Home depot beat q1 2026 dengan hasil di atas konsensus Wall Street pada revenue dan EPS. Manajemen juga mereaffirm seluruh outlook fiskal 2026 meski mortgage tinggi dan tarif belum selesai.
Reaksi pasar justru negatif. Saham HD turun sekitar 2,5% premarket, mencerminkan kekhawatiran tentang tekanan margin dan transaksi konsumen yang menurun.
Buat kamu yang punya posisi saham HD di Gotrade, pertanyaannya sekarang: hold, add, atau trim. Artikel ini membedah skenarionya.
Hasil Q1: Revenue Beat, DIY Small Project Tumbuh
Menurut Yahoo Finance, Home Depot mencatat revenue Q1 2026 sebesar $41,77 miliar, naik 4,8% YoY. Angka ini di atas konsensus $41,52 miliar, atau beat 0,6%.
EPS disesuaikan mendarat di $3,43, juga di atas ekspektasi $3,41. Adjusted EBITDA $6,07 miliar mengalahkan estimasi $5,90 miliar dengan beat 2,8%.
Comparable sales tumbuh 0,6%, dengan U.S. comparable sales naik 0,4%. Ini menandai comp positif setelah beberapa kuartal tertekan.
Average ticket naik 2,3% menjadi $92,76, sementara transaksi konsumen justru turun 1,3%. Konsumen yang datang menghabiskan lebih banyak, tapi jumlah kunjungan berkurang.
Sembilan dari 16 departemen merchandising mencatat comp positif. CFO Richard McPhail menyebut konsumen masih menunda proyek besar, namun aktivitas DIY skala kecil tetap kuat.
Mengapa HD Reaffirm Outlook Meski Mortgage Tinggi dan Tarif Belum Selesai
Manajemen mereaffirm seluruh outlook fiskal 2026. Target total sales growth tetap 2,5% sampai 4,5%, dengan comparable sales flat sampai 2%. Adjusted diluted EPS diproyeksikan tumbuh flat sampai 4% dari basis fiskal 2025 sebesar $14,69.
Keputusan ini berani mengingat dua headwind belum selesai. Mortgage rate tinggi menahan housing turnover dan menunda renovasi besar. Kebijakan tarif baru menambah ketidakpastian struktur biaya.
Logika reaffirm bersandar pada dua faktor. Pertama, segmen Pro dengan opportunity pasar $700 miliar menjadi mesin pertumbuhan jangka menengah. Kedua, manajemen menyebut potensi tariff refunds memberikan offset signifikan terhadap tekanan biaya baru.
Dalam earnings call, eksekutif HD juga mengakui tarif baru menciptakan ketidakpastian, tapi tetap mempertahankan guidance karena visibility intact pada paruh kedua tahun.
Sinyal yang menguatkan reaffirm
DIY small-project momentum konsisten di sembilan departemen memberi dasar bahwa core customer tetap aktif. Average ticket naik menunjukkan pricing power HD belum terganggu.
Risiko yang membuat reaffirm tetap agresif
Transaksi turun 1,3% menandakan footfall melemah. Kalau tren ini berlanjut ke Q2 atau Q3, tekanan pada operating leverage akan terlihat di margin.
Reaksi Saham: HD Turun 2,5% Premarket, Apa yang Dilihat Pasar Negatif
Meski hasil beat dan outlook direaffirm, saham HD turun sekitar 2,5% di premarket menjadi sekitar $292,35. Ada tiga sudut pandang yang menjelaskan respons negatif ini.
Pertama, ekspektasi pasar lebih tinggi dari konsensus formal. Whisper number trader institusional kemungkinan di kisaran $42 miliar, sehingga beat tipis tidak cukup menggerakkan harga.
Kedua, transaksi turun 1,3% menandakan persistent lock-in effect dari housing market. Pasar khawatir tren ini berlanjut ke kuartal berikutnya, mengurangi operating leverage.
Ketiga, tarif tetap unknown. Meski manajemen menyebut potensi refund sebagai offset, ada timing risk antara biaya tarif baru yang langsung kena versus refund yang baru cair kemudian.
Buat kamu yang ingin memantau pergerakan HD secara real time setelah rilis, kamu bisa pantau watchlist dan beli fraksi sahamnya di Gotrade mulai dari $1.
3 Skenario Trim, Hold, atau Add Berdasarkan Profil Investor Indonesia
Berikut tiga skenario tindakan berdasarkan profil dan horizon investasi kamu.
Skenario Trim: Investor Jangka Pendek dengan Sensitivitas Volatilitas
Kalau kamu masuk HD karena momentum trade dan posisi di atas $310, trim sebagian wajar. Kombinasi reaksi premarket negatif plus ketidakpastian tarif memberi sinyal volatilitas jangka pendek tinggi.
Target trim 25% sampai 40% dari posisi. Sisa dipertahankan menunggu konfirmasi tren di Q2.
Skenario Hold: Investor Dividen dan Posisi Jangka Menengah
HD adalah dividend payer konsisten dengan yield sekitar 2,5%. Kalau tesis kamu compounding dividen dan posisi sudah di-cost rendah, hold tetap pilihan rasional.
Reaffirm outlook memberi dasar cash flow tetap mendukung dividen tanpa tekanan struktural. Tidak ada urgensi mengubah posisi.
Skenario Add: Investor Jangka Panjang dengan Buying Power Tersedia
Kalau saham turun ke kisaran $280 atau lebih rendah dalam beberapa sesi mendatang, entry untuk akumulasi menarik. Tesis Pro segment $700 miliar plus kembalinya housing cycle pada 2027 belum terharga sepenuhnya.
Strategi DCA dengan tranche 30% sekarang dan sisanya menunggu konfirmasi tren cukup bijak. Hindari menambah posisi sebelum melihat reaksi LOW hari ini.
Pair Trade: HD vs LOW Menjelang Hasil LOW Hari Ini
Lowe's melaporkan hasil Q1 2026 pada Rabu pagi waktu AS. Konsensus EPS di $2,96, dengan estimasi revenue $22,91 miliar atau pertumbuhan 9,5% YoY.
Menurut Yahoo Finance, ekspektasi analis terhadap LOW bervariasi. Zacks memangkas estimasi EPS dari $3,15 menjadi $2,96, sementara Telsey Advisory tetap optimis di $3,25.
Saham LOW sudah turun 24% dari puncak 52-week-nya. Valuasinya lebih atraktif dibanding HD pada basis P/E forward.
Untuk pair trade ada dua setup. Long HD vs short LOW kalau kamu yakin Pro segment HD memberi moat lebih dalam. Long LOW vs short HD kalau diskon LOW sudah price in semua risiko.
Setup paling aman menunggu hasil LOW dulu. Kalau LOW beat dan reaffirm, sektor home improvement bisa re-rate positif secara keseluruhan.
Kesimpulan
Home depot beat q1 2026 dengan revenue $41,77 miliar dan EPS $3,43, ditambah reaffirm outlook FY26. Reaksi pasar tetap negatif karena fokus pada tekanan transaksi dan ketidakpastian tarif, bukan pada hasil headline.
Pilihan tindakan tergantung profil. Trim wajar untuk posisi short-term yang sudah profit besar. Hold tetap rasional untuk investor dividen. Add berlogika jika harga turun lebih dalam dan tesis Pro segment tetap kamu pegang.
Kamu bisa pantau pergerakan HD dan LOW serta beli fraksi sahamnya mulai dari $1 di Gotrade. Watchlist dan eksekusi real time membantu kamu menangkap momen entry yang tepat sesuai strategi.
FAQ
Berapa hasil Home Depot Q1 2026?
Revenue $41,77 miliar (naik 4,8% YoY, beat konsensus $41,52 miliar), EPS disesuaikan $3,43 (di atas estimasi $3,41), dan comparable sales tumbuh 0,6%.
Apakah outlook FY26 Home Depot berubah?
Tidak. Manajemen mereaffirm seluruh outlook FY26 dengan target sales growth 2,5% sampai 4,5%, comparable sales flat sampai 2%, dan adjusted diluted EPS tumbuh flat sampai 4%.
Mengapa saham HD turun meski hasil beat?
Pasar fokus pada transaksi konsumen yang turun 1,3%, ketidakpastian tarif baru, dan whisper number yang lebih tinggi dari konsensus. Saham turun sekitar 2,5% di premarket menjadi sekitar $292,35.












