Harga Emas Naik Terus, Apa Alternatifnya?

Harga Emas Naik Terus, Apa Alternatifnya?

Share this article

Saat harga emas terus menguat, banyak orang ikut bertanya: harga emas hari ini masih masuk akal untuk dibeli, atau sudah terlalu tinggi. Kenaikan yang terlihat “rapi” sering membuat investor lupa bahwa emas juga bisa koreksi, terutama ketika ekspektasi pasar berubah.

Kalau kamu ingin tetap punya eksposur ke tema emas tanpa harus membeli emas fisik di harga yang sudah naik jauh, ada alternatif yang bisa dipertimbangkan, termasuk ETF yang terkait sektor emas dan bisa diakses lewat Gotrade Indonesia.

Tren Kenaikan Harga Emas dan Penyebabnya

Laporan The Guardian pada Kamis (29/1) mencatat emas sempat menyentuh $5.595 per ons, sementara perak melonjak empat kali lipat ke level $118. Kenaikan harga emas biasanya tidak berdiri sendiri.

Emas sering naik saat ketidakpastian meningkat

Emas kerap dicari saat pasar menghadapi ketidakpastian seperti risiko geopolitik, volatilitas saham, atau kekhawatiran resesi.

Di fase ini, sebagian investor memindahkan sebagian dana ke aset yang dianggap defensif, sehingga permintaan emas meningkat.

Ekspektasi suku bunga ikut memengaruhi

Emas tidak memberikan yield seperti obligasi.

Karena itu, ketika pasar berekspektasi suku bunga akan turun atau real yield melemah, emas sering mendapat sentimen positif karena biaya peluang memegang emas terasa lebih rendah.

Dolar AS dan sentimen global dapat mengubah ritme

Pergerakan emas juga sering dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS dan arus dana global.

Saat USD menguat, emas bisa terasa lebih mahal bagi pembeli non-USD, sehingga momentumnya bisa melambat.

Risiko Beli Emas saat Harga Tinggi

Kenaikan yang panjang bisa membuat investor masuk di timing yang kurang ideal.

Risiko membeli di area euforia

Saat narasi “emas naik terus” sudah terlalu dominan, pasar sering berada di fase euforia.

Di fase ini, ruang kenaikan masih ada, tetapi risiko koreksi jangka pendek juga membesar karena banyak posisi sudah “penuh” di sisi buy.

Emas bisa sideways dalam waktu lama

Bahkan jika tren jangka panjangnya positif, emas bisa masuk fase sideways berbulan-bulan.

Jika kamu membeli saat harga sudah tinggi, fase sideways ini bisa terasa seperti “uang menganggur” karena imbal hasilnya tidak bergerak ke mana-mana.

Spread dan biaya transaksi bisa terasa lebih mahal

Untuk emas fisik, selisih harga beli dan jual bisa menggerus return, terutama untuk horizon pendek.

Untuk instrumen berbasis pasar, spread dan biaya juga tetap perlu dipertimbangkan, terutama saat volatilitas meningkat.

Kesalahan terbesar adalah all-in karena takut ketinggalan

Kesalahan yang paling sering terjadi bukan membeli emas, tetapi membeli terlalu besar dalam satu waktu. Pendekatan bertahap biasanya lebih rasional dibanding “sekali masuk” di harga yang sedang tinggi.

Alternatif ETF Emas untuk Akses Fleksibel

Jika tujuanmu adalah tetap terhubung dengan aset emas, ETF bisa menjadi alternatif yang lebih praktis dibanding emas fisik, tergantung kebutuhan dan profil risiko.

Bedakan ETF emas dan ETF saham perusahaan emas

Sebagian ETF mencoba melacak harga emas secara langsung, sementara yang lain memberikan eksposur ke saham perusahaan tambang emas. Di aplikasi Gotrade Indonesia, tersedia ETF GDX, yaitu ETF yang berisi saham perusahaan tambang emas. Ini bukan “pengganti emas spot”, tetapi alternatif untuk mendapatkan eksposur ke sektor emas.

Kenapa GDX bisa menarik saat tema emas kuat

Ketika harga emas naik, profitabilitas perusahaan tambang bisa ikut meningkat.

Itu sebabnya saham-saham penambang dan ETF seperti GDX kadang bergerak lebih agresif daripada harga emas itu sendiri, meskipun tidak selalu.

Risiko GDX berbeda dari membeli emas langsung

Karena GDX berisi saham perusahaan tambang, risikonya mencakup faktor bisnis.

Contohnya biaya operasional, keputusan manajemen, isu negara tempat tambang beroperasi, hingga sentimen saham secara umum.

Volatilitas biasanya lebih tinggi daripada emas fisik

GDX cenderung lebih volatil dibanding emas fisik atau harga emas spot.

Artinya GDX bisa cocok untuk investor yang paham bahwa drawdown bisa lebih dalam, meski potensi upside juga bisa lebih besar saat siklus mendukung.

Cara mengurangi risiko masuk di harga tinggi

Kalau kamu mempertimbangkan eksposur ke tema emas saat tren sedang panas, beberapa pendekatan yang lebih konservatif bisa dipakai.

Menurut World Gold Council, banyak investor menggunakan emas sebagai bagian kecil dari diversifikasi, bukan sebagai posisi dominan. Prinsip yang sama relevan saat memilih eksposur lewat ETF sektor emas.

Cara Beli ETF GDX di Gotrade Indonesia

Kalau kamu ingin mengakses GDX dengan cara yang lebih sederhana, kamu bisa melakukannya lewat aplikasi Gotrade Indonesia.

1. Cari ticker GDX di kolom pencarian

Masukkan “GDX” dan buka halaman asetnya. Di sini kamu bisa melihat ringkasan, pergerakan harga, dan chart.

2. Tentukan tujuan dan horizon kamu

Sebelum eksekusi, tentukan apakah kamu ingin:

  • Eksposur jangka menengah untuk tema emas

  • Trading berbasis momentum jangka pendek

  • Atau diversifikasi bertahap

Tujuan menentukan ukuran posisi dan cara mengelola risikonya.

3. Gunakan pendekatan bertahap, bukan sekali masuk

Jika kamu khawatir harga emas sudah tinggi, kamu bisa masuk secara bertahap agar rata-rata harga lebih terkontrol.

Pendekatan ini juga membantu mengurangi risiko psikologis saat harga berfluktuasi.

4. Tetapkan batas risiko yang jelas

Untuk trading, gunakan batas risiko seperti stop loss berbasis struktur harga.

Untuk investasi, gunakan batas alokasi, misalnya maksimal persentase tertentu dari portofolio, agar tidak mengganggu rencana keuangan utama.

5. Review berkala, bukan dipantau tiap jam

Emas dan sektor tambang bisa bergerak cepat.

Terlalu sering memantau harga justru meningkatkan risiko keputusan impulsif, terutama ketika volatilitas tinggi.

Instrumen yang terkait komoditas dan sektor komoditas bisa mengalami perubahan cepat karena sentimen makro dan arus dana.

Maka dari itu, disiplin risk management lebih penting daripada sekadar menebak arah harga.

Kesimpulan

Saat harga emas naik terus, pertanyaan utamanya bukan “masih bisa naik atau tidak”, tetapi “bagaimana masuk tanpa mengambil risiko yang tidak perlu”. Membeli emas di harga tinggi punya risiko euforia, fase sideways, dan keputusan impulsif karena takut ketinggalan.

Jika kamu ingin alternatif yang lebih fleksibel, ETF berbasis sektor emas seperti GDX bisa menjadi opsi untuk mendapatkan eksposur ke tema emas lewat saham perusahaan tambang. Kamu bisa mengakses dan membeli GDX langsung lewat Gotrade Indonesia, lalu mengelolanya dengan pendekatan bertahap dan batas risiko yang jelas.

Mulai akses ETF dan saham AS lewat Gotrade Indonesia, lalu atur eksposur emas dengan strategi yang lebih terukur.

FAQ

Apakah harga emas hari ini sudah terlalu tinggi untuk dibeli?
Tidak ada jawaban pasti. Risiko utama saat harga sudah naik panjang adalah koreksi dan fase sideways, jadi pendekatan bertahap biasanya lebih aman.

Apa bedanya beli emas fisik dengan beli GDX?
Emas fisik lebih dekat ke harga emas, sedangkan GDX berisi saham perusahaan tambang emas sehingga risikonya juga dipengaruhi faktor bisnis dan pasar saham.

Apakah GDX cocok untuk pemula?
Bisa, jika paham bahwa volatilitasnya cenderung lebih tinggi daripada emas fisik. Gunakan ukuran posisi kecil dan fokus pada tujuan yang jelas.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade