Kenapa Harga Silver Lebih Volatil dari Emas?

Kenapa Harga Silver Lebih Volatil dari Emas?

Share this article

Banyak investor menyadari satu hal saat membandingkan pergerakan logam mulia: harga silver cenderung bergerak lebih agresif dibanding harga emas. Kenaikan dan penurunan perak sering terasa lebih tajam, bahkan dalam periode yang relatif singkat. Perbedaan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari karakter fundamental yang berbeda.

Artikel ini membahas alasan utama kenapa harga silver lebih volatil dari emas, mulai dari perbedaan fundamental, peran permintaan industri, ukuran pasar yang lebih kecil, hingga dampaknya bagi investor dan trader.

Perbedaan Fundamental Emas dan Silver

Emas dan silver sama-sama termasuk logam mulia, tetapi perannya dalam sistem ekonomi berbeda.

Emas lebih banyak diposisikan sebagai aset moneter dan lindung nilai. Permintaan emas banyak datang dari investor, bank sentral, dan kebutuhan penyimpanan nilai. Ketika ketidakpastian meningkat, emas sering menjadi tujuan utama arus dana defensif.

Silver memiliki dua wajah. Selain berfungsi sebagai logam mulia, silver juga merupakan komoditas industri. Porsi penggunaan industri pada silver jauh lebih besar dibanding emas. Perbedaan peran inilah yang membuat harga perak lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Peran Permintaan Industri pada Silver

Salah satu faktor utama volatilitas harga silver adalah ketergantungannya pada permintaan industri. Silver banyak digunakan dalam:

  • Panel surya

  • Elektronik

  • Kendaraan listrik

  • Teknologi medis

Ketika ekonomi global tumbuh dan aktivitas manufaktur meningkat, permintaan silver bisa melonjak cepat. Sebaliknya, saat ekonomi melambat, permintaan industri bisa turun tajam dan langsung menekan harga.

Emas tidak mengalami dinamika ini secara sekuat silver karena penggunaannya di sektor industri relatif kecil. Inilah alasan mengapa harga silver sering bereaksi lebih ekstrem terhadap data ekonomi.

Ukuran Pasar Silver yang Lebih Kecil

Faktor penting lain adalah ukuran pasar silver yang lebih kecil dibanding emas.

Nilai pasar emas global jauh lebih besar. Arus dana besar yang masuk atau keluar dari emas cenderung lebih mudah diserap pasar. Pergerakan harga menjadi relatif lebih stabil.

Pasar silver lebih sempit. Arus dana yang sama bisa menghasilkan dampak harga yang lebih besar. Akibatnya, sedikit perubahan permintaan atau sentimen dapat memicu pergerakan harga yang signifikan.

Kondisi ini membuat harga silver lebih mudah berfluktuasi, baik naik maupun turun.

Silver Lebih Sensitif terhadap Sentimen Global

Harga silver sering berada di persimpangan antara dua narasi: aset defensif dan komoditas siklikal.

Saat ketidakpastian meningkat, silver bisa ikut naik bersama emas. Namun, jika kekhawatiran resesi mendominasi, sisi industri silver justru bisa menekan harganya.

Melansir situs Goldmarket, konflik dua sentimen ini membuat pergerakan harga perak lebih tidak konsisten dibanding emas. Investor sering kali kesulitan menentukan apakah silver sedang diperdagangkan sebagai aset lindung nilai atau komoditas industri.

Memahami karakter ganda silver membantu investor melihat kenapa pergerakannya sering lebih ekstrem dibanding emas. Pantau pergerakan harganya lewat ETF silver secara real time di aplikasi Gotrade Indonesia.

Dampak Volatilitas Silver ke Investor dan Trader

Volatilitas tinggi membawa peluang sekaligus risiko.

Bagi investor jangka panjang, volatilitas silver bisa membuat nilai portofolio berfluktuasi lebih besar. Tanpa kesiapan mental, fluktuasi ini bisa memicu keputusan emosional.

Bagi trader, volatilitas silver sering dianggap menarik karena:

  • Pergerakan harga lebih cepat

  • Potensi profit jangka pendek lebih besar

Namun, volatilitas yang sama juga meningkatkan risiko kesalahan timing dan loss yang lebih besar jika manajemen risiko tidak disiplin.

Kapan Silver Lebih Berisiko daripada Emas?

Silver cenderung lebih berisiko dibanding emas dalam beberapa kondisi tertentu.

  • Saat ekonomi global melambat, permintaan industri silver bisa turun lebih cepat dibanding permintaan emas. Dalam kondisi ini, harga silver berpotensi turun lebih dalam.
  • Silver juga lebih berisiko bagi investor yang membutuhkan stabilitas jangka pendek. Fluktuasi tajam bisa mengganggu perencanaan keuangan jika tidak diantisipasi.

Sebaliknya, emas cenderung lebih stabil dalam perannya sebagai aset defensif. Ini membuat emas sering dipilih sebagai jangkar portofolio, sementara silver diperlakukan sebagai pelengkap dengan profil risiko lebih tinggi.

Cara Menyikapi Volatilitas Silver

Pendekatan yang lebih sehat adalah menyelaraskan silver dengan tujuan dan toleransi risiko.

Beberapa prinsip yang bisa dipertimbangkan:

  • Jangan menyamakan peran silver dengan emas

  • Gunakan porsi yang proporsional

  • Siap dengan fluktuasi harga yang lebih besar

  • Pahami siklus industri yang memengaruhi permintaan

Dengan cara ini, volatilitas silver tidak lagi menjadi kejutan, tetapi bagian dari karakter aset yang disadari sejak awal.

Kesimpulan

Harga silver lebih volatil dari emas karena perbedaan fundamental yang mendasar. Peran industri yang besar, ukuran pasar yang lebih kecil, serta sensitivitas terhadap siklus ekonomi membuat pergerakan harga perak lebih agresif.

Bagi investor dan trader, memahami karakter ini penting agar ekspektasi tetap realistis. Silver menawarkan peluang, tetapi juga membawa risiko lebih tinggi dibanding emas. Penempatan yang tepat dalam portofolio menjadi kunci agar manfaatnya sejalan dengan tujuan keuangan.

Jika kamu ingin mengakses berbagai instrumen silver dan emas secara global dan mengelolanya sesuai strategi investasi, kamu bisa mengeksplorasi ETF emas dan ETF silver melalui aplikasi Gotrade dan menyesuaikannya dengan profil risikomu.

FAQ

Kenapa harga silver lebih fluktuatif dibanding emas?
Karena silver memiliki peran industri yang besar dan ukuran pasar yang lebih kecil, sehingga lebih sensitif terhadap perubahan ekonomi.

Apakah silver selalu lebih berisiko daripada emas?
Tidak selalu, tetapi dalam banyak kondisi silver memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding emas.

Apakah silver cocok untuk pemula?
Bisa, jika digunakan dengan porsi kecil dan ekspektasi realistis terhadap fluktuasi harga.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade