Free Float Saham Adalah: Pengertian, Contoh & Dampaknya ke Likuiditas

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Free Float Saham Adalah: Pengertian, Contoh & Dampaknya ke Likuiditas

Share this article

Free float saham adalah jumlah saham perusahaan yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Angka ini penting karena bisa memengaruhi seberapa mudah sebuah saham dibeli atau dijual, seberapa lebar bid-ask spread, dan seberapa mudah harga saham bergerak tajam.

Bagi investor yang sering melihat saham AS, free float membantu menjawab pertanyaan sederhana: saham ini ramai diperdagangkan karena memang banyak saham yang tersedia di pasar, atau harganya mudah bergerak karena jumlah saham publiknya terbatas?

Di artikel ini, kamu akan memahami arti free float, bedanya dengan outstanding shares, cara menghitungnya, dan cara memakainya saat menilai risiko sebuah saham.

Apa Itu Free Float Saham?

Free float saham adalah jumlah saham suatu perusahaan yang beredar di pasar dan tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Artinya, saham ini tidak dimiliki oleh pemegang saham besar seperti pendiri perusahaan, manajemen, atau institusi yang memiliki kepemilikan jangka panjang dan tidak berniat menjual sahamnya dalam waktu dekat.

Menurut Corporate Finance Institute, free float adalah saham “aktif” yang bisa diperdagangkan setiap hari di pasar saham. Semakin besar persentase free float, semakin likuid saham tersebut karena banyak investor bisa membeli atau menjualnya kapan saja.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan aturan free float minimal 7.5% agar saham tetap tercatat di bursa. Namun, saham dengan free float di atas 40% sering dianggap sangat likuid dan memiliki bobot tinggi dalam indeks saham.

Contohnya begini.

Sebuah perusahaan punya total 1 miliar lembar saham. Dari jumlah tersebut, 600 juta lembar dipegang oleh founder dan investor besar. Sisanya, 400 juta lembar tersedia untuk publik.
Maka free float perusahaan tersebut adalah 400 juta lembar saham, atau 40% dari total saham yang beredar.
Rumus sederhananya:

Free float = saham yang tersedia untuk publik / total saham beredar x 100%

Bedanya Free Float dengan Outstanding Shares

Outstanding shares

Outstanding shares adalah total seluruh saham yang diterbitkan perusahaan, baik yang diperdagangkan di publik maupun yang dipegang oleh pemilik besar (founder, manajemen, institusi). Angka ini mencakup semua saham yang pernah diterbitkan.

Baca juga: Kadar Emas (Karat): Pengertian, Jenis, dan Pengaruhnya ke Harga

Free float

Free float adalah bagian dari outstanding shares, tetapi hanya menghitung saham yang benar-benar tersedia di pasar untuk investor publik. Saham yang dikunci oleh pendiri atau institusi jangka panjang tidak termasuk dalam free float, dikutip dari Investopedia.

Contoh sederhana

Free float hanya menghitung saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.

Misalnya:

  • Total outstanding shares: 1 miliar lembar
  • Saham founder dan manajemen: 500 juta lembar
  • Saham investor strategis: 100 juta lembar
  • Saham publik: 400 juta lembar

Dalam contoh ini, outstanding shares perusahaan adalah 1 miliar lembar. Free float-nya adalah 400 juta lembar.

Perbedaannya penting karena market cap biasanya dihitung dari total saham beredar, sedangkan beberapa indeks menggunakan perhitungan yang disesuaikan dengan free float. Itu sebabnya dua perusahaan dengan market cap besar belum tentu punya bobot atau likuiditas pasar yang sama.

Kenapa Free Float Penting?

Likuiditas saham

Likuiditas berarti seberapa mudah saham dibeli atau dijual tanpa membuat harga bergerak terlalu jauh.

Saham dengan free float besar biasanya lebih likuid karena lebih banyak saham tersedia di pasar. Investor bisa masuk dan keluar posisi dengan lebih mudah.

Sebaliknya, saham dengan free float kecil bisa lebih sulit ditransaksikan. Pembeli dan penjualnya mungkin lebih sedikit. Akibatnya, bid-ask spread bisa lebih lebar.

Volatilitas harga

Saham dengan free float rendah cenderung lebih mudah bergerak tajam. Bukan karena perusahaannya selalu lebih baik atau lebih buruk, tetapi karena jumlah saham yang tersedia di pasar lebih terbatas.

Kalau tiba-tiba ada berita positif dan banyak orang ingin membeli, harga bisa naik cepat karena saham yang tersedia sedikit. Namun, kondisi sebaliknya juga bisa terjadi. Saat banyak investor ingin menjual, harga bisa turun tajam karena pembeli tidak cukup banyak.

Ini alasan kenapa saham low float sering menarik perhatian trader jangka pendek, tetapi risikonya juga lebih tinggi.

Indeks pasar

Banyak indeks saham besar, seperti S&P 500, menggunakan free float sebagai dasar dalam menentukan bobot perusahaan di dalam indeks. Semakin besar free float suatu perusahaan, semakin besar pula pengaruhnya terhadap pergerakan indeks.

Bagi investor ETF, ini penting. Kalau sebuah ETF mengikuti indeks tertentu, bobot saham di dalam ETF bisa dipengaruhi oleh metode perhitungan free float. Saham dengan free float lebih besar bisa punya pengaruh lebih besar terhadap pergerakan indeks dibanding saham yang sebagian besar sahamnya terkunci di pemegang saham besar.

Free float membantu membaca risiko saham kecil

Free float bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko. Investor tetap perlu melihat kinerja bisnis, valuasi, volume transaksi, laporan keuangan, dan sentimen pasar.

Namun, free float bisa menjadi alarm awal.

Kalau sebuah saham punya free float rendah, volume harian kecil, dan spread lebar, investor perlu lebih hati-hati. Saham seperti ini mungkin sulit dijual di harga yang diinginkan, terutama saat pasar sedang turun.

Contoh Kasus Free Float Saham Di Pasar AS

Apple (AAPL)

Apple memiliki outstanding shares yang besar dan free float sangat tinggi. Hal ini membuat saham Apple sangat likuid, diperdagangkan jutaan kali setiap hari dengan spread bid-ask yang kecil. Inilah kenapa AAPL dianggap sebagai salah satu saham paling likuid di dunia.

Berkshire Hathaway (BRK.A)

Berbeda dengan Apple, saham kelas A Berkshire Hathaway memiliki harga sangat tinggi (ratusan ribu dolar per saham) dan free float yang terbatas. Akibatnya, saham ini jarang diperdagangkan dan likuiditasnya rendah meskipun kapitalisasi pasar Berkshire sangat besar.

Tesla (TSLA)

Tesla memiliki free float cukup besar, tetapi karena minat investor yang sangat tinggi, saham ini sering mengalami volatilitas signifikan. Ini menunjukkan bahwa free float bukan satu-satunya faktor, tetapi tetap memengaruhi stabilitas harga.

Contoh saham dengan free float rendah

Saham low float biasanya lebih sering ditemukan pada perusahaan kecil, perusahaan yang baru IPO, atau perusahaan yang sahamnya masih banyak dipegang founder dan investor awal.

Saham seperti ini bisa naik cepat saat ramai dibicarakan, tetapi bisa turun sama cepatnya. Investor pemula perlu berhati-hati karena pergerakan harga bisa terlihat menarik, padahal risikonya besar.

Cara investor memakai free float sebelum membeli saham

Free float sebaiknya tidak dibaca sendirian. Gunakan bersama beberapa indikator lain.

Cek free float atau public float

Lihat berapa banyak saham yang tersedia untuk publik. Semakin kecil free float, semakin penting untuk mengecek likuiditas dan spread.

Lihat volume transaksi harian

Volume tinggi biasanya menandakan saham lebih aktif diperdagangkan. Namun, bandingkan volume dengan ukuran perusahaan dan kebiasaan historisnya. Volume yang tiba-tiba melonjak bisa berarti ada berita besar atau spekulasi jangka pendek.

Perhatikan bid-ask spread

Bid-ask spread adalah selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah. Spread yang lebar bisa membuat biaya transaksi terasa lebih mahal, terutama untuk trader jangka pendek.

Cek siapa pemegang saham besar

Kalau sebagian besar saham dipegang founder, manajemen, atau investor strategis, saham publik yang tersedia bisa lebih terbatas. Ini bisa memengaruhi likuiditas.

Jangan pakai free float sebagai satu-satunya alasan beli

Free float kecil bukan berarti saham pasti buruk. Free float besar juga bukan berarti saham pasti aman. Gunakan free float sebagai alat bantu untuk membaca likuiditas dan risiko pergerakan harga, bukan sebagai sinyal beli atau jual tunggal.

Contoh cara membaca free float

Misalnya ada dua saham:

Saham A:

  • Market cap besar
  • Free float tinggi
  • Volume harian tinggi
  • Bid-ask spread kecil

Saham B:

  • Market cap kecil
  • Free float rendah
  • Volume harian rendah
  • Bid-ask spread lebar

Saham A kemungkinan lebih mudah diperdagangkan. Kalau kamu ingin membeli atau menjual, peluang mendapatkan harga yang mendekati harga pasar biasanya lebih besar.

Saham B mungkin terlihat menarik karena bisa naik cepat. Namun, risiko turun tajam juga lebih besar. Kalau pasar tiba-tiba sepi, kamu mungkin kesulitan menjual di harga yang diinginkan.

Untuk investor pemula, saham dengan likuiditas baik biasanya lebih mudah dipahami. Untuk trader yang mengejar momentum, saham low float bisa menarik, tetapi perlu rencana keluar yang jelas.

Dampak Free Float Bagi Investor

Risiko investasi

  • Saham dengan free float rendah berisiko tinggi karena volatilitas besar. Harga bisa naik cepat, tapi juga bisa jatuh dalam waktu singkat.
  • Saham dengan free float tinggi lebih stabil, cocok untuk investor jangka panjang.

Strategi trading

Trader harian kadang mencari saham dengan free float rendah karena berpotensi memberi keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, risikonya juga lebih tinggi. Sebaliknya, investor konservatif lebih memilih saham dengan free float tinggi untuk menghindari lonjakan harga yang tidak terkendali.

Penilaian pasar

Perusahaan dengan free float rendah kadang dianggap kurang transparan karena sebagian besar sahamnya terkunci di tangan pemilik besar. Hal ini bisa mengurangi daya tarik bagi investor institusional.

Tips Praktis Dalam Memahami Free Float

  • Periksa rasio free float: bandingkan dengan total outstanding shares untuk mengetahui seberapa besar saham yang tersedia di pasar.
  • Hati-hati dengan saham illiquid: jika free float terlalu kecil, spread bid-ask bisa sangat lebar dan menyulitkan transaksi.
  • Gunakan free float sebagai indikator risiko: semakin kecil free float, semakin tinggi risiko volatilitas.
  • Cek bobot indeks: saham dengan free float besar biasanya menjadi komponen utama dalam indeks besar, yang bisa memengaruhi pergerakan portofolio ETF.

Kesimpulan

Free float saham adalah jumlah saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan publik, berbeda dengan outstanding shares yang mencakup seluruh saham yang diterbitkan. Free float adalah indikator penting untuk menilai likuiditas dan volatilitas suatu saham.

Saham dengan free float besar pun biasanya lebih stabil dan transparan, sementara saham dengan free float kecil lebih berisiko namun bisa memberikan peluang jangka pendek.

Jika kamu ingin mencoba investasi dengan aman dan praktis, mulai dari saham global hingga ETF, sekarang semakin mudah. Unduh apps Gotrade dan mulai beli saham Amerika dan ETF hanya mulai dari 1 Dolar AS, semuanya gampang dan aman!

FAQ

Free float adalah apa?
Free float adalah jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik, tidak termasuk saham yang dipegang oleh pemilik besar atau institusi jangka panjang.

Mengapa free float penting bagi investor?
Karena free float memengaruhi likuiditas dan volatilitas. Semakin besar free float, maka saham cenderung lebih likuid (mudah dijual-beli) dan pergerakan harganya lebih stabil karena tidak mudah dimanipulasi. Sedangkan semakin kecil free float, maka saham cenderung tidak likuid (sepi transaksi) dan harganya lebih volatile (mudah naik-turun drastis) karena jumlah barang yang beredar sedikit.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade