaksi emosional pelaku pasar.

Mengapa Konflik Menciptakan Lonjakan Volatilitas?

Konflik geopolitik memiliki karakter khusus yang memperbesar risiko trading.

Informasi datang tidak terjadwal

Berbeda dengan rilis data ekonomi, berita konflik sering muncul di luar jadwal. Pasar tidak punya waktu untuk bersiap, sehingga reaksi harga menjadi ekstrem.

Ketidakterdugaan ini memperbesar slippage dan gap harga.

Perubahan sentimen yang cepat

Konflik memicu pergeseran sentimen risk-on dan risk-off secara mendadak. Arus modal berpindah cepat antar aset, meningkatkan volatilitas lintas pasar.

Harga sering bergerak lebih cepat daripada analisis.

Likuiditas menurun sementara

Saat ketidakpastian tinggi, sebagian pelaku pasar menarik likuiditas. Spread melebar dan eksekusi menjadi kurang efisien.

Kondisi ini meningkatkan biaya dan risiko trading.

Menurut Investopedia, event risk sering menjadi sumber utama volatilitas ekstrem karena kombinasi ketidakpastian, likuiditas rendah, dan reaksi psikologis.

Praktik Trader Profesional Menghadapi Event Risk

Trader profesional tidak berusaha “menebak” arah konflik. Fokus utama mereka adalah pengendalian risiko.

Pembatasan risiko per posisi

Saat event risk meningkat, trader profesional biasanya menurunkan risiko per posisi. Ukuran posisi diperkecil untuk mengantisipasi pergerakan ekstrem.

Pendekatan ini menjaga kerugian tetap terkendali meski harga bergerak tajam.

Penyesuaian total eksposur

Selain ukuran posisi, total eksposur portofolio juga dikurangi.

Tujuannya adalah menghindari akumulasi risiko dari beberapa posisi yang berkorelasi.

Pengurangan eksposur sering lebih penting daripada mencari peluang baru.

Fokus pada likuiditas instrumen

Trader profesional cenderung memilih instrumen yang likuid saat berita konflik. Likuiditas membantu mengurangi slippage dan risiko eksekusi.

Instrumen dengan likuiditas rendah sering dihindari.

Rekomendasi Sektor Saham di Tengah Konflik Geopolitik

SektorKarakterRisiko UtamaCocok untuk Siapa
Komoditas EmasDefensive hedge, cenderung diminati saat ketidakpastian dan volatilitas meningkatVolatilitas harga emas, dipengaruhi USD dan suku bunga riilInvestor yang ingin lindungi nilai portofolio dan kurangi drawdown
Energi (Oil & Gas)Siklikal, diuntungkan saat risiko pasokan dan harga energi naikHarga sangat fluktuatif, sensitif kebijakan dan demand globalInvestor yang siap menghadapi volatilitas dan memahami siklus komoditas
Consumer StaplesDefensif, permintaan stabil di berbagai kondisi ekonomiPotensi return terbatas, tertekan inflasi biayaInvestor jangka panjang yang prioritaskan stabilitas
Pertahanan & Industri TerkaitDidukung belanja pemerintah saat konflik meningkatBergantung kebijakan dan anggaran negaraInvestor berbasis skenario geopolitik jangka menengah
Utilities & InfrastrukturPendapatan relatif stabil dan predictableSensitif terhadap suku bunga dan regulasiInvestor defensif yang ingin menurunkan volatilitas portofolio
ETF Sektor DefensifDiversifikasi instan, volatilitas relatif lebih rendahOver-diversification, return moderatInvestor yang ingin eksposur defensif tanpa memilih saham individual

Pemilihan Order yang Lebih Tepat saat Perang

Jenis order sangat memengaruhi hasil trading saat event risk.

Risiko market order saat volatilitas tinggi

Market order bisa mengeksekusi di harga yang jauh dari ekspektasi saat volatilitas melonjak. Slippage menjadi risiko utama.

Trader profesional berhati-hati menggunakan market order di kondisi ini.

Peran limit order dan stop yang realistis

Limit order membantu mengontrol harga eksekusi, meski berisiko tidak tereksekusi. Stop loss tetap digunakan, tetapi dengan jarak yang disesuaikan volatilitas.

Penempatan order perlu mempertimbangkan spread yang melebar.

Menghindari over-engineering order

Terlalu banyak order kompleks saat berita perang atau konflik justru meningkatkan kesalahan. Kesederhanaan sering lebih efektif dalam kondisi ekstrem.

Kontrol lebih penting daripada presisi berlebihan.

Cara Menyusun Pendekatan yang Disiplin

Pendekatan disiplin membantu menghadapi event risk dengan lebih rasional.

Trader sebaiknya memiliki aturan khusus untuk kondisi berita perang atau konflik, termasuk batas risiko, jenis order, dan kriteria masuk pasar. Evaluasi pasca-event juga penting untuk memperbaiki sistem.

Event risk bukan untuk dihindari sepenuhnya, tetapi untuk dikelola dengan struktur yang jelas.

Kesimpulan

Event risk trading menjadi tantangan utama saat konflik geopolitik, termasuk ketegangan Venezuela-AS atau eskalasi perang, memicu lonjakan volatilitas di pasar saham. Pergerakan harga yang cepat, likuiditas yang menipis, dan reaksi emosional membuat risiko meningkat secara signifikan.

Trader profesional tidak berfokus menebak arah headline, tetapi mengelola risiko melalui pembatasan posisi, pemilihan jenis order yang tepat, dan kesiapan untuk menunggu saat kondisi pasar tidak ideal. Kerangka ini membantu menjaga konsistensi strategi di tengah ketidakpastian.

Gunakan pemahaman risiko geopolitik ini untuk membaca dampak konflik terhadap sektor-sektor sensitif seperti energi.

Trading saham perusahaan energi AS yang tersedia di Gotrade Indonesia dengan pendekatan disiplin dan terukur, download dan mulai trading dari Rp15.000.

FAQ

Apa itu event risk trading?
Event risk trading adalah risiko pergerakan harga ekstrem akibat peristiwa besar seperti konflik atau keputusan kebijakan.

Mengapa konflik meningkatkan volatilitas?
Karena informasi tidak terjadwal, sentimen berubah cepat, dan likuiditas menurun.

Apakah trader harus selalu trading saat berita perang atau konflik?
Tidak. Sering kali lebih bijak menunggu hingga risiko lebih terukur.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade