Implied vs Realized vs Historical Volatility sering membingungkan karena ketiganya sama-sama bicara soal pergerakan harga. Padahal, fungsi masing-masing berbeda, dan perbedaan ini sangat penting untuk trader opsi maupun investor yang ingin memahami risiko pasar dengan lebih akurat.
Kalau disederhanakan, Implied Volatility adalah ekspektasi pasar ke depan, Realized Volatility adalah volatilitas yang benar-benar terjadi, dan Historical Volatility adalah volatilitas masa lalu yang dihitung dari data harga sebelumnya. Memahami bedanya membantu kamu membaca apakah opsi sedang mahal, murah, atau sedang mencerminkan risiko yang wajar.
Apa Itu Volatility dalam Trading
Volatility adalah ukuran seberapa besar harga bergerak dalam periode tertentu. Semakin liar pergerakannya, semakin tinggi volatilitasnya.
Dalam praktik pasar, volatilitas bukan cuma soal “harga naik atau turun.” Yang lebih penting adalah seberapa besar pergerakan itu, seberapa sering terjadi, dan apakah pasar memperkirakan kondisi itu akan berlanjut.
Apa Itu Implied Volatility
Implied Volatility atau IV adalah volatilitas yang tercermin dalam harga opsi saat ini. Jadi, IV bukan angka yang diambil dari pergerakan harga masa lalu, tetapi angka yang “dibaca balik” dari premium opsi.
Karena berasal dari harga opsi, IV lebih dekat ke ekspektasi pasar. Kalau pasar memperkirakan pergerakan besar ke depan, IV biasanya naik. Kalau pasar melihat risiko ke depan lebih tenang, IV biasanya turun.
Cara memahami IV dengan sederhana
IV bisa dibaca sebagai “berapa besar market memperkirakan saham akan bergerak.” Itu sebabnya menjelang earnings, CPI, atau FOMC, IV sering naik karena pasar tahu ada event yang bisa memicu lonjakan harga.
Yang penting dipahami, IV bukan prediksi arah. IV hanya bicara soal besarnya potensi gerakan, bukan apakah saham akan naik atau turun.
Apa Itu Historical Volatility
Historical Volatility adalah volatilitas yang dihitung dari data harga masa lalu dalam periode tertentu. Misalnya, 20 hari, 30 hari, atau 60 hari terakhir.
Karena berbasis data lampau, Historical Volatility lebih deskriptif. Ia memberi tahu seberapa aktif harga bergerak sebelumnya, bukan apa yang pasti akan terjadi sesudah ini.
Kegunaan Historical Volatility
Historical Volatility berguna untuk:
-
melihat karakter gerak saham
-
membandingkan kondisi sekarang dengan periode sebelumnya
-
menilai apakah saham memang biasanya liar atau relatif tenang
Kalau sebuah saham punya Historical Volatility tinggi, itu berarti secara historis saham tersebut memang sering bergerak besar. Tapi itu belum tentu berarti gerakan besar akan terus berlanjut.
Apa Itu Realized Volatility
Realized Volatility pada dasarnya adalah volatilitas yang benar-benar terjadi selama periode tertentu. Dalam banyak konteks, istilah ini mirip dengan Historical Volatility karena sama-sama dihitung dari data harga yang sudah terjadi.
Bedanya, Realized Volatility sering dipakai dengan nuansa yang lebih “hasil aktual” dibanding “catatan historis.” Jadi, kalau trader membandingkan IV dengan RV, yang mereka lihat biasanya adalah: pasar tadi memperkirakan gerakan sekian besar, lalu kenyataannya gerak aktualnya sebesar apa.
Cara membacanya
Kalau Realized Volatility lebih rendah dari Implied Volatility, berarti pasar sebelumnya membayar risiko terlalu mahal. Kalau Realized Volatility lebih tinggi dari Implied Volatility, berarti pasar ternyata meremehkan besarnya gerakan yang terjadi.
Perbedaan Implied Volatility vs Realized Volatility
Ini perbandingan yang paling penting untuk trader options, menurut situs Macroption.
Implied Volatility
-
melihat ke depan
-
berasal dari harga opsi
-
mencerminkan ekspektasi pasar
Realized Volatility
-
melihat ke belakang
-
berasal dari pergerakan harga yang sudah terjadi
-
mencerminkan hasil aktual
Jadi, IV adalah harapan, sedangkan RV adalah kenyataan. Banyak strategi opsi dibangun justru dari selisih antara dua hal ini.
Perbedaan Implied Volatility vs Historical Volatility
Perbedaan IV dan Historical Volatility mirip, tetapi ada nuansa penting.
Historical Volatility biasanya dipakai untuk menggambarkan perilaku harga di masa lalu. Implied Volatility dipakai untuk membaca bagaimana pasar menilai risiko ke depan saat ini.
Kalau Historical Volatility rendah tetapi IV tinggi, pasar sedang mengatakan bahwa kondisi ke depan mungkin jauh lebih berisiko daripada yang terlihat dari masa lalu. Ini sering terjadi menjelang event besar.
Sebaliknya, kalau Historical Volatility tinggi tetapi IV rendah, pasar mungkin percaya bahwa fase liar sebelumnya tidak akan berlanjut dengan intensitas yang sama.
Mengenal Future Volatility
Future Volatility adalah volatilitas yang benar-benar akan terjadi di masa depan, tetapi belum diketahui saat ini. Ini penting karena Future Volatility adalah “jawaban akhir” yang sebenarnya ingin ditebak oleh semua trader opsi, seperti dilansir dari AngelOne.
Masalahnya, Future Volatility hanya bisa diketahui setelah waktu berjalan. Jadi dalam praktiknya, trader tidak pernah benar-benar tahu Future Volatility saat membuat keputusan.
Bedanya dengan Historical Volatility
-
Historical Volatility = volatilitas masa lalu
-
Future Volatility = volatilitas masa depan yang belum terjadi
Karena Future Volatility belum bisa dilihat langsung, pasar memakai IV sebagai proksi. Tapi IV tetap hanya perkiraan, bukan fakta.
Kalau kamu ingin lebih rapi membaca opsi, jangan berhenti di satu angka IV. Lihat juga apakah ekspektasi pasar itu masuk akal dibanding volatilitas yang biasanya terjadi.
Strategi Trading Berdasarkan Perbedaan Volatilitas
Perbedaan antara IV, RV, dan HV sering dipakai untuk membentuk strategi.
1. Saat IV jauh lebih tinggi dari Historical Volatility
Ini sering berarti opsi sedang dihargai mahal. Trader yang percaya gerakan aktual nanti tidak akan sebesar ekspektasi pasar bisa lebih tertarik ke strategi yang mendapat manfaat dari penurunan IV.
2. Saat IV lebih rendah dari yang kamu perkirakan sebagai Future Volatility
Kalau kamu yakin pasar sedang meremehkan potensi gerak besar, opsi bisa terlihat murah. Dalam kondisi seperti ini, trader biasanya lebih tertarik ke strategi long premium.
3. Saat Realized Volatility konsisten di bawah IV
Ini berarti pasar sering membayar terlalu mahal untuk risiko. Trader volatility seller biasanya memperhatikan kondisi seperti ini.
4. Saat Realized Volatility sering melampaui IV
Ini menunjukkan pasar sering underpricing gerakan aktual. Untuk trader, kondisi seperti ini bisa menarik untuk strategi yang membeli volatilitas.
Kesalahan Umum saat Membaca Volatilitas
Kesalahan paling umum adalah menganggap IV tinggi berarti saham pasti akan bergerak besar ke arah tertentu. Padahal, IV hanya bicara besarnya kemungkinan gerak, bukan arah.
Kesalahan lain adalah memakai Historical Volatility seolah itu ramalan masa depan. Historical Volatility hanya memberi konteks, bukan kepastian.
Kesimpulan
Perbedaan Implied Volatility, Realized Volatility, Historical Volatility, dan Future Volatility pada dasarnya ada di arah waktunya. IV melihat ekspektasi ke depan, RV melihat hasil aktual, HV melihat pola masa lalu, dan Future Volatility adalah kenyataan masa depan yang belum diketahui saat ini.
Kalau kamu ingin trading opsi dengan lebih terstruktur, kamu perlu membiasakan diri membandingkan volatilitas yang diharapkan pasar dengan volatilitas yang benar-benar terjadi. Kalau kamu ingin mulai memahami dan mempraktikkan strategi opsi AS dengan lebih rapi, kamu bisa trading options lewat Gotrade Indonesia sesuai strategi dan profil risikomu.
FAQ
Apa beda Implied Volatility dan Realized Volatility?
IV adalah ekspektasi pasar ke depan, sedangkan RV adalah volatilitas yang benar-benar terjadi.
Apa beda Implied Volatility dan Historical Volatility?
IV berasal dari harga opsi saat ini, sedangkan Historical Volatility dihitung dari pergerakan harga masa lalu.
Apa itu Future Volatility?
Future Volatility adalah volatilitas yang benar-benar akan terjadi di masa depan, tetapi belum bisa diketahui saat ini.












