Biaya pendidikan anak sering terasa seperti sesuatu yang masih jauh. Banyak orang tua merasa cukup dengan menabung, lalu berpikir investasi bisa menyusul nanti. Namun seiring waktu, pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar berapa besar dana pendidikan anak, melainkan apakah cara menyiapkannya sudah masuk akal.
William Saputra, seorang content creator dan business owner yang juga seorang ayah, punya pendekatan yang tidak tergesa, tetapi juga tidak menunda hal penting terlalu lama. Pendekatan ini relevan saat membahas dana pendidikan anak, karena keputusan yang diambil hari ini sering berdampak belasan tahun ke depan.
Artikel ini membahas mengapa dana pendidikan anak perlu diperlakukan berbeda dari tabungan biasa, kapan investasi mulai masuk akal, bagaimana memulainya secara bertahap, dan bagaimana menentukan nominal yang realistis.
Kenapa Dana Pendidikan Anak Tidak Bisa Disamakan dengan Tabungan Biasa?
Banyak orang tua menyamakan dana pendidikan anak dengan tabungan umum. Padahal, karakter tujuan ini sangat berbeda.
Dana pendidikan anak memiliki beberapa ciri utama:
Bersifat jangka panjang
Memiliki tenggat waktu yang jelas
Sulit ditunda ketika waktunya tiba
Tabungan memberi rasa aman, tetapi untuk tujuan sepanjang pendidikan anak, tabungan saja sering membuat dana berjalan terlalu pasif. Risiko utamanya bukan uang hilang, melainkan nilai uang yang tertinggal oleh waktu.
Di sinilah investasi mulai relevan, bukan sebagai alat spekulasi, tetapi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Kapan Saatnya Mulai Investasi untuk Dana Pendidikan Anak?
Waktu memegang peran penting dalam keputusan ini. Bukan soal cepat atau lambat, tetapi soal konteks keluarga dan fase anak.
Sejak anak masih kecil
Di fase ini, waktu adalah aset terbesar. Tekanan belum terasa dan keputusan bisa diambil dengan lebih tenang.
Pendekatan yang sering dipilih:
Mulai dari nominal kecil
Fokus pada konsistensi
Tidak terburu-buru mengejar hasil
Investasi di tahap ini bertujuan memberi ruang agar dana tumbuh perlahan seiring waktu.
Saat anak mulai masuk usia sekolah
Tujuan mulai lebih konkret. Jenjang pendidikan terlihat dan estimasi biaya mulai bisa dihitung.
Di fase ini, investasi berfungsi menjaga agar dana yang sudah terkumpul tetap selaras dengan waktu yang tersisa, tanpa harus mengambil langkah ekstrem.
Cara Mulai Investasi untuk Dana Pendidikan Anak
Melansir Nour Private Wealth, memulai investasi untuk tabungan pendidikan anak tidak perlu rumit atau langsung besar. Yang terpenting adalah langkahnya terstruktur dan bisa dijalankan secara konsisten.
Tentukan peran dana pendidikan dalam keuangan keluarga
Langkah pertama bukan memilih produk, tetapi menentukan posisi dana pendidikan dalam keseluruhan keuangan keluarga. Beberapa pertanyaan dasar yang perlu dijawab:
Apakah dana pendidikan berdiri terpisah dari tabungan lain?
Seberapa prioritas dana ini dibanding tujuan keuangan lain?
Apakah arus kas bulanan sudah cukup stabil untuk dialokasikan rutin?
Kejelasan peran ini membantu mencegah dana pendidikan tercampur dengan kebutuhan jangka pendek.
Mulai dari nominal kecil yang realistis
Banyak orang menunda karena merasa nominalnya belum “layak”. Padahal, nominal kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada rencana besar yang tidak berjalan.
Pendekatan yang sering lebih berkelanjutan:
Menetapkan nominal tetap per bulan
Menyesuaikan besaran seiring perubahan penghasilan
Fokus pada keberlanjutan, bukan kecepatan
William Saputra sering menekankan pentingnya konsistensi dalam keputusan jangka panjang. Prinsip yang sama relevan saat membangun dana pendidikan anak.
Pisahkan dana pendidikan dari kebutuhan harian
Pemisahan ini bersifat mental sekaligus struktural. Dana pendidikan yang tercampur dengan rekening harian lebih mudah terpakai untuk kebutuhan lain.
Dengan pemisahan yang jelas:
Tujuan lebih terlindungi
Evaluasi lebih mudah
Keputusan tidak tercampur emosi jangka pendek
Ini membantu menjaga disiplin tanpa harus terus-menerus mengandalkan niat.
Pilih pendekatan bertahap, bukan langsung agresif
Investasi untuk pendidikan anak bukan perlombaan hasil cepat. Pendekatan bertahap memberi ruang untuk belajar dan menyesuaikan strategi.
Banyak orang tua merasa lebih nyaman jika:
Memulai dengan risiko yang dipahami
Melihat bagaimana dana bergerak dari waktu ke waktu
Mengevaluasi tanpa tekanan hasil jangka pendek
Tujuannya bukan mengalahkan pasar, tetapi menjaga arah dana sesuai waktunya.
Evaluasi secara berkala, bukan reaktif
Perubahan kondisi keluarga adalah hal yang wajar. Yang penting adalah evaluasi dilakukan secara berkala, bukan karena panik sesaat.
Evaluasi rutin membantu:
Menyesuaikan nominal dengan kondisi terbaru
Menghindari keputusan impulsif
Menjaga dana tetap relevan dengan tujuan pendidikan
Pendekatan ini membuat investasi menjadi bagian dari perencanaan hidup, bukan sumber stres baru.
Berapa Nominal yang Pas?
Tidak ada angka tunggal yang bisa dianggap ideal untuk semua keluarga. Nominal yang pas selalu bergantung pada kondisi masing-masing.
Beberapa pertimbangan umum:
Kemampuan arus kas bulanan
Jumlah tanggungan keluarga
Jangka waktu menuju jenjang pendidikan berikutnya
Nominal kecil yang konsisten sering kali lebih berkelanjutan dibanding nominal besar yang memberatkan. Yang terpenting adalah dana pendidikan tidak mengorbankan kebutuhan keluarga lain.
Kesimpulan
Pentingnya investasi untuk tabungan pendidikan anak terletak pada kesesuaian antara tujuan, waktu, dan cara mengelola uang. Tabungan memberi rasa aman, tetapi investasi membantu dana tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan di masa depan.
Cara pandang yang sering tercermin dari pendekatan William Saputra sebagai content creator dan business owner menunjukkan bahwa perencanaan terbaik justru dilakukan dengan tenang dan konsisten, jauh sebelum tekanan datang.
Jika kamu ingin mulai menata dana pendidikan anak secara lebih terstruktur, akses berbagai saham dan ETF lewat aplikasi Gotrade Indonesia. Kamu juga bisa menyesuaikan langkah dengan fase keluarga yang sedang dijalani.
FAQ
Apakah investasi wajib untuk dana pendidikan anak?
Tidak wajib, tetapi dapat membantu menjaga nilai dana untuk tujuan jangka panjang.
Apakah menabung saja cukup untuk pendidikan anak?
Tergantung durasi dan target biaya, tetapi tabungan saja sering kurang fleksibel.
Kapan sebaiknya mulai memikirkan dana pendidikan anak?
Semakin awal, semakin banyak opsi yang bisa dipertimbangkan tanpa tekanan.











